Pagi ini saya menunda untuk pergi memeriksa persediaan barang karna inget kalo hari ini episode akhirnya Tika n Friends di swaragama, radio yang selama ini sempat menemani pagi saya bergumul dengan kain, mesin jahit dan jarum.
Tika Yusuf adalah penyiar nomer wahid deh di kota JOgja ini. Siapa to yg ga kenal Tika Yusuf. Beberapa waktu lalu, saya sempat menyambangi note di facebooknya. Cerita tentang bagaimana ia mendulang kesuksesannya. Sejak saat itu, tiap pagi saya ga ketinggalan nongkrongin swaragama. Well, mbak Tika Yususf atau mbak Finfin ini memang selalu menebar semangat positif tiap pagi. Sebagai pribadi yang moody, mendengar siarannya, mood saya yang awalnya 'peteng', pasti berubah 'padhang'.
Sampai akhirnya, sejak hari senin lalu, uda ada kabar kalo minggu itu adalah siaran terakhirnya seorang Tika Yusuf di swaragama. Naluri kepo saya terpanggil, dan ternyata bener, lewat webnya swaragama yang di posting oleh Andin Rahmana (penyiar juga nich), info kepergian Tika Yusuf terjawab. Dia bakal meninggalkan zona nyamannya menuju sebuah daerah terpencil yang mungkin susanh sinyal, ga ada ATM, bahkan listrik pun entah untuk mengikuti INDONESIA MENGAJAR.
Lagi2 saya cukup tertegun dengan info tersebut. "Iki mbak Fin beneran bakal ikutan Indonesia Mengajar??". Dengan segala kepopuleran dan kecukupan yang sudah diraihnya, yang actually sangat membanggakan orang tua, adik, saudaranya and even me, seseorang yang mungkin tidak begitu dikenalnya namun memiliki sejarah tempat lahir dan tumbuh yang sama, Kotagede.
Akhirnya, lewat siaran pagi ini, saya mendapat jawabannya. Jawaban seorang Tika Yusuf yang memang bener2 bikin speachless. Kepopuleran yang mendulang kesuksesannya memang zona yang begitu nyaman. Tapi, semua itu dia tinggalkan untuk berbagi. Pelajaran yang pertama saya pelajari pagi ini. Dengan kata, ia mampu menjadi announcer, trainer, manager, supervisor dibidangnya. Dengan harta, ia mampu menyamankan orang2 yang disayanginya, keluarga. Dengan tahta, ia mampu memberi pengaruh positif di sekitarya. Dan kali ini, dengan cinta, saatnya ia berbagi.
Inspiring banget ya. Kalo boleh jujur saya ikutan nangis lho di saat2 terakhir di jadi passion booster. Bahkan saya sempet ambil video livenya via hp.
Potonya ga jelas siy ya...gapapa deh. Well, ini kalo boleh dibilang saya kok jadi mirip admirernya mbak @tikayusuf yang kepo ya.. Gapopo y,mb fin. Tp bener kok, sejak pandagan pertama pada notemu yang menginspirasi kemudian siaran2mu, aura positif itu tertular padaku secara tidak langsung. #eaaa
Saya orang yang nekat dalam mengambil kesempatan dan keputusan, sama halnya dengan @tikayusuf yg ia ceritakan. Tapi saya bukan orang yang maksimal dalam melaksanakan apa yang saya nekatkan dulu. Berbeda dengan @tikayusuf. Pencapaian yang ia dapatkan sekarang pastilah karna apa yang ia lakukan benar2 maksimal.
Ketika membaca notenya dan mendengar live storynya tadi, saya merasa tertampar keras, "Ngapain kamu selama ini, diiiin??!?!". Di usia yang sama, cuma beda bulan, di elementary school yang sama, tapi dengan posisi umur 25 yang sangat berbeda. Saya masih membangun usaha dengan terus memompa darah entrepreneur saya , perjuangannya masih di titik 0. Kalo boleh saya bermimpi, kelak saya juga berharap meraup 4TA dalam hidup saya yang telah saya tuangkan dalam Proposal Hidup.
Well, mbak @tikayusuf, selamat menjalankan tugas mulia..mengabdi dan berbagi di daerah terpencil. Eh, saya pernah kepikiran lhoh, mungkin setaun lagi, @tikayusuf ini bakal nongol kok di kickAndy Show, dan menginspirasi lewat media visual nasional. Jika saya boleh memberi satu kata untuknya maka itu adalah "WOW". Jadi kalo ada yang nanya "Jadi gw harus bilang 'Wow',gitu?" Maka jawabannya adalah YA.
Tengkyuh so much ya mbak fin, posting ini spesial dibuat untuk jenengan. Saya pernah ngetwit bahawa suatu saat semoga saya bisa menyusul mbak fin, maka kali ini pasti, di bidang saya tentu saja. Semoga Allah melancarkan semua usaha dan memberikan barakah pada setiap langkah yang ditempuh mb fin yach. Big thanks for inspiring me...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar