Jumat, Februari 10, 2017

NHW#3 : MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH

NICE HOMEWORK #3

Bunda, setelah kita belajar tentang "Membangun Peradaban dari Dalam Rumah" maka pekan ini kita akan belajar mempraktekkannya satu persatu.

👨‍👩‍👦‍👦Nikah

Bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.

a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.

Tadinya sih, kepikiran mau cari momen yang pas. Pas suami ga byk pikiran, ga lagi capek, ga banyak kerjaan. Tapi qodarullah, semakin mendekati waktu pengumpulan tugas, keadaan justru semakin menyibukkan.
Yasudah, Jumat sore ini kukirimkan saja surat melalui email.
Bada magrib, suami sudah ada di RS Sarjito, kami mendadak mendapat panggilan bahwa kakak harus dirawat disana.
Sebenarnya reaksinya cukup biasa, habis istrinya mmg sering kirim surat sih ya... Dijawab pake emoticon lope2 di chat aja gitu.

b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.

Fatih Muhammad Ibrahim
Melahirkannya 1,5 tahun yang lalu udah langsung terdeteksi kalo anak ini punya suara yang kenceng. Bisa dicek dari tangisan pertamanya.
Makanya sampe sekarang kalo nangis ataau teriak manggil temennya yang lewat, atau sekedar nunjuk penjual sayur suaranya lantang banget. Hehehe..

Dan entah kenapa, Fatih seneng banget tantangan. Manjat sana manjat sini. Buka lemari sana, bongkar2 dan semacamnya. Hehe, wajarlah ya umur segini.

Fatih tipe penyuka hewan. Cicak lewat dikejarnya. Apalagi kucing. Laba2 dan nyamuk nempel aja demen banget diliat, disentil biar lari terus dikejar lagi. Tiap kerumah eyangnya, pasti begitu masuk yang diabsen hewan dulu. alo ikan, alo uya2 (red. Kura2), alo Buyu (burung). Jadi kalo uda urusan hewan, bisa betah banget.

c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, memgapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.

Kekuatan dan potensi ini yang agak susah dijawab. Tapi so far, saya yang hobi dagang, punya kemampuan menganalisis masalah lebih dalam dan jeli melihat peluang. Kerap penasaran (kepo) dg segala hal yang memacu saya utk terus belajar.
Tentu bukan kebetulan juga, Allah pasangkan saya yg meledak2 dan spontan ini dg sosok imam penyabar dan penyayang. Begitu banyak kejadian yang kemudian menyadarkan saya betapa kami seperti puzzle. Satu berlubang, satunya pasti menonjol. Satu kurang, satunya lebih.

Dan menjadi ibu dari Mashka --yang meski hanya sebentar membersamai-- dan Fatih yang kini berusia 1,5 tahun dengan segala polah tingkahnya merupakan cara2 Allah menunjukkan bahwa saya harus terus belajar. Belajar menjadi ibu yang profesional dan mendidik dengan hati.

d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

Dimana kami tinggal saat ini bukan jadi tempat tinggal permanen, insya Allah. Tapi tentu saja bukan berarti abai pada tantangannya. Karena baru memulai lingkungan baru dan belajar saling mengenal tetangga satu dengan yang lainnya, mungkin saya belum begitu menangkap hikmah apa yang akan Allah hadirkan. Tapi tentu, Allah Sebaik-baik Perencana memiliki maksud menghadirkan keluarga kami di sini untuk sementara waktu. Semoga setidaknya disini saya homeschooling yang ingin saya terapkan utk Fatih 😊

Jumat, Februari 03, 2017

NHW#2 "CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN"

Iyaaak... Assalamu'alaikum..

Ketemu lagi ya di NHW kedua #benerinposisi. Dari judulnya yang lumayan berat, kali ini bener2 sempet bikin saya merenung panjang kali lebar.

NHW kali ini membuat kita merenungi kembali peran kita dalam hidup ini sebagai individu, istri dan tentu saja sebagai ibu. Seberapa profesional kah kita selama ini menjalani peran tersebut, apa tujuannya dan indikator2 keberhasilannya.  Hwaah, jujur saja...ini sempet bikin pusing mau nulis apa. Ketauan kan ya kalo selama ini masih sering cuek..

Sebagai individu:

Terus terang saja ya, sejak melahirkan, ibadah saya malah menurun. Iya sih kalo pas pasca melahirkan kan pake nifas, ini mah keringanan dr Allah. Tapi keterusannya ini lho..hhfft, kdg suka mikir..lha kok dikasih anak malah menurun.. syedih deh.
Nah kayanya perlu dibikin rule baru utk diri sendiri ini.
- Sholat wajib tepat waktu. Hanya ketika pas menyusui dan tidak bisa ditinggalkan saja boleh sedikit molor dari azan.
- Qiyamul Lail minimal 3x untuk Minggu ini, 4x utk Minggu depan, dan full di bulan depan.
- Dhuha, minimal 2 rakaat setiap hari.
- Tilawah, minimal 1x seusai magrib/subuh

Selain soal ibadah, peningkatan pribadi lainnya juga harus dibuat rule kecil:

- Makan sehat, olah raga minimal 10 menit tiap hari
- Rawat diri, minimal seminggu sekali pake masker.

Indikator sukses : 75% terlaksana di bulan 1

Sebagai istri::
- Pamitan berkualitas. Saat suami berangkat kerja, rutin cium tangan, cium kening.
- Kurangi ngeluh sama suami
- minimal 1 jam ngobrol, tanpa pegang gadget, tiap hari
- tata manajemen waktu, agar suami tidak selalu bantu pekerjaan rumah tangga.
- Say thanks, peluk, sebelum sesudah tidur
- Banyak mendengarkan
Indikator keberhasilan : 90% dalam bulan ini

Sebagai ibu
- Kurangi Nyambi saat bermain bersama Fatih
- Memberi nutrisi terbaik. Memberikan masakan rumah terbaik.
- bikin permainan Montessori bareng minimal 4x seminggu
- tinggalkan gadget saat menyusui
- hanya melakukan pekerjaan lain saat Fatih sedang tidur
Indikator keberhasilan : 90% terlaksana dalam bulan ini

Baiklah...ini diaaaa...
Dan mari akhiri dengan bismillah agar target tercapai. Syamangaaaattt 😄💪

Rabu, Januari 25, 2017

NHW#1 (Martikulasi Ibu Profesional)

Assalamu'alaikum...

Mari bersihin sarang laba2 di sini.. 😅. Saking lamanya ga kesentuh si blog ini.
Kalo barang kayanya uda bakal karatan atau berdebu deh ..hehehe..

Okee..posting perdana setelah sekian lama ngumpet dibalik kenyamanan main sama anak kali ini adalah tentang PR yang harus saya kerjakan selama mengikuti program Kulwap IIP atau Institut Ibu Profesional. Makanya judulnya NHW alias Nice Home Work. 😊

Yuk ah mulai aja ya... Uda lama ga nulis ah saya, jadilah agak buntu mau nulis apa lagi.. 😄

Ditanya soal jurusan apa yang ingin saya tekuni di universitas kehidupan ini, membuat saya punya banyak sekali jawaban. Tapi sisipan kata 'satu' pada pertanyaan tersebut bikin saya bingung. Well..ini agak mengindikasikan saya masih galau kayaknya.
Saya pengen belajar bisnis, desain, parenting dll dll pokoknya. Alesannya ya ini itu, lebih panjang tentunya.

Sempat merasa bingung, mencoba mengorek kembali niat dalam hati, dan mempertimbangkan segala kondisi. Saya ini mau belajar apa sebagai seorang ibu, mompreneur, istri, anak, adik... Dimana saya memprioritaskan posisi saya..

Dan di tengah kegalauan dan kegundahan hati (cieh), saya kembali seperti diingatkan saat menatap wajah Fatih yang kebetulan sedang tidak sehat beberapa hari ini. Wajah ini yang membuat sy pengen bisa membangun bisnis dan mencapai pasive income, wajah ini yang membuat saya mendadak jd master chef, atau mengikuti segala bentuk kegiatan parenting, dari mulai dunia maya hingga mencoba berinteraksi lewat komunitas di dunia nyata. Lalu saya bertanya pd diri sendiri, am i enough to be a good mom?

Dan disitulah Allah mulai hujamkan azam bagi saya untuk terus belajar tentang parenting. Tentang lika liku pengasuhan, tentang membangun masa indah dalam memori anak2 saya, tentang segala pernak pernik membersamai generasi yang lebih baik dari saya, ibunya.

Alasan terkuat kenapa ilmu ini yang saya mantapkan untuk pelajari adalah karna saya ingin mereka, anak2 saya, menerima pola pengasuhan yang jauh lebih baik dari yang saya terima. Jauh dari diabaikan, jauh dr bullying orang tua yg kdg tak disadari, jauh dari tuntutan yang menekan dan menutup jalan kreativitas. Memotong pola garis pengasuhan yang selama ini terbentuk kurang pas, dan membentuk pola pengasuhan baru yang lebih dekat dengan tauhid, yang condong pada kemandirian, yang tak luput dr kreativitas berfikir dan berupaya.

Seperti sebelumnya, meski tak terlibat secara aktif, beberapa grup diskusi parenting coba saya ikuti. Sildar atau silaturahmi darat, alias ketemuan anggota grup kemudian membahas bab parenting diusahakan untuk bisa hadir jika memang tdk ada uzur. Beberapa buku parenting juga sempat saya koleksi meski belum semua tamat dibaca..(ketauan deh).
Strategi lain untuk lebih mendalami ilmu ini ya ngikut seminar2 parenting yg berbayar (asal masih kuat) apalagi yg free. Dan kali ini, Alhamdulillah dipertemukan dengan IIP asuhan Bunda Septi Peni Wulandari.

Selain strategi di atas, saya juga sering ngepo dan stalking timeline-nya pakar dan praktisi parenting, terutama homeschooling. Elly Risman dan Kiki Barkiah adalah dua diantarnya. Masih ada beberapa lagi yg lain.

Ah, tapi menuntut ilmu perenting memang tak semudah membalik telapak tangan. Saya tau, segalanya harus dimulai dari diri sendiri. Mendidik anak yang baik harus dimulai dari perubahan diri menjadi lebih baik. Mengosongkan gelas, adalah salah satu metode yang selalu saya praktekkan setiap kali harus mulai belajar sesuatu. Ada yang bilang, mempeluas 'wadah' juga. Intinya meng'nol'kan diri, menyerap ilmu yang datang dari mana saja.
Dan tentu saja, memaafkan. Memaafkan masa lalu, tidak membandingkan apa yang kita alami dengan apa yg 'seharusnya' kita dapatkan. Agak bingung ya... Ya pada intinya memaafkan pola pengasuhan ortu kita pada kita untuk dapat mempraktekkan pola pengasuhan lebih baik bagi anak2 kita.

Terakhir, tentu segala upaya tak akan pernah berhasil jika kita melupakan Pemilik Ilmu dan Pemilik hati kita dan juga anak2. Maka kemudahan dan penjagaanlah yang setiap saat saya pinta kepadaNya agar segala kebaikan sajalah yang anak saya terima dari saya, menutup pengaruh dan sisi buruk yang pernah berbekas dalam perlakuan masa lalu. Semoga Allah menjaga diri kita untuk tetap membersamai tumbuh kembang buah hati. 😊