Bismillah...
Pagi ini jumat kesekian setelah kepergian Mashka yang masih sering mejadi episode dhuhaku terisak. Maka tak bisa dipungkiri kenapa Nabi Ya'qub as