Tampilkan postingan dengan label BLOG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BLOG. Tampilkan semua postingan

Sabtu, September 21, 2013

Teruntuk Sahabatku, Ibu Seorang Prajurit Syurga

Kabar duka lagi-lagi menghampiriku. Siang kemarin, saat aku masih disibukkan dengan desain blog pesanan seorang teman. Kali ini dari seorang karib yang kutahu kini tinggal di pulau seberang. Seorang sahabat yang kutahu sedang menunggu kelahiran sang buah hati tercinta, setelah kehamilan yang merupakan hal 'ajaib' yang pernah terjadi dalam hidupnya....sepertiku.

Seketika badanku merinding, jariku melemas dan butuh beberapa waktu untuk bisa membalas kabar dari karib lain yang mengabarkan. "Allah....kenapa harus lagi?". Satu lagi seorang sahabat baik kehilangan buah hati setelah tujuh bulan dititipkan pada rahim ibunya. Bahkan ada saat kabar itu kudengar, sahabatku masih berhadapan dengan kondisi yang diinduksi untuk melahirkan buah hatinya... Aku membiarkan kabar itu terendap dulu, mendoakan sahabatku dalam sholat2ku setelahnya.

Esok paginya, baru aku mampu menyapanya lewat percakapan dalam pesan. Muhammad Fitrah, keponakanku dimakamkan pagi harinya, dan kini sang ibu sedang menjalani masa pemulihan di RS.

Lalu apa? Terbersit dalam benakku, apakah kami belum dipercaya untuk menjadi ibu? Kurasa ini bukan soal kepercayaan Tuhan pada kita. Ini soal 'paket ujian'. Coba tengok beberapa kasus yang sering kita lihat di televisi, betapa ada keluarga yang tak mampu tapi memiliki keturunan yang begitu banyak, hingga kemiskinan itu seperti terwarisi. Dan jika mereka bisa memilih, mungkin hanya satu aatau dua orang anak saja yang dititipkan. Jika kami paket ujian kami adalah perpisahan sementara dengan buah hati, maka paket ujian mereka adalah banyaknya anak dengan keterbatasan rejeki. Ini bukan soal kepercayaan, ini soal ujian, yang memang harus dihadapi bagi setiap hamba pilihanNya.

Teruntuk sahabatku,
Kuatlah, karna ini sementara
Sabarlah, seperti yang pernah kau sampaikan padaku
Muhammad Fitrah mungkin kini sedang bermain dengan Muhammad Mashka
Mereka hanya menunggu kita
Sebentar saja,
Sabar dan kembali ikhtiar,
karna ganti itu pasti dari Allah
Ini adalah kado, hanya bungkusnya saja bernama 'musibah'
Ini adalah jalan untuk menikmati manisnya buah ditengah duri
Doaku selalu untukmu, juga ibu2 para prajurit syurga lainnya. 
Agar lobang hati karna kedukaan dan kepedihan segera ditambal dengan keikhlasan dan keimanan


21.09.13
Dalam pelukan doa untuk para ibu pejuang

Senin, September 16, 2013

Mau Bikin Olshop Cantik via Blogger? Bisa Banget!

Assalamu'alaikum all..

Jadi jarang posting di sini, yak... Masih posting2 di BabyMashka, maklum...poto2 produk belum lengkap. Alhamdulillah, blog itu bisa memberi jalan tersendiri untuk menyalurkan kekangenan pada Mashka. Soalnya peran utama di blog itu adalah Mashka. Berharap dengan demikian, hasilnyapun bisa ia nikmati di sana.

Eniwe, blog  BabyMashka ternyata memberi inspirasi buat mbak Wina nich. Salah satu tantenya Mashka yang punya bisnis online juga. Nah, mbak Wina pengen dibikinin blog olshop juga. Keren-keren lhoooh jualannya. Dijamin deh pada kesengsem.

Bisnis online para new mom ini lagi digemari. Selain bisa bekerja, tapi anak2 juga keurus. Dan lagi, ga perlu bayar mahal untuk pasang website. Yach kalo mau pake domain yang berbayar bisa aja. Tapi berdasar pengalaman, domain berbayar ga selalu bagus, terutama kalo kita yang tinggal di negara yang kecepatan internetnya masih terbatas ini

Pengalaman banget inih, hiks, dulu pernah pake domain berbayar. Tapi karna tiap kali upload produk berat banget, jadi lama. Padahal waktu itu beli yang paket promo dengan desain sederhana banget. Tapi ga sreg dan ga bisa 'aku banget' tampilannya. So, akhirnya web itupun hilang ditelan bumi karna ga pernah diupdate. Lumayan ngerasa nyesel sich, scr uda bayar mahal. Nah, kalopun mo pake web berbayar, mending kalo usahanya udah berjalan lumayan lama dan fokus uda jelas. Karna ibu2 kaya kita gini kadang masih belum bisa fokus di bisnisnya *curcol banget*. Hihihi...

So...untuk mommy2 yang lagi belajar jualan, atau siapapun yang pengen ngeblog buat menyalurkan hasrat menulis dan kepengen blognya tampil sesuai selera, bisa banget. Jadi ceritanya posting kali ini skalian ngiklan. Berhubung ini bukan kerjaan profesional, biayanya pun ga mahal kok.

Blog itu ibarat buku note favorit kita. Jadi sampulnya musti cantik dan kita banget. Nah, ini yang bakalan saya tawarkan ya bu ibu, mbak2, mas2, siapapun yang ingin menyalurkan pikirannya dengan tulisan. Contohnya blog ini, sederhana banget, tapi ini aku banget. Templatenya juga ga ada yang nyamain. Atau coba cekidot blog ini:

BabyMashka
Toko Zulfia

Dua blog itu yang sekarang menjadi karya terbaru. Yang lain masih dalam proses.
Yuk, hidup hanya sementara, jejakan karyamu dalam tulisan. Agar kelak penerusmu bisa mengenalmu dengan baik dan mengambil manfaat darimu.


Semoga bermanfaat.

Selasa, September 10, 2013

Pelajaran Hari Ini : Kepastian Yang PASTI Dihadapi

Ini hanya opini dari orang bodoh yang cetek ilmu apalagi amal.

-----
Siang kemarin saat bersilaturahmi ke rumah seorang teman, tetiba kami dapat kabar duka dari ujung telepon temanku itu. Kabar disampaikan bapaknya dari ujung telepon itu tak hanya untuknya, tapi juga untukku. Ya, karena kami sebenarnya bertetangga sejak kecil, hanya kemudian temanku ini pindah setelah berkeluarga.

Kabar duka tentang 'simbah' (sebut saja begitu), yang setiap senin malam tak pernah absen mengaji di teras rumah, sejak jaman pengajian itu diadakan oleh Uti (Eyang putri), sampai kini diteruskan oleh Ibu, meski rumahnya yang paling jauh diantara jamaah lain. Simbah yang minggu lalu masih mendoakan agar kesehatanku segera pulih dan lekas diberi momongan lagi sambil berkaca-kaca. Simbah yang bahkan subuhnya sebelum meninggalkan dunia masih ke masjid dengan langkah terseoknya, seperti biasa. Simbah yang pagi hari masih mengiyakan ketika salah satu pegawai ibu 'ngutang' rokok dan bensin.

Tanpa ada tanda apapun, simbah hanya mengeluh sakit gigi yang amat sangat dan bahkan masih berniat turun dari ranjangnya. Masih mampu meminta tolong sang anak karna kesakitan. Dan kemudian melemas, hanya seperti tertidur. Nafasnya masih, denyutnya terasa, begitu ucap Ibu ketika saat itu langsung dipanggil sang anak sambil menangis. Tapi, ibu mengaku, saat itupun ibu juga ragu, apakah simbah masih 'disitu'. Sampai akhirnya beberapa menit, dan denyut benar2 tidak lagi terasa oleh sekelilingnya. Innalillahi wa innailaihi roji'un.. 

Tangis pecah, diantara keharuan dan kesedihan. Diantara keterkerkejutan orang2 yang ditinggalkan. Diantara kekagetan para ibu2 yang paginya masih bertemu sapa dan bersalam di masjid usai subuh. Bahkan aku dan temanku, yang ada sekitar dua kilometer, masih belum percaya. Kami mentaqilkannya, diantara kekaguman dan keharuan.

Terlalu mudah untuk bilang sabar pada keluarganya ketika hari ini berta'ziah, sebab akupun sadar, peristiwa kehilangan belahan jiwa meskipun -Insya Allah- khusnul khotimah (karna banyak omongan dari ta'ziah tentang kaebaikannya, bahkan ada yang mengatakan bahwa jalan yang biasa dilaluinya ketika hendak ke masjid tercium wewangian bunga), tetap saja kehilangan membuat lobang tersendiri di hati yang ditinggalkannya. Ya, sebab akupun belum lama mengalami, dan meski masih terasa hati tak seutuh sebelumnya, yakin bahwa usaha menambalnya dengan ikhlas, dan iman tak akan pernah menjadi sia-sia di mataNya. Meski , tetap saja, kehilangan tetaplah menyisakan kedukaan.

Ah, orang yang masih dangkal ilmu ini terkadang sok ya...Maaf, tapi tulisan ini selalu akan kutujukan kepada diri sendiri sebelum terbaca oleh kacamata lain.
Tidak ada cita-cita yang lebih tinggi di dunia ini selain khusnul khotimah. Beberapa kali berita duka selalu mengintari kita. Namun, berapa kali juga kita lupa. Mashka membuatku bercermin dan mengubah cita, mungkin karna dulu aku masih sering lupa bahwa  dunia ini benar2 tempat yang sementara. Semoga tak harus sepertiku, agar peringatanNya terdengar di telinga, dan teresap di hati. Menebalkan iman dan mengikis cinta dunia. 

Tinta pena telah mengering, lembaran-lembaran catatan ketentuan telah disimpan, setiap perkara telah diputuskan dan takdir telah ditetapkan. Maka,

Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami, melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami" (QS At Taubah :51)

Dan, ketetapanNya yang paling pasti:

Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati" (QS. Ali 'Imran : 185)

Ya, ketetapanNya yang paling pasti pada kita yang dapat kita duga hanya satu, yaitu kematian. Semoga saya, anda dan siapapun yang membaca, Allah golongkan dalam golongan Khusnul Khotimah. Aamiin ya Robb.

----
Sekali lagi ya, ini cuma tulisan orang bodoh yang masih dangkal ilmu apalagi amal. Semoga bermanfaat ^^

Selasa, September 03, 2013

Ketika Cinta Ditunjukkan Lewat Ujian

Ragaku tetiba kaku, merinding dan kelu, saat membaca satu pesan yang tenyata dikirim semalam:

"Mbak, gendukq nututi mashka"

Datar, tanpa titik tanpa ekspresi. Namun sebuah gemetar jari kurasakan dalam ekspresi datar tulisannya.

Gendhuk adalah panggilan kesayangan Mbak Yulie pada putrinya (baca: posting sebelumnya) . Tepat dua bulan hari ini Gendhuk masuk RS. Usianya dua bulan lebih satu hari. Terpaut 20 hari dengan Mashka. Dari mbak Yulie juga aku tau kalau Reni juga kehilangan putranya sabtu lalu. Putra Reni juga salah satu sahabat Mashka di NICU. 

"Allah, mengapa kematian terus mengintariku?"

Beberapa waktu lalu, salah seorang sahabat yang kukenal di seminar prenatal bersilaturahim ke rumah. Mba Titi. Kami memang mulai akrab karna dia yang mengajakku ikut yoga, bahkan kami sempat menjadi patner komunikasi dengan janin kala itu. Jadi, meski tak sempat bertemu Mashka, mba Titi  sempat merasakan gerakan Mashka dalam perutku.

Bersama dengan suami, mba Titi menghadiahkan tiga buku yang lagi2 membuat saya lebih 'melek' atas hikmah yang ingin Allah sampaikan lewat Mashka. La Tahzan, My Life as  Writer, dan Happiness Inside. (Hihihi, mkasih banget ya, mba Titi). La Tahzan, meski bukunya sudah kukenal lama, dan suka baca, buku tebal ini dulunya bukan tipe bacaanku. Tapi ternyata, buku ini yang kemudian membuatku seperti sedang dihadapkan pada nasihat seorang ulama yang begitu mengena.

Membaca bab demi bab buku ini menyadarkanku dan terus menguatkan hatiku. Buku ini seperti angin segar bagi orang2 yang hidupnya terasa sempit, sesak dan lumpuh. Buku ini bagai tisu penyeka air mata. Ehh, salah fokus, kok malah ngomongin bukunya.

Ada satu kalimat yang saya ingat ketika kesedihan dan kedukaan kembali menyapa,

"Barang siapa yang oleh Allah dikehendaki menjadi baik maka ia akan diuji oleh-Nya" (Al-Hadits)

Dan ada kalimat lain yang akan selalu menjadi jawaban saya ketika pertanyaan dari dalam diri maupun orang lain menghakimi,

"Allah telah menakdirkan, dan apa yang Dia kehendaki akan Dia lakukan." (Al-Hadits)


Bukan karena hirsprung, sepsis, premature, cardiovascular, hidrysepalus, atau apapun setiap nyawa diambil. Tapi karena TAKDIR. Dan takdir itu juga berlaku pada yang ditinggalkannya, yaitu UJIAN. Hidup tak selamanya indah. Bukankah keindahan kekal itu hanya di sisi-Nya? Hidup juga tak selamanya susah. Bukankah kesusahan kekal juga hanya ada di nerakaNya?

Dari Mashka saya belajar banyak dan semakin banyak. Dari Mashka aku dikenalkan dengan orang2 hebat penerima amanah ujian dariNya. Dari Mashka Allah kirimkan perhatianNya. Dan lewat Mashka, Gendhuk, Reni's, dan anak2 syurga lainnya Allah tunjukkan cinta-Nya pada saya, mba Yulie, Reni, dan orang tua lain yang anaknya harus berpulang 'lebih cepat'.

"Terimakasih, le..."

Rabu, Agustus 28, 2013

Kadar Kesabaran

Bohong jika aku bilang sudah diuji dengan begitu berat. Kisah2 Mesir yang kubaca kemarin malam membuatku tersadar bahwa ujianku kehilangan seorang putra masih belum apa2 dibanding mereka yang kehilangan suami, anak, adik dan keluarganya yang lain karena kekejaman junta militer. Dan setelahnya mereka masih harus terus menghadapi teror. Belum lagi kisah Syuriah, Palestina, dan berbagai area konflik lainnya.

Seorang ayah yang kehilangan putrinya dan seorang kakak yang kehilangan adiknya yang cantik karena tembakan snipper di dadanya. Seorang wanita yang kehilangan pria, yang belum lama menjadi suaminya, yang tertembak di dagu hingga menembus lehernya. Betapa mereka kuat.

Sehari lalu seorang tetangga ke sini. Kami mengobrol banyak. Salah satunya tentang Mashka.
"Ah, din sempat terpikir ga jadi olehku pas syawalan itu datang kemari untuk ngepasin bajumu." beberapa waktu lalu aku memang memesan baju darinya.

"Tapi begitu ketemu, malah aku yang heran kamu masih bisa tertawa. Sampai aku sempat ngomong sama suami, kalau saja aku yang kehilangan, mungkin aku uda gendong2 guling kemana2 karna stres. Kamu dipilih karna kamu yang kuat menjalani ini." ungkapnya yang membuatku menerawang sejenak.

"Ah, kalau saja kamu tau bahwa akupun masih terus berjuang agar selalu kuat, rin..."

Lalu meluncurlah ceritaku tentang rumah sakit dimana Mashka pernah dirawat. Dimana aku bertemu dengan ibu2 yang begitu tegar dan sabar. Pada awalnya, tentu aku tak bisa berhenti menangis, meratap dan meratap. Tapi sekarang aku tau, sebelum semua ini, Allah melatih dengan pertemukanku dengan mereka agar aku mampu kuat dan memahami makna.

Pada hari pertama Mashka dirawat, saat mataku masih bengkak dan sembab setelah menangis dari pagi, sorenya aku bergabung dengan ibu2 lain di ruang memeras ASI. Karena ASI ku yang belum banyak keluar dan belum mengerti tekniknya juga, hampir 2 jam aku diruangan itu. Dan selama itu pula berganti2 teman yang datang dan pergi.
Salah seorang memberi tahu tentang jaminan yang seharusnya kami urus. Bahkan dia memberi kami contoh data2 yang harus kami persiapkan.
"Kita ga tau mbak kapan anak kita di sini, jadi lebih baik pergunakan apa yang bisa meringankan" Ah, terimakasih mba Yulie...dari situ aku berkenalan dengannya.

Saat melihat mataku, seolah sudah terbaca bahwa aku baru di situ. Keingiintahuanku menggelitik untuk bertanya, walopun belum ada yang kukenal di ruangan itu.
"Ibu2, maaf ya...kok ibu2 di sini begitu kuat dan sabar?" tanyaku.

Seorang ibu tertawa, aku makin penasaran.

"Hoalah mbak, kalo di sini kita stres, gimana anak kita yang di dalem sana", ungkapnya.

"Bener, mbak. Anak kita kan sedang berjuang mempertahankan hidupnya. Untuk siapa? Ya untuk kita, untuk ketemu sama kita orang tuanya. Kalo kita nangis, kasihan mereka. Kita harus kuat mbak." jawab ibu yang lain

"Kita harus semangat, mbak. Biar anak kita merasakan semangat kita dan diapun makin semangat berjuang." celetuk yang lain

"Tuhan ga akan mungkin ngasih kita ujian kalau kita ga mampu menanggungnya, mbak...Sabar...sabar itu kunci pokoknya."

"Jangan sekali-sekali nangis di depan anaknya ya, mbak. Kalo mo dibilang, ga ada seorangpun yang mau di sini seperti kita. Kita juga ga minta akan seperti ini. Tapi kita harus sabar. Kita yang terpilih menjalani ini, berarti kita lebih kuat dari ibu2 yang lain yang anaknya sehat. Sabar ya mbak, di sini kita ikhtiar" yang lain menasehati.

Hati ini mendadak seperti dibangunkan benteng kokoh dan diam2 berbisik dalam hati, "Ya, saya harus kuat demi Mashka yang sedang berjuang".

Yach, meskipun kami tau, apapun bisa terjadi di ruangan itu. APAPUN. Keajaiban atau kehilangan. Semua menyadari itu. Tapi demi hormon oksitosin yang merangsang air susu kami keluar, kami harus bahagia. Demi buah hati kami yang meski menderita tapi terus berjuang untuk bersua dengan kami para orang tuanya.

Saat kami harus berhadapan dengan mereka, ibu2 yang baru saja kehilangan buah hatinya, kami tau dan sadar bahwa bukan tak mungkin kami pun akan berada pada posisinya. Kemudian kami akan saling mendoakan. Begitupun denganku, saat ternyata aku harus berada pada posisi itu. Sepenuh hati akupun berdoa agar mereka yang masih tegar menunggui anaknya tetap diberi kekuatan, kesabaran dan yang terbaik. Kala itupun mereka akan bergantian memeluk, bahkan beberapa sampai menyusul di ruang jenazah untuk mengantar Mashka dan menguatkanku seperti saat aku pertama kali di sana. 

Pembicaraan kematian bukan hal yang baru. Kami tau, kami harus berdamai dengan cobaan ini. Oksigen, ventilator, selang irigasi, selang residu, bukan lagi jadi pembicaraan yang asing, apalagi infus. Terimakasih Allah, pernah mempertemukanku dengan mereka. Dari merekalah aku belajar untuk tetap tegar. Allah melatihku, sebelum aku harus berpisah dengan jagoanku. Dia Yang Maha Mengetahui pasti telah memperhitungkan segalanya. SEMUANYA, tanpa cela. Mungkin jika aku tidak diperkenalkan dengan ibu2 ini, aku tak kuat menjalani ini semua. Betapa Dia telah mengatur semuanya begitu detil.

Kemarin (dengan mengerahkan segala kekuatan hati), aku dan suami pergi ke RS dimana Mashka dirawat. Niat awalnya jenguk salah seorang guruku yang dirawat karena stroke. Namun setelahnya, kita memutuskan untuk bersilaturahim kepada orang-tua2 temen Mashka. Begitu sampai di lantai yang dituju, terlihatlah tikar2 karet/ plastik sudah digelar. Ya, sudah bada magrib, emperan ruang tunggu sudah disulap jadi tempat tidur para orang tua yang menunggui buah hati mereka. Tidak seramai saat aku masih di sana. Dalam hati aku bersyukur, semoga yang tidak lagi aku temui adalah mereka yang sudah bisa kembali ke rumah dengan sukacita.

Ada mbak Yulie, kenalan pertamaku di sana. Kami bersahabat layaknya anak kami yang memiliki nasib serupa. Hanya saja Mashka bertahan selama satu minggu, dan Gendhuk (panggilan utk anak mba Yulie) terus berjuang selama hampir dua bulan. Ibu yang luar biasa sabar ini menceritakan perkembangan anaknya. Masuk ke ruang isolasi karena adanya kuman baru, saturasi udara yang naik turun sampai biru, dan tentang dokter yang ketus dan tidak peduli. Dan apakah sahabatku ini menceritakannya dengan menangis? TIDAK! Bahkan dia tersenyum, juga suaminya. Meski aku dan suami tau betul, sisa kepanikan dan kelelahan tergambar jelas di wajah mereka.

Ingatanku tiba2 menangkap Mashka ketika biru. Sambil berusaha tetap tenang berusaha memancing refleknya. Ya, menahan kepanikan ketika anak kita mungkin telah ditunggu sang Izroil, itulah tugas kami. Dan hal itu juga yang mbak Yulie dan ibu lain lakukan demi terus kuat berada di samping buah hati tercintanya.

Cerita lainnya mengalir. Beberapa kasus prematur sudah pulang. Beberapa yang sudah menjalani operasi juga sudah pulang, walaupun ada operasi lanjutan ketika sang bayi sudah memiliki berat cukup. Beberapa ada yang menyusul Mashka. Ada yang sudah pulang, namun ketika kontrol harus masuk lagi karena kondisi yang masih butuh perawatan. Bahkan ada yang pulang paksa. Prosedur ini digunakan untuk keluarga yang sudah 'menolak' tindakan medis lanjutan dan membawa pasien pulang. Tak henti2nya saya menyebut Allah dalam hati.

"Jangan nangis, din. Kamu di sini untuk menguatkan, bukan menangis dan kembali meratap", tak henti2nya ucapan itu terlontar dalam hati.

Pelukan dan genggaman erat sambil diam2 berdoa saya berikan  pada mba Yulie dan mba reni yang kebetulan cuma mereka yang sempat saya temui. Yang lain, mungkin masih menunggu di dalam. Sepenuh hati saya berdoa semoga Allah berikan yang terbaik bagi sang buah hati dan orang tua mereka yang begitu sabar.

Allah menguji kita sesuai pada kadarnya. Dan ketika ujian itu mampu dilalui, itu berarti kita telah melompati satu tangga menuju tingkatan atasanya. La Tahzan...karena Allah bersama saya dan siapapun anda yang sedang menghadapi ujianNya. Dia hanya sedang mengungkapkan betapa cinta dan perhatianNya begitu besar pada kita. Maha Mengetahui Allah yang mengetahui kekuatan kita untuk menghadapi ujianNya. La Tahzan...

Dan Allah Maha Menepati Janji, maka ketika saya kembali merindukan Mashka, inilah yang saya ucapkan, doa yang sama ketika Ummu Salamah kehilangan Abu Salamah di medan jihad dan Allah mengganti Rasulullah menjadi suaminya.

“Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un. Allahumma’jurnii fii mushibatii wa akhlif lii khoiron minhaa [Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah yang menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih baik]”,



Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan? Semoga saya, dan anda bisa mengambil hikmah dari apa yang menimpa orang2 di sekitar kita.

Kamis, Mei 30, 2013

Sunnah Nabi dan Kebiasaan Sahabat Menyambut Kelahiran Anak (Revisi dan Opini)

Berhubung post tentang Sunnah Nabi dan Kebiasaan Sahabat Menyambut Kelahiran Anak jadi artikel yang hampir setiap hari dibuka oleh pengunjung blog, rasanya ada yang perlu saya tambahkan untuk post yang takutnya nanti malah jadi dosa kalo apa yang saya tulis ga bener.

Jadi begini, post itu berangkat dari kultwit following saya di twitter. Karna hal tersebut termasuk baru bagi saya, saya mencoba mensharenya. Sebenernya sich biar jadi pengingat saya kalo punya anak nantinya, gitu pikir saya.

Nah, syukur alhamdulillah, saya benar2 akan segera melahirkan insyaAllah 1,5bulan lagi. Saya jadi inget dengan posting saya tersebut dan membacanya kembali. Nah, setelah krocek sana sini ternyata ada beberapa pro dan kontra terhadap sunnah ini. Adapula penjelasan yang agak berbeda dari takaran penimbangannya. Ini dia revisi2 yang saya dapatkan:

1. DIUKUR BERDASAR PERAK
    Pada posting saya, ukuran penimbangan rambut bayi berdasar ukuran emas pada saat itu. Tapi di beberapa artikel, dan saya pernah melihat tayangan di mozaik islam transtv, menyatakan kalo timbangannya berdasarkan perak.

2. RIWAYAT YANG TIDAK SHAHIH
    Ada artikel yang menjelaskan bahwa riwayat sunah ini tidak shahih. Monggo dipelajari :
Mencukur Rambut Bayi Dan Menyedekahkannya Dengan Perak


Nah, berhubung ilmu yang saya miliki cetek banget, saya sendiri ga tahu seberapa shahihnya hadist ini. Karna ya, sebelumnya toh dikeluarga saya ga melakukan sunah ini. Jadi saya dan suami memutuskan begini: Toh ini sunah, kalo dilakukan ada pahala, klo enggapun gapapa. Dan kalopun ga shahih, niatkan sedekah pun ga ada ruginya malah berpahala.
Terimakasih. Semoga bermanfaat ^^

 

Jumat, Desember 21, 2012

21-12-2012

21-12-2012
HARI INI GAK KIAMAT!!!

Selamat pagi dunia. Akhirnya gw ngeblog juga setelah suara hati tak henti2nya berdengung "Terlalu kalo saya ga ngeblog hari ini...terlalu...terlalu...". Terkesan terpaksa yak...hehe, maksain males konekin colokan internet ini itu.

Well, ini hari ke 21 di bulan ke 12 tahun 2012 yang digosipin bakalan kiamat sama Suku Maia (bener ga nulisnya?),yg langsung menghebohkan seantero jagad. Gw kalem, matahari pagi ini masih terbut dari timur, jadi belum kiamat.

Eniwe, hari ini ga mau bahas tentang kiamat2an. Ini hari spesial gw. Yes, uda kelewat seperempat abad di hari ini. Im 26 now. Dan hari ini gw begitu bersyukur bisa membuka tahun ke 26 di tengah2 nikmat yang tak habis2nya tercurah dari Sang Maha Kuasa.

===========

Aku adalah wanita 26 tahun, sekarang. Yang sangat beruntung masih bisa memeluk seorang ibu sekaligus guru hidup yang mengenalku 25 tahun-9bulan yang lalu. Yang memberi cinta dengan ikhlas dan mendidik dengan sabar. Lewat beliau aku mampu merasakan perjalanan hidup yang sempurna, bahkan ketika gagal sekalipun, hal itu tetap tak mengurangi kasih sayangnya. Beliau, kado terhebat dari Allah untukku.
Fajar Ibnu Tufeil. Suami sekaligus sahabat yang dengan modal setengah nekat melamarku 250410 silam..hihihi... Yang juga dengan kesabarannya menghadapi tingkah istrinya, yang dengan kerja kerasnya untuk memberikan segala yang terbaik bagi keluarganya. Yang caranya mencintai begitu sempurna. He's also the best prize ever.
Kemudian, kejutan itupun juga datang dari suara detak jantung di perut...rasa mual dan lapar setiap kali, ya..dan lagi2 di tahun ini Allah memberikan kado calon bayi di rahim ini. Setelah hampir 3 tahun menunggu dengan ketidakpastian, Allah menjawab harapan terbesarku. Duluuu sekali, pernah terbersit bahwa aku ingin hamil di usia 25, dan benar saja, ketika usia itu hampir usai, Allah mengabulkan...

Kalopun disebut satu2 ga cukup sekali posting. Aku, wanita 26 tahun, sekarang, yang bahagia berada di tengah keluarga yang begitu perhatian dan penuh kasih sayang, di samping sahabat2 yang saling mendoakan untuk kebaikan, dan di lingkungan yang masih kental dengan kearifan.
Rasanya masih terlalu banyak yang belum kucapai, masih terasa berhutang karna nikmat yg begitu besar belum mampu membuatku terasa bermanfaat bagi keluarga teman dan lingkungan. Masih terasa sering merepotkan, dan bergantung. Tapi ke depan, aku berharap bisa menjadi anak, istri, ibu, saudara dan teman yang lebih bermanfaat.

Terimakasih Robb, untuk kesempatan berada di 21-12-2012 dengan berbagai barakah dan nikmat yang begitu luas...Di hari Jumat, dengan curahan hujan di sepanjang pagi hingga sujud ini terasa begitu sejuk setiap detiknya....


==================

21122012 bukan hari kiamat. Buat gw ini bagai valentinenya orang2 yang di 'sono'...bahkan lebih istimewa..


Selamat jumat ^^v

Sabtu, November 03, 2012

Palembang Trip : Day 3

Hari ketiga di kota pempek, jadwalnya adalah resepsi Ari Tiwi dan jali-jali lagi ^^.
Berangkat dari hotel nebeng Melda dan cowoknya... (Hhehe, mkasih ya, Mel)..Jemput Ikong di rumahnya, dan berangkatlah kita ke Gedung Unsri.

Electric Company reunion

Gold maroon wedding theme


Abi, Yoghi, Nina, Me, Ikong, Tiwi's Parents, Ari, Tiwi, Ari's aunt&uncle, Melda, Arimbi, Derry, Derry's hubby, Melda's    Happy Wedding ^ ^


Berhubung tamunya banyak banget, kita juga lagsung cabut. Masih nebeng Melda menuju rumah ikong. Hari itu kita diminta ortu jeng Riska Handayani aka Ikong untuk maen ke rumah. Makanya uda persiapan dari awal, uda bawa2 baju ganti sgala.
Sampe di rumah Ikong kita dijamu dengan baik dama ortunya... Gimana engga, begitu nyampe langung pempek terhidang. Iwaw banget, padahal di resepsi tadi uda makan. XD penggemukan badan, sodara-sodara...

Sholat, ngobrol-ngobrol, trus temen Ikong, her name Tantin uda nyampe di sana. Hari itu emang Ikong sengaja bawa temen buat ngajak kita jalan2 ke Jakabaring, Stadion Olahraga yang kemaren sempet buat sea ggames. Sekarang ini, tempat itu emang kabarnya uda jadi salah satu tujuan pariwisata di Palembang. Berhubung keburu kesorean, maka berangkatlah kita ke sana dg 2 motor. Karna Jakabaring itu luas banget, ga mungkin jalan kaki, makanya naik motor, cepet dan praktis. Yeeeayy...

Ikong, Me, Tantin di danau buatan Jakabaring


Hubby, me and modi

Modo Modi with us

Saltum, ini ke tempat Sea Games tapi pake kaos Piala Eropa :D
In my opinion, Jakabaaring ini proyek yang sangat disayangkan. Setelah sea games, penggunaannya kayanya ga maksimal. Bahkan fasilitasnya cenderung tertutup untuk umum. Fasilitas olahraga semegah ini selayaknya bisa jadi modal untuk memaksimalkan bakat olahraga. Minimal untuk masyarakat lokalnya. Ih sayang banget deh pokoknya. Semoga ke depan, pemerintah mau mengkoordinir pengeloaan tempat ini dengan lebih optimal yach...Let see..

Gelora Sriwijaya

Cukup panas, but totally fun.
Setelahnya, kita bingung mo kemana. Dan gw inget punya temen seangkatan dari Jogja penempatan Palembang. They married and have a son now. Coba bbm dia, dan janjian ketemuanlah kita. So, kita menuju mall yang paling deket dari rumah Ikong, biar baleknya ga kemaleman. Apa ya nama mallnya...lupaaa ^ ^

(Left) Tantin, Ikong, Radit, (Right) Puti, Me, Rafa (Puti n Radit son).. Reunian ^^

Also one of my fav pic.. "Nularr...nularr...amiin "

Akhirnyaaa...kami harus kembali ke kota Gudeg. Terimakasih teman-teman dan semua yang sudah repot menjamu kami dengan hangat di kota Musi. So much fun, so much happiness to met u all.  Well, next, kalo ke Jogja langsung hubungi kita yach... Kita tunggu di Jogja.

Special thanks to Ikong and her fams, Tiwi Ari, Puti Radit, Tantin, dan ibu2 di transmusi yang menunjukkan jalan pada kita..hehe...

Luv, dinafajar ^ ^v



Jumat, November 02, 2012

Palembang Trip : Day 2 part 2

Masih di hari kedua setelah akad nikahnya AriTiwi.
Bingung banget pas pulangnya. Sebelumnya sopir taksi yang nganter kita pas berangkatnya uda bilang kalo akses taksi gampang banget dari depan rumah penganten. Lah, baru  nyadar gitu kalo jalanan depan rumah Tiwi itu bak jalan tol, alias bebas hambatan. Dengan sepatu berhak gw yang paling nyaman pun tetep nyebrang jalanan lebar dan rame itu sesuatu banget. Ditambah itu tengah hari, dimana matahari lagi bersantai pas di atas kpala kita.

Taksi emang wira wiri, tapi kagak ada yang mau berhenti...ya iyalaah, kayanya emang ga boleh berhenti deh. Ahhh, sialan tuh sopir taksi boongi kita.
Well, akhirnya gw telpon ayie, salah satu warga palembang yang tengah merantau di tanjungpinang juga...hehehe. Nah, berhubung ayie jg bukan asli kota palembangnya, ga tau juga angkutan yang cocok. Lanjut telpon Riska alias Ikong yang memang berencana mudik juga. Untung dianya masih transit di soeta, jadi masih bisa dihubungi.
Saran dari Ikong, mending naek transmusi trus tanya ke mamang kernetnya kemana tujuan kita. Transmusi adalah busway/ transjogjanya palembang. 4000 aja dan kamu bs kemana2, gitu kata Ikong yang uda ky marketingnya transmusi. Baiklah, maka menunggulah kami di halte transmusi sebrang jalan rumah tiwi. Lamaaaaaaa banget...hiiikkksss..


Mulai bete dan sama2 capek, akhirnya langsung gw ambil hape suami dan mulai browsing no bluebird palembang. Awalnya suami uda cari tuh no taksi, tapi pas gw tlp, nyambungnya ke bank Niaga....Hedeeeh...#tepokjidat.
Dan voila, setelah beberapa kali nada sibuk akhirnya gw berhasil menghubungi taksi tsb dan janjian di depan toko pempek Candy sebrang jalan kita saat itu. Naaah, pas waktu nutup telpon, dari arah bandara munculah transmusi dengan teganya... -___-"...kita batalin tuh taksi.
Dengan full makeup, naiklah gw dan suami ke transmusi. Biar aja deh, batin gw..ga ada yang kenal ini. Hahaha, berasa turis sejati.

 Setelah lumayan berunding sama si kernet yang ternyata ga tau hotel tempat nginep karna hotel baru, akhirnya ada ibu2 baik hati yang nunjukin tempatnya. 2x ganti bus dilanjut jalan kaki 5 menitan, dan sampailah kami di hotel kembali. Horee!!!!!


Sorenya uda janjian sama ikong mo jalan nich kita. Karna kalo besok malem uda ga memungkinkan. Dari hotel tempat kami menginap, Ikong uda ngasih 'ancer-ancer' via transmusi. Kali ini ga saltum, jadi menikmati banget perjalanan dg bus ini. Dan bertemulah kami dg Ikong dan Tina adiknya di halte polda. Inget banget nich sama halte ini, scr Ikong uda mengulang2nya biar ga nyasar sampai halte lain.

Perjalanan pertama, ke tepi sungai musi, dimana kalo sore2 banyak yang menghabiskan waktu di sana. Klo di tanjungpinang kaya tepi laut, kalo di jogja kaya alkid kali ya.
 
Bagroundnya teteupp.. Ampera

 Di sampingnya lagi, agak nyebrang dikit ada benteng peninggalan jaman penjajahan dulu katanya. Its called Benteng Kuto Besak (Benteng Kota Besar)

Yeay, ini salah satu poto paporit. Sama Ikong, our free guide..hehe
Menuju masjid agung, lewat Museum Sultan Mahmud Badarrudin II. I dont know exactly who is him..
Saatnya sholat magrib...
 Setelah sholat, kita bingung mo kemana lagi. Kita mulai kelaperan, dan pengen makan. Dari masjid agung, jalan lumayan jauh, lebih kalo 500meter aja, ke warung pempek depan kantor wali kota. Katanya itu yang enak, dari pada gambling sama warung yang deket tp ga enak, kita lebih memilih jalan kaki. Itung2 biar lapernya kerasa skalian. XD

ini kantor walikota. eh walikota apa gubernur ya..haha, lupa..itulah pokoknya.

Kayanya pesennya uda banyak, eh, ternyata datengnya segini-gini juga. Lumayan kenyang..Muka kucel2 poto duluu...
 Setelah kenyang, kita lanjut perjalanan lagi. HArap-harap cemas semoga masih ada transmusi yang lewat. Tp alhamdulillah kami dapet juga bus2 perjalanan terakhir. Sampai Ikong mo turun, kami blm yakin sepenuhnya bisa hapal halte deket hotel. Dan thanks alot muach2 buat Ikong yang uda nanyain ke kernetnya dan menitipkan kami pada salah satu penumpang yang tau halte tsb... Cuapek benget hari itu, tapi so far so fun... Menyenangkan. Tengkyu Ikong dan Tina ^ ^.

-End of Day 2 of Palembang Trip-






Palembang Trip : Day 2 part 1

Hari kedua...
Sabtu, 15 September 2012, jadwalnya akad Tiwi-Ari nich. Nah, ini yang bikin galau. Pas pagi2 kita nelpon temen2 yang pada mo dateng ke nikahan mereka ga ada yang dateng. Mereka dateng pas resepsinya. Nah, giliran kira uda janji sebelumnya mo dateng. Ya sudah, dengan kekuatan bulan.. eh, dengan menelpon taksi, berangkatlah kita ke rumah tiwi, tempat berlangsungnya akad nikah.

Markibut, mari kita cabut..
Di jalan kita sempet nanya sopir takisnya tuh gimana jalan pulang. Katanya gampang, tinggal nyebrang banyak taksi dari bandara yang lewat. Nah, waktu itu lega juga kalo aksesnya gampang.

Prosesi akad pun dimulai...


Akad nikah
sah...pasang cincin dolooo... ^ ^

 Nah ini yang jarang kita temuin. Ada adat dimana penganten disuapi oleh para tetua mereka. Seru deh, kenyang pastinya. Secara yang nyuapin bukan cuma orang tua atau eyang2nya aja, tapi juga pakde bude, om tante... Sampe yang liat ikut laper ^ ^












Sooo, selamat menempuh hidup baru Ari Tiwi... Haha, maap baru sempet ngeposting hari ini.

Palembang Trip :: Day 1

Memenuhi janji untuk datang ke pernikahan teman sekaligus 'patner in crime' jaman di perantauan dulu, si Pertiwi Fatrina, maka berangkatlah kami menuju Palembang, Sumatera Selatan. Sekalian hanimun jugalah. XD Berangkat Jumat, 14 Sep 2012 bada sholat jumat dari Adicucipto, transit cukup lama di Soeta.
Bandara Adisucipta, tanpa makeup, habis lari2 ngejar jadwal tiket, taunya delay -__-"

@Soeta, menunggu pesawat menuju palembang. Delay (lagi)

Finnally....sampai juga di Pelembang. Poto dulu ah sama si modi.
Kita sampae di bandara kira2 jam 11an malem. Bau cat baru tercium begitu sampai di bandara kota yang sempet jadi tuan rumah SEA Games beberapa waktu lalu.

Nich, masih banyak ucapan selamat datangnya dengan berbagai bentuk.
Sampai di bandara kita uda bingung aja. Berhubung temen kita lagi berada dalam proses pingitan, dianya ga bisa jemput. Kita uda mikir mo pake taksi, tapi bingung juga, scr uda malem dan ga tau jalan sama sekali. Alhamdulillah, tiwi punya adik yang bersedia jemput kami di bandara. (Tengkyu ya, cakraa ^_^v)

Ternyata rumah temen kita, Tiwi, bener2 deket dr bandara. 5 menit doank. Tapi jalannya donk bok, kaya jalan tol gitu. Lebar dan kanan kiri ga begitu banyak bangunan. Mikir juga kalo tadi mo pake taksi. Bisa nyasar entah kemana.
Langsung kami menuju hotel yang uda di boking sebelumnya. Hotel feodora, ga begitu jauh juga dari tempat akad nikah.
Berhubung uda dini hari dan cuapek banget, kami akhiri hari itu dengan tidur nyenyak.

Rabu, Oktober 10, 2012

Mudik Kilat

Udah sekian lama ga ngeblog ya...Hai readers...maaf, blogger satu ini memang pemales banget. Kepengen ngeblog tapi klo uda males cuma diomongin aja gitu dalem hati, ujung2nya kalo uda buka lepi, lupa deh mo nulis apaan. Ditambah kalo uda ngurusin pesanan, hehehe....ya mohon maaf yaach.

Eniwe, pas kebetulan banget nich kerjaan bisa dibagi, suami lagi pengajian, dan tentu saja tiba2 mood ngeblog membumbung tinggi. Tapi uda mulai bingung mo nulis apaan. Soalnya saking banyaknya cerita yang uda kesimpen. Mulai dari trip ke palembang, mudik kilat, jadi WO dadakan, sampai jadi penjaga rumah. Dan semuanyah dikerjakan dengan tetap menjalankan olshop.

Trip ke palembang nanti aja deh diceritain, dokumentasi belon lengkap. Nah kalo yang mudik kilat ini yang tanpa dokumentasi. Ini ceritanya 3 hari  setelah balek dari palembang, baju kotor belon dicuci, saya dan suami uda harus packing lagi untuk berangkat ke Sumenep. Tanah kelahiran suami. Tadinya suami ga mau ngajak, karna niatnya pengen naek bus aja biar cepet. Toh disana cm bentar. Tapi sayanya yg kekeuh pengen ikut. Secara mertua mau berangkat haji, masak iya ga ikut 'nguntapke'. Apalagi waktu itu kakak ipar ga bs dateng karna bentar lagi juga harus berangkat ke Belanda. Bener aja, kita ga siap2 tiket, malemnya nyari uda ga ada, online uda ditutup. Pas hari H, jam setengah 6 pagi jadilah kita lari2an di stasiun, ngejar kereta eksekutif pagi ke surabaya. Alhamdulillah dapet, dikursi paling belakang. Gapapalah, daripada ga dapet.

Seperti biasa, karena kehabisan bekal buku dan ga sempet nyari, kita cuma tidur di kereta. Tapi yang nyenengin, liat anak kecil cerewet dan cerdas yang duduk di depan kami. Anak itu akan menanyakan apapun yang terlihat atau terdengar olehnya. Kliatan kalo kakek dan neneknya sempet dibikin kesel karana harus menjawab pertanyaan anak ini, sementara ibunya menidurkan adiknya yang masih baby. Oia, sy sempat mengabadikan muka lucu dan polosnya lewat instagram.


Dia sering banget melihat keluar jendela. Dan terus terang, saya seneng kalo liat anak kecil membicarakan imajinasinya. Ketika melihat sawah dia berbicara sendiri bahwa itu adalah rumah bebek, bahkan ketika ada pohon di tengah sawah, dia menceritakan tentang singa2 yang tinggal disitu dan sedang tidur. Kayanya dia berasa lagi di kereta taman safari yak...

Yup, sampai akhirnya di stasiun gubeng, seperti biasa, kami menunggu travel yang menjemput kami. Dari surabaya, sekitar 5-6 jam perjalanan, dan sampailah di rumah mertua yang uda penuh tamu dan sodara2.

Meskipun uda kesekian kalinya mudik ke tempat asala suami, saya masih saja menemukan hal-hal baru. Biasanya berhubungan dengan budaya dan kebiasaan setempat. Seperti musim haji kemarin juga. Keesokan harinya ketika mengantar bapak ibu mertua, ada acara yang didakan oleh jamaah masjid setempat di rumah. Apa ya istilahnya, sholawat haji gitu. Serius, acaranya kaya pengajian gitu, dan begitu kami uda mo berangkat ke Gor, tempat berkumpul para jamaah haji, suasanan jadi haru campur sedih gimana. Jadi kaya mau ditinggal lama, banyak yang nangis, mengharu biru pokoknya. Padahal kalo dipikir, ini uda keberangkatan bapak yang kelima kalinya, dan kedua kalinya untuk ibu. Saya, berhubung memang ga bisa liat orang nangis, malah ikut mewek. Heran deh kebiasaan satu ini...baca buku bisa nangis sampe pusing, bahkan liat iklan yang rada 'trenyuh' saya bisa lho nangis, lhah ini di depan mata semua pada nangis, eeee,,,jadi jadi kebawa deh.

Sampai di jalan, suasannya uda bedaaaaa bgt sama hari biasanya. Persisi kaya hari raya. BAhkan orang2 yang rumahnya di pinggir jalan dan ga nganterin berangkat haji aja pada kluar, seolah2 menunggu pawai karnaval yang mo lewat. Pas mo masuk GORnya, jalan macet cet dan terpaksa musti jalan kaki. Wow banget deh. Yang lebih heran lagi, ada beberapa mobil calon jamaah haji yang dihias bak mobil penganten, iya dihias!

Nah begitu uda pamitan, dan kami pulang naek becak sampe rumah, tante2 mulai menjelaskan budaya berangkat haji yang beberapa menit lalu sempat buat saya bengong. Ternyata, biasanya orang2 dari pulau yang membawa serta seluruh sanak famili dan mungkin beberapa tetangga untuk nganter. Jadi, Sumenep madura  itu bukan cuman bag timur pulo madura, tapi juga pulau2 yang tersebar di sekelilingnya, yang katanya ratusan pulau. Waaaoww....banyak yach. Nah, kata salah satu tante, kalo yang uda tinggal di kota, biasanya 1 mobil isinya 2-3 calon jamaah, tapi yang nganter 1 aja, yang lain cukup dari rumah. Nah kalo yang masih di pulau itu, satu calon jamaah haji yang nganter semobil elf 'jejel'. Ahahaha, bisa aja si tante. Well, tapi itu pengalaman. Lagi2 saya dipertemukan dengan hal baru, dan menyenangkan, ga bikin bosen dan tambah ilmu.

Uda kali ya ceritanya. sampai jumpa di post selanjutnya....
Selamat tidurrr ^^

Jumat, Agustus 31, 2012

"Kontribusikan dirimu untuk orang lain"- Tika Yusuf

Pagi ini saya menunda untuk pergi memeriksa persediaan barang karna inget kalo hari ini episode akhirnya Tika n Friends di swaragama, radio yang selama ini sempat menemani pagi saya bergumul dengan kain, mesin jahit dan jarum.
Tika Yusuf adalah penyiar nomer wahid deh di kota JOgja ini. Siapa to yg ga kenal Tika Yusuf. Beberapa waktu lalu, saya sempat menyambangi note di facebooknya. Cerita tentang bagaimana ia mendulang kesuksesannya. Sejak saat itu, tiap pagi saya ga ketinggalan nongkrongin swaragama. Well, mbak Tika Yususf atau mbak Finfin ini memang selalu menebar semangat positif tiap pagi. Sebagai pribadi yang moody, mendengar siarannya, mood saya yang awalnya 'peteng', pasti berubah 'padhang'.

Sampai akhirnya, sejak hari senin lalu, uda ada kabar kalo minggu itu adalah siaran terakhirnya seorang Tika Yusuf  di swaragama. Naluri kepo saya terpanggil, dan ternyata bener, lewat webnya swaragama yang di posting oleh Andin Rahmana (penyiar juga nich), info kepergian Tika Yusuf terjawab. Dia bakal meninggalkan zona nyamannya menuju sebuah daerah terpencil yang mungkin susanh sinyal, ga ada ATM, bahkan listrik pun entah untuk mengikuti INDONESIA MENGAJAR.

Lagi2 saya cukup tertegun dengan info tersebut. "Iki mbak Fin beneran bakal ikutan Indonesia Mengajar??". Dengan segala kepopuleran dan kecukupan yang sudah diraihnya, yang actually sangat membanggakan orang tua, adik, saudaranya and even me, seseorang yang mungkin tidak begitu dikenalnya namun memiliki sejarah tempat lahir dan tumbuh yang sama, Kotagede.

Akhirnya, lewat siaran pagi ini, saya mendapat jawabannya. Jawaban seorang Tika Yusuf yang memang bener2 bikin speachless. Kepopuleran yang mendulang kesuksesannya memang zona yang begitu nyaman. Tapi, semua itu dia tinggalkan untuk berbagi. Pelajaran yang pertama saya pelajari pagi ini. Dengan kata, ia mampu menjadi announcer, trainer, manager, supervisor dibidangnya. Dengan harta, ia mampu menyamankan orang2 yang disayanginya, keluarga. Dengan tahta, ia mampu memberi pengaruh positif di sekitarya. Dan kali ini, dengan cinta, saatnya ia berbagi.

Inspiring banget ya. Kalo boleh jujur saya ikutan nangis lho di saat2 terakhir di jadi passion booster. Bahkan saya sempet ambil video livenya via hp.


Potonya ga jelas siy ya...gapapa deh. Well, ini kalo boleh dibilang saya kok jadi mirip admirernya mbak @tikayusuf yang kepo ya.. Gapopo y,mb fin. Tp bener kok, sejak pandagan pertama pada notemu yang menginspirasi kemudian siaran2mu, aura positif itu tertular padaku secara tidak langsung. #eaaa

Saya orang yang nekat dalam mengambil kesempatan dan keputusan, sama halnya dengan @tikayusuf yg ia ceritakan. Tapi saya bukan orang yang maksimal dalam melaksanakan apa yang saya nekatkan dulu. Berbeda dengan @tikayusuf. Pencapaian yang ia dapatkan sekarang pastilah karna apa yang ia lakukan benar2 maksimal.
Ketika membaca notenya dan mendengar live storynya tadi, saya merasa tertampar keras, "Ngapain kamu selama ini, diiiin??!?!". Di usia yang sama, cuma beda bulan, di elementary school yang sama, tapi dengan posisi umur 25 yang sangat berbeda. Saya masih membangun usaha dengan terus memompa darah entrepreneur saya , perjuangannya masih di titik 0. Kalo boleh saya bermimpi, kelak saya juga berharap meraup 4TA dalam hidup saya yang telah saya tuangkan dalam Proposal Hidup.

Well, mbak @tikayusuf, selamat menjalankan tugas mulia..mengabdi dan berbagi di daerah terpencil. Eh, saya pernah kepikiran lhoh, mungkin setaun lagi, @tikayusuf ini bakal nongol kok di kickAndy Show, dan menginspirasi lewat media visual nasional. Jika saya boleh memberi satu kata untuknya maka itu adalah "WOW". Jadi kalo ada yang nanya "Jadi gw harus bilang 'Wow',gitu?" Maka jawabannya adalah YA.

Tengkyuh so much ya mbak fin, posting ini spesial dibuat untuk jenengan. Saya pernah ngetwit bahawa suatu saat semoga saya bisa menyusul mbak fin, maka kali ini pasti, di bidang saya tentu saja. Semoga Allah melancarkan semua usaha dan memberikan barakah pada setiap langkah yang ditempuh mb fin yach. Big thanks for inspiring me... 




Rabu, Agustus 29, 2012

TDA Jogja - Fashion Business Club

Sebenernya uda nunggu dari kemaren pengen posting hari raya sampe dengan cerita mudik. Tapi berhubung dokumentasi masih di tangan mas abi yang lagi super sibuk ngurusi kegiatan kampus, alhasil postingan kepending terus.
Kali ini dilompatin aja, saya mo posting tentang acara TDA Jogja - Fashion Business Club yang kemaren sore (28 Agt) diadain di kantin S15.

Well, fyi saya mengenal TDA dari dunia maya, uda cukup lama, setengah tahunanlah. Sejak resign dan mulai menghadapi jatuh bangun membangun usaha sembari memfokuskan diri, saya tertarik pengen ikut event2 yang diadain TDA Jogja. Tapi berhubung belum ada nyali *ngaku*, karna masih sangat pemula, saya cuma ngikutin timelinenya ajah. Jadi critanya sempet jadi secret admirernya TDA Jogja nich... ^_^

Nah, so thanks to Allah yang ngasih saya kesempatan kemaren kebetulan nengokin timelinenya TDA Jogja di fb. Ada event yang bakal diadain sore itu juga. This event create by Mas Tiyok, adminnya TDA jogja. Event yang dinamai dengan TDA Jogja - Fashion Business Club ini kemudian menggugah nyali saya untuk datang. Saya pikir, ini pasti kan orang2nya berhubungan dengan fashion ya, usaha yang sedang saya tekuni, pasti bakalan seru belajar di sana. Nah, berbekal ijin dari suami yang belum kelar ngantor saat saya harus menghadiri event itu, berangkatlah saya ke Kantin S15 milik mas Iqbalrekarupa.

Awal dateng baru beberapa yang 'ketok'. Tapi so glad ketika matahari makin tenggelam, makin banyak yang hadir. Acara dimulai dari perkenalan, terutama perkenalan bisnis. So much enthusiasm face there, dan menyenangkan share dengan orang2 yang memiliki passion di dunia yang sama.  

Foto yang diambil Bagus sebelum masuk kantin, i guess..Dan saya mana saya..?
So much fun juga ketika pada akhirnya rencana2 sinergi dengan beberapa member cukup memberikan bayangan yang bagus dan sama2 menguntungan. Hopefully, bisa terus belajar dari senior dan juga teman2 di situ. ^^

Cukup lama bervakum ria dari organisasi membuat saya sangat bersemangat untuk kembali menjadi member komunitas2 di Jogja. Mendengar pengalaman dari orang lain itu ilmu mahal, makanya seneng ketika banyak teman share. Thanks TDA Jogja FBC, see ya all soon.. 

Ladies of TDA Jogja FBC (tapi ga lengkap)
Sumber photo: hasil kiriman via bbm dr Riana.








Selasa, Agustus 28, 2012

EID MUBARAK

Masih syawal kan ya...belon telat banget kan kalo saya mo mengucapkan

Taqoballahu minna wa minkum
Happy Eid Mubarak for all Muslimah around the world :) 


Me and my sist in law after pray eid.
Berhubung cuman itu dokumentasi di tempat kejadian shalat ied, yach itu seadanya deh....
Next post, saya pengen berbagi cerita tentang hari itu lewat beberapa dokumentasi plus ntar kita bahas juga outfit saya. Akan jadi HOT COLLECTION of the month deh. ;)

see ya, all....Maap lahir bathin yach...

Selasa, Agustus 07, 2012

Elegi Perempuan dan Shopacholic


Hai readers, assalamu'alaikum.. Masih ada saya dina di sini, dengan gejala kemalasan ngeblog (lagi) yang merajalela. Ga ngerasanya uda separuh Ramadhan dilalui. Betapa oh betapa cepet ya waktu ini.

Oia, readers, coba cung deh siapa yang ga suka belanja?? mana?mana? ada yang angkat tangan? Hampir ga ada deh pasti. Terutama para kaum hawa. Ibarat di padang gersang, belanja itu bagai oase untuk para mbak2 sampai emak2. Termasuk saya (ngaku). Mo ngebahas ini nich, readers. Karna ternyata, belanja kadang bisa ngilangin stres dan sumpek, tapi tak jarang yang jadi bumerang bagi si pelaku. (uda kaya bahasa berita kriminal)

Berhubung saya sedang berhadapan dengan seseorang yang belanja seenak pala dia di toko saya dan sampai sekarang utangya jatuh tempo ga dibayar2, dan beberapa kali mendapat cerita tentang emak2 hedonis yang ternyata tukang pinjem duit, tergelitik juga nich buat ngebahas masalah yang satu ini.

Penggemar belanja biasanya disebut dengan shopacholic. Shopaholic berasal dari kata shop yang artinya belanja dan aholic yang artinya suatu ketergantungan yang disadari maupun tidak. Shopaholic adalah seseorang yang tidak mampu menahan keinginannya untuk berbelanja dan berbelanja sehingga menghabiskan begitu banyak waktu dan uang untuk berbelanja meskipun barang-barang yang dibelinya tidak selalu ia butuhkan (Oxford Expans).
Dengan kata lain,  Shopaholic adalah seseorang yang memiliki pola belanja eksesif yang dilakukan terus menerus dengan menghabiskan begitu banyak cara, waktu dan uang hanya untuk membeli atau mendapatkan barang-barang yang diinginkan namun tidak selalu dibutuhkan secara pokok oleh dirinya.

Biasanya para perempuan nich yang kena penyakit satu ini. Saya sebut penyakit karna dia dia memang menjangkiti, sodara2. Dari anak2, remaja, mbak2, sampai emak2 yang notabene manajer rumah tangga. Tapi jangan salah juga, sekarang ini mas2 sampai bapak2 juga ada yang terjangkiti loh.

Beberapa waktu lalu seorang teman curhat, berkali2 dia mendapat bbm dan sms suruh minjemin duit kepada seseorang di luar batas radar perkenalan saya. Menurut pendapat teman saya, si peminta ini dikenal sebagai emak2 yang supel dan loyal. Jalan sama dia bawaannya pasti ditraktir. Dandannya juga super dah. Kayanya uang ngalir aja sama tuh ibu. Makanya teman saya sempet kaget ko tiba2 si ibu itu mo pinjem duit ke teman saya yang secara cap finansial masih selevel saya juga, penganten baru, rumah tangga baru, usaha baru, dan tentu saja prihatin. #uhuk.
In other side, display pic bbm si ibu itu kayanya pesta pora hura-hura mulu sama temen2 segengnya, emak2 juga. Nah, curiga lah teman saya itu. Masa iya idupnya pesta pora gitu tapi 2jt aja minjem duit ke kita? Usut punya usut, si ibu ini ga cuma minjem ke temen saya, tapi juga ke temen2nya yang lain, dg nominal yang mengejutkan. Pikiran pertama saya : ga malu nich ? kasian..

Kasus lainnya, yang sedang saya hadapi sekarang. Singkat cerita, saya dapet kenalan dari slh seorang tmn sma. Nah, si kakak ini bermaksud meresell prod saya. Tawaran menarik donk yach. Awalnya hubungan bisnis dan pertemanan ini berjalan lancar, sampai bulan lalu dia meminta saya mendesain baju sarimbitnya dengan suami. Berikut korsase2 lucu nan banyak yang dipesanya. Berdasar pengalaman dan pertemanan, saya yang begitu polos (atau bego) ini percaya aja gitu sm dia.Total belanjanya sekitar stengah jtaan.Tentunya untuk setaraf dia itu mah gampang, pikir saya. Tapi dari cara halus, sampe melibatkan teman sma saya, dia ga bayar juga tuh utang. Dan benar, ternyata bukan saya saja korbannya, tp olshop2 lain (mungkin punya temennya jg). Info2 itu mengalir dari teman sma sy yang dulu pernah ngenalin. Malah dia gitu yg ngerasa ga enak. Parahnya tu orang pernah nipu mentah2 kluarganya, duit jugak nich masalahnya. Maka kemudian saya sadar : bego amat ya gw!

Berdasar pengalaman itu, saya mencoba melihat lagi apa yang memungkinkan seorang perempuan yang luarnya cantik, bahkan terlihat begitu melimpah bisa melakukan hal-hal yang menurut saya ga terhormat bahkan kriminal seperti itu. Maka jawaban saya tersudut pada satu kata : BELANJA

Gaya hidup hedonis, keinginan membangun persepsi dengan tampilan, atau mungkin latar belakang kluarga lingkungan agama yang tidak seimbang bisa jadi penyebab shopacholic ini. Kalo shopacholic berdasar kemampuan sich monggo ya.. maksudnya kalo sampai merugikan orang lain apalagi sampai menipu dan menggunakan berbagai cara, itu yang mengerikan.

Berikut secuil tips dari saya untuk kamu yang kadang hati dan mata tak dapat terkendali saat melihat barang2 di mall, toko, pasar, olshop, dan tempat ngabisin duit lainnya.

1. For muslim(ah) : Baca ta'awudz sebelum masuk ke area "ngabisin duit".
 
   Ini cara paling gampang tapi sering banget dilupain. Saya dapet tips ini dari suami. Karna sering nyesel merasa bersalah saat terlanjur membeli barang yang yang sebenernya ga dibutuhin, suami nyaranin tips ini sebelum belanja. Well, tapi bener juga, karna pada dasarnya apapun itu yang berlebihan adalah godaan syaitonirojim, termasuk belanja. Nah, kalo mau belanja, usir dulu tuh penghasut utamanya dari mata, hati dan semua sudut dimana kita berada. So far, tips ini manjur saya gunakan kok..hehe

2. Make sure before buy

Nah, klo uda ketemu sama barang yang kita mo beli. Pastiin lagi deh, apakah barang itu kita perluin. Untuk apa aja, kapan mo dipake, mo dipake dalam jangka panjang atau jangka pendek, dan lainnya. Kadang saya tambahin juga, kira2 awet ga ney barang, trus bisa jadi barang pelengkap barang2 dirumah apa engga. Biasanya pakaian nich yang beginian. Pilih warna-warna netral saat belanja pakaian, jadi pastikan dia bisa di mix and match dengan pakaian di rumah agar kliatan baruwwwww lagi ... :D

3. Buy then sell

Salah satu yang melatarbelakangi saya untuk buka olshop adalah hobi belanja inih. Gimana caranya saya ga cuma bisa ngabisin duit tapi juga menghasilkan. Nah, hobi belanja ini bisa disalurin dengan belanja bahan baku (klo produksi) atau bahkan barang jadi untuk kemudian dijual lagi. Rasakan sensasinya, bahkan lebih menyenangkan melihat hasil karya dan belanjaan kita dipake orang lain ketimbang kita sendiri.

4. Sering-sering sedekah

Investasiin dulu deh kesenangan dengan sedekah. Kalo nabung di bank itu masih bisa di ambil di atm atau autodebet untuk belanja. Tapi kalo nabung di orang yang masih kurang beruntung, hasilnya bukan hanya imbalan berlipat2 di dunia, tp juga di akherat nanti. Well, saya tipe orang yang ga begitu seneng nyimpen duit, baik cash maupun bank. Selain duit emang lagi surut, hahaha :D. Tapi iya, lingkungan di keluarga, ibu terutama sering baget bikin saya iri kalo ngasih ke orang lain dengan loyalnya. Entah buat sekolah anaknya, atau sekedar untuk memberi lauk ke tetangga. Beberapa waktu yang lalu saya juga sempet baca artikel webnya pak Jamil Azzaini yang judulnya Jangan Menabung. Setidaknya, ketika kita berbagi, kepuasan batin itu melebihi kepuasan saat kita memakai gaun mahal atau tas branded yang hanya dipandang mata manusia, tidak lebih.


Sekilas tentang satu sisi sifat manusia yang nyaris dianggap biasa namun membahayakan. Semoga bermanfaat dan salam ngopi ^^v slurrrppp...eh puasa