Tampilkan postingan dengan label Mimpi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mimpi. Tampilkan semua postingan

Rabu, Mei 09, 2012

Simbah Penjual Bensin

Ssslllrruuuuuuppp...ahh
Minum kopi dulu pagi ini. Wohoho, finnaly, ternyata ngepost sepagi ini memang terasa minum kopi.Tentunya setelah menyiapkan keperluan suami sampai berangkat ngantor.
Masih bingung mo nulis apa hari ini, buka2 twitter, ga nemu ide, buka2 fesbuk apalagi. Sampai akhirnya buka2 hape dan nemu foto ini:: tadaaaa...

Guess who is it!!

Ini adalah simbah2 penjual bensin di timur SGM. Yang orang jogja, kalo lewat situ, pernah g perhatiin simbah ini? Haha, mungkin jawaban kamu, buat apa, toh sodara bukan, tetangga bukan. Yup, dulu sy jg tdk pernah menyadari si embah ini, walopun kemana2 lewat jalan itu. Tapi, tidak untuk suami sy.

Beberapa waktu setelah kepulangan ke jogja dan melewati jalan itu, suami menunjuk simbah yg lagi menunggu pelanggannya sambil terkantuk-kantuk. Ternyata selama ini suami selalu memperhatikan simbah itu." Tidak lagi beli bensin di pom, tp di simbah", katanya. 

Tidak peduli seperti apa simbah itu ketika muda, entah bagaimana caranya beliau mendorong gerobak bensinya yang berisi belasan liter bensin itu di jalan menanjak di sebelah timur SGM dg tubuh rentanya. Daya juangnya yang kami kagumi dari beliau, maka sebisa mungkin kami ikut menambah laba penjualannya meski 500 rupiah. Isu naiknya BBM kemaren juga mendaratkan ingatan kami tentang beliau dan semua yang berprofesi sama dengannya. Ini bukan alay (tapi agak), bisa jadi kan wong sepuh seperti beliau ini sangat mengandalkan harga BBM yg stabil.

Ini bukan wacana, tapi benar2 fakta. Ahh, rasanya cukup lama sy tidak peka dengan keadaan sekitar. Beberapa waktu lalu hanya berkutat dengan tugas, dinas dan hiburan. Hanya mampu sekedar menyisihkan beberapa rupiah tanpa melihat bahkan bertindak langsung. Syukur sekarang aku dikembalikan lagi.

Dan sekarang, sy sangat belum merasa bermanfaat untuk orang lain. Iri rasanya kalo baca twit ada yang menggelar sedekah bareng, membantu orang tdk mampu di RS, bahkan membayar hutang seseorang agar tdk diusir. (Dem, iri bgt gw). Pagi ini, saya mulai lagi menyusun harapan, merangkai doa, dan menyiapkan rencana. Sebuah pagi yang diawali dengan niat baik semoga... Yuk, saya, kamu dan kita bukan hanya sibuk dengan kepentingan kita saja, tapi juga memperhatikan simbah2, dan saudara2 di sekitar kita. 
Saya sumpahin kalo kamu jadi penuh barakah!!!! ^^

Sekian dan trimakasih. Semoga bermanfaat
Salam ngopi_ngeteh_nge'susu dsb MSN Onion Emoticons

Sabtu, September 17, 2011

Punya Kehidupan dan Hidup !!


Sejenak aku hampiri twitlandku sebelum tidur semalam. Belum ada pukul 9 malam dan suami yang memang sudah ngantor seharian sudah lelap. Maka, agenda sharing pun terlewat. Ah, toh bisa besok pagi, pikirku. Karna ga bisa merem juga, aku mulai membaca berpuluh timeline yang sudah terlewat. Sebagian besar tentang ilmu dari para inspirator yang kufolow, sebagian lainnya tentang percakapan, dan terhenti pada twit kakak kelasku semasa SD. "Mumpung msh pd belom ngantuk,,saya tulis ini 'Get a life and be alive!' semoga bermanfaat", dan ku klik linknya. Link itu menyambungkanku pada note di facebooknya. Well, baru nyadar aku ga pernah tau tentang facebook penyiar radio paling top sekota ini...hihihi.So, mari kita baca dulu "Get a Life and be Alive" sebelum lanjut posting. 


Sudah bacanya?
Gimana? Nancep banget kan? 
Well, aku sempat termenung setelah membacanya. Mencoba mem'flashback' ingatanku pada penulisnya. Kami tidak saling kenal meski berdiam di kota bahkan di kecamatan yang sama. Kami satu almamater sekolah dasar dan perguruan tinggi. Satu hal yang kuhapal darinya adalah rambut cepaknya yang tidak pernah berubah. Dan sampai sekarang aku sadar, dia memiliki kehidupan yang sukses. Untukku, kesuksesannya adalah kesuksesan mempertahankan mimpinya hingga berbuah. Kalimatnya yang begitu menyindirku adalah 


"Jangan cari duit, tapi duit yang cari kita! Can u imagine, kita melakukan hal yang kita suka..kita jadi expert plus kita masih dapet duit lagi.. heheh! Simple thing, saya suka siaran. Berapa banyak orang yang meragukan pilihan saya waktu itu? Buanyaakk! Tapi, saya yakin dengan jalan yang saya ambil, saya libatkan Tuhan. Tuhan itu maha kaya, rejeki bisa datang dari pintu mana saja. Sekarang? Dengan siaran saya ini saya itu dan blablabla..gaji? mobil? Jalan – jalan ke luar negeri? I have all the things in my hand..alhamdulillah. Kebahagiaan dan keihklasan kita dalam melakukan sesuatu yang kita suka, akan membuka pintu rejeki dan kebahagiaan yang lain. Do what u love or otherwise u will getting nowhere, bakal stuck disitu – situ aja! 


