Rabu, Mei 18, 2011

Ilmu tersebar meski sudah tiada... (Nurul F Huda)



Dan saya kembali belajar tentang hidup dari seseorang yang kabar ketiadaannya saya dengar pagi ini lewat twitter penulis favorit, asma nadia.

Yap, Nurul F Huda, beberapa kali namanya memang kulihat di toko2 buku. Maka ketika ada kabar di twitter, segera aq menuju milis, dan benar aja,,,sederetan doa dari sesama penulis hingga anggota milis biasa seperti saya mulai tersusun dalam inbox. Disusul dengan goresan cerita dari kawan penulisnya mbak Mukti Amini tentang memori perbincangan sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pagi ini pukul 03.15 di RSUD dr. Sardjito, Jogja.

Rabu, Mei 11, 2011

Rumah itu tenang...

 Menanggapi pemikiran kawan yang 'ga terima' dengan analogi gambar kursi yang saya hadirkan di dekstop layar kerja saya (red: seperti gambar header blog ini).


Oke, begini kronologinya,

Belajar jadi Ibu Pembelajar ;)


Mencoba share pelajaran dari milis tetangga:
-----------------------------------------------

SELAMAT MENEMPUH UASBN, PUTRIKU...

Malam tadi, malam yang kuciptakan serileks mungkin,
karena hari ini sampai 3 hari ke depan, putri sulungku, Hurin, akan menghadapi
UASBN, ujian nasional untuk anak kelas 6. Upaya mendampinginya belajar
kemarin-kemarin, kurasa cukuplah. Tapi tidak perlu belajar malam ini,
ngobrol-ngobrol ringan saja dan tidur agak awal. Juga tentu
mengingatkan untuk berdoa pada Nya.

“Bu, kalau nilai UASBN-ku 26
lebih, atau ke-3 pelajarannya nilainya 8 lebih, aku mau bernadzar
puasa, boleh?” tanya kak Hurin, kemarin petang.
“Oh, Subhanallah, tentu saja boleh. Nadzar puasa berapa hari?”
“Satu hari aja sih. Tapi salah satu target itu tercapai, aku tetap puasa”
“Maksudnya, kak?”
“Iya,
tadi kan mau nadzar kalau UASBN nya 26 ke atas., atau nilainya diatas 8
semua. Jadi, kalau kurang dari 26 tapi nilainya di atas 8 semua, juga
tetap puasa” katanya menjelaskan.

Tiba-tiba, rasa haru menyergap
hatiku. Subhanallah,  gadis kecilku sudah berpikir dewasa sekarang,
bahkan saat tanda2 baligh secara biologis belum terjadi pada dirinya.

Lalu, malam harinya, menjelang tidur.
“Bu, manfaat sholat tahajud itu sebenarnya apa sih?” tanyanya lagi
“Ooh, banyak kak. Itu sunnah yg utama. Lagi kan malam hari sepi, jadi kita enak berdoanya” jawabku.
“Aku pingin sholat tahajud bu, biar UASBN-ku sukses”

Kembali aku disergap haru biru. Subhanallah, Engkau lah yang menggerakkan hatinya, ya Rabb…
“Oya,? Bagus itu. Kalau gitu, HPnya dipasang alarm jam 3-an, biar bisa bangun”
“Tapi….
kan aku suka susah bangun bu, biar sudah pasang alarm. Gimana dong?
Lagian kamarku di atas, mau wudhu dan sholat mesti ke bawah” ujarnya,
tampak ragu.
“Emm, gini aja. Sementara kakak pindah di bawah. Kamar
depan kan kosong. Biar ayah atau ibu bisa memastikan kakak benar2
bangun untuk tahajud. Gimana?”
“Iya deh..”

Dan malam