Tampilkan postingan dengan label family. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label family. Tampilkan semua postingan

Senin, Juli 06, 2015

Selamat milad kedua, le...



Saat raga memang tak mampu lagi bersua..
Biar lirih kata yang terangkai dalam doa
yang jadi penggantinya...

Ayah ibu mana yang tak rindu..
saat buah hati harus pergi terlebih dahulu..
Ayah ibu mana yang mampu menepis air mata..
saat buah cinta harus menjadi satu dari penghuni surgaNya..
Dan, ayah ibu mana yang tak bahagia,
kala menyadari Allah tak pernah ingkari janjiNya...

Maka, meski kesedihan pernah merenggut rasa,
kesepian pernah hampir meminta binasa saja,
Allah tak pernah cabut karunia.
Hadirmu mungkin memberi bahagia,
tapi pergimu penyampai hikmah dan hidayah yg mencahaya...

Kini pendar iman menyelimuti jiwa,
rumah dan seisinya...
Jannah jadi tujuan utama,
dan dunia menjadi terasa hina..
Amanah baru segera hadir,
adikmu pembawa bahagia sebentar lagi lahir.
Tapi ia tak pernah menggantikan,
tapi melengkapi puzzle dalam rangkaian.

Dua tahun lalu..
ketika bulan penuh di ramadhan..
Engkau hadir..
Kemudian pergi begitu cepat.
Tak pernah terbersit, bahwa itulah wujud cinta Rabb kita..
Yang mencabut kufur lagi futur dalam diri orangtuamu..mencabut cintanya pada dunia..
mencabut cinta kami padamu yg hanya fana.

Dan rencana terbaiknya..
menarikmu di sisiNya..
dan menghinakan dunia di mata ..
menarikmu ke sisiNya
dan menjadikan rindu surga dalam dada..

Selamat milad, anakku..
Terimakasih telah menjadi simpanan bagi kami.
Kebaikan telah meliputimu kini..
dalam syurga nan didamba.
Tak ada doa selain agar kami pantas
membersamaimu kelak.
Biar rindu jadi cambuk iman ...
Biar rindu jadi ketertundukan yg semakin dalam pada Rabb kita.
Biar rindu jadi pengobar semangat juang meraih syurga...

-ummumashka- (15 ramadhan 1436h)

Senin, Oktober 20, 2014

Tanpa pesta, tanpa kue, tanpa kado, tanpa ucapan yg penuh gegap gempita, dengan nada hidup biasanya, kita lalui tanggal dimana beberapa tahun silam kau pernah terlahir.

Bukan karna lupa, bukan juga karna enggan, tapi karna Rasul kita tak mengajarkannya.
Maka ijinkan doa yang menyertai hari itu, sama seperti hari-hari lainnya.

Kalau saja boleh jujur, aku tak bahagia menyambutnya. Kurasa pelukan sudah mampu membuatmu mengerti kan,mas? Iya, karna hari itu, sebenarnya bukan hanya jatahmu umurmu yg berkurang, tapi juga jatah hidupku di dunia. Dan, ah, tanggal lahir selalu membuat kita makin mengingatnya.... :((

Maaf jika kado tak berujud nyata. Hanya berupa doa pada Sang Maha Cinta, yg semoga membawa jalan cinta padaNya, menyatu kembali usai dunia. Menjadi pemberat dalam timbangan hisab, dan tak menjadi musuh dalam pengadilanNya.

Mas,ijinkan aku menulis sepenggal doa dan pesan sederhana untukmu di hari 'spesial'mu
Aku memang mencintaimu, tapi semoga cintamu pada Robb kita jauh lebih besar dan Allah pun smakin mencintaimu...
Aku memang akan mendampingimu dalam suka maupun duka, tapi ingatlah Allah dalam kondisi apapun, maka semoga Allah selalu mengingatmu...
Engkau adalah pemikul tanggungjawab keluarga kita, aku, dan anak2 kita, maka smoga Allah karuniakan bahu tangguh untukmu, iman yg kokoh dan langkah yg senantiasa terjaga.

Barrakallah fii umrik, mas
Aku tak mampu memberi kado, tapi smoga Allah memberi umur yg barakah, rezeki yang barakah, keluarga yg barakah, dan hidup yang berlapis keberkahan didalamnya. Aamiin Allahummaamiin..