Buatku, dia menang. Berapa banyak orang yang bermimpi kemudian jatuh? Seorang pengusaha kreativ dari belitung yang merantau ke jogja, Mas Arief Budiman pernah menulis dalam artikel onlinenya tentang ini. Dari 100 orang yang bermimpi, hanya 20 saja yang berhasil mempertahankan dan meraih mimpinya. Yang 80 kemana? Ada yang tergoda ketika di jalan, ada yang berbelok arah, dan yang paling parah adalah pesimis dan meyerah. "Jadi kalo kita punya mimpi, hanya 1:4 tingkat keberhasilan kita", gitu tulisnya. Jadi, sangat dipastikan bahwa berjalan sambil 'membopong' mimpi itu bukan sesuatu yang mudah

Kembali ke note...
Membacanya sempat membuatku tersindir berat. Pada masanya, tepatnya saat masa SMA , aku pernah memiliki mimpi yang hampir mirip dengannya. Menjadi penyiar, aktivis di berbagai komunitas bahkan LSM sosial di kotaku ini. Kesadaran penuh sebagai 'talkactive' kadang menguatkanku pada hal itu. Bahkan, percaya atau tida, aku pernah membuat semacam voting untuk teman2 sekelasku tentang bagaimana diriku di mata mereka dan jurusan perguruan tinggi mana yang cocok untukku, komunikasikah, psikologikah, atau sesuai saran guruku, akuntansi. Hasilnya, Komunikasi menempati nilai tertinggi yaitu 14 suara, sisanya psikologi 12 dan akuntansi 4. Well, sebagian dari mereka menilai dari kebiasaanku berbicara untuk jadi alasan penilaian mereka. Tapi kenapa tiba2 aku mendarat di dunia keuangan sekarang ini??? #hembuskan nafas... itu tak perlu terlalu dibahas kenapa. Yang jelas, pelahan tapi pasti impianku mulai kabur. Otak kananku mulai tumpul, gaya bahasaku mulai kaku, tapi pemahamanku pada spekulasi dan logika angka mulai tajam.
Tapi murni itu semua demi membahagiakan orangtuaku. Karna di balik mimpi2ku, tentu aku tak ingin mengecewakan mereka. Demi mereka, kemudian aku berusaha di jalur lain.#Alhamdulillah ya, :) di jalur itupun meski ga expert, aku dimudahkan dari berbagai sisi. Dari setiap ujian, hingga ujian akhir, dan pekerjaan yang tiada henti. Aku mensyukurinya, dan itu pasti karna visiku demi orang tua, dan ketika mereka ridho, Tuhanpun dengan lapang membuka jalan kita, ya tho? Aku masih percaya bahwa itu semua iya.

Tapi, kalo boleh blak-blakan ala 'Joni', aku sama sekali tidak menikmati pekerjaan itu. Bukan tidak mau, bukan tidak bisa, tapi bener2 ga menikmati. Seorang teman di jurusan yang sama pernah ga bisa tidur ketika neraca kami belum balance. Sampe kebawa mimpi kalopun tidur. Hahaha, lebay ya..Tapi bener kok. Lhah, akunya kok biasanya aja ya. Sampai akhirnya aku tiba pada suatu kesimpulan, aku harus berubah!!! Maka, sedikit demi sedikit, aku mulai melakukan yang aku suka. Dan itu jungkir balik dari profesi yang aku tekuni saat itu. Sementara yang lain cari rumus, maka aku akan cari tools dalam corel dan photoshop yang mampu menciptakan beberapa efek gambar seru. Dan itu benar2 seru. Atau ketika yang lain membaca tentang kurs, maka yang kubaca adalah artikel2 usaha, peluang2 bisnis, dsb. Yach, memang terlalu tua untuk bermimpi jadi penyiar lagi, bukan? Tapi bukan berarti aku tak punya mimpi lainnya. Wiraswasta sukses adlah impianku yang mulai mengembang. Dan mulai kuwujudkan di pertengahan tahun ini.

Bener kata mbak Tikayusuf, ini bukan sesuatu yang countable saja. Yang seperti itu akan mengikuti kita kok nantinya. I believe in that. Ketika membuang gaji besar, bonus hingga 400%, tunjangan tinggi, pensiun oke dan prestice yang beken mungkin sebagian memang menganggapku hilang akal dan egois. Ga salah kok, mereka bener. Tapi, aku menyertakan Allah dalam semua tindakanku ini. Aku menyertakan Sang Maha Kaya , jadi ketika aku berubah, rejeki itu pasti datang dari jalan2 tak terduga. 

Terimakasih mbak Tika Yusuf aka mbak Vien2 yang notenya sempet mengajarkanku untuk tetap berdiri. Mungkin saat ini aku baru memulai, tapi setiap prosesnya adalah perjuangan. Dan ketika ada hal2 negatif mampir, sungguh, itu adalah pacuan untuk tetap berproses dan menjadi lebih baik lagi. Terkadang orang lain melihat kita bukan pada proses kita mencapai sukses, tapi saat kita telah sukses. Tapi yang tak bisa kita lupakan justru pada saat proses itu. Dan kita menyukainya...Seperti itulah 'Get a Life and be Alive', memiliki kehidupan dan hidup, maka kita akan menjadi pemenang dalam hidup kita #tink ~_^

Semoga bermanfaat ^^