Sabtu, September 21, 2013

Teruntuk Sahabatku, Ibu Seorang Prajurit Syurga

Kabar duka lagi-lagi menghampiriku. Siang kemarin, saat aku masih disibukkan dengan desain blog pesanan seorang teman. Kali ini dari seorang karib yang kutahu kini tinggal di pulau seberang. Seorang sahabat yang kutahu sedang menunggu kelahiran sang buah hati tercinta, setelah kehamilan yang merupakan hal 'ajaib' yang pernah terjadi dalam hidupnya....sepertiku.

Seketika badanku merinding, jariku melemas dan butuh beberapa waktu untuk bisa membalas kabar dari karib lain yang mengabarkan. "Allah....kenapa harus lagi?". Satu lagi seorang sahabat baik kehilangan buah hati setelah tujuh bulan dititipkan pada rahim ibunya. Bahkan ada saat kabar itu kudengar, sahabatku masih berhadapan dengan kondisi yang diinduksi untuk melahirkan buah hatinya... Aku membiarkan kabar itu terendap dulu, mendoakan sahabatku dalam sholat2ku setelahnya.

Esok paginya, baru aku mampu menyapanya lewat percakapan dalam pesan. Muhammad Fitrah, keponakanku dimakamkan pagi harinya, dan kini sang ibu sedang menjalani masa pemulihan di RS.

Lalu apa? Terbersit dalam benakku, apakah kami belum dipercaya untuk menjadi ibu? Kurasa ini bukan soal kepercayaan Tuhan pada kita. Ini soal 'paket ujian'. Coba tengok beberapa kasus yang sering kita lihat di televisi, betapa ada keluarga yang tak mampu tapi memiliki keturunan yang begitu banyak, hingga kemiskinan itu seperti terwarisi. Dan jika mereka bisa memilih, mungkin hanya satu aatau dua orang anak saja yang dititipkan. Jika kami paket ujian kami adalah perpisahan sementara dengan buah hati, maka paket ujian mereka adalah banyaknya anak dengan keterbatasan rejeki. Ini bukan soal kepercayaan, ini soal ujian, yang memang harus dihadapi bagi setiap hamba pilihanNya.

Teruntuk sahabatku,
Kuatlah, karna ini sementara
Sabarlah, seperti yang pernah kau sampaikan padaku
Muhammad Fitrah mungkin kini sedang bermain dengan Muhammad Mashka
Mereka hanya menunggu kita
Sebentar saja,
Sabar dan kembali ikhtiar,
karna ganti itu pasti dari Allah
Ini adalah kado, hanya bungkusnya saja bernama 'musibah'
Ini adalah jalan untuk menikmati manisnya buah ditengah duri
Doaku selalu untukmu, juga ibu2 para prajurit syurga lainnya. 
Agar lobang hati karna kedukaan dan kepedihan segera ditambal dengan keikhlasan dan keimanan


21.09.13
Dalam pelukan doa untuk para ibu pejuang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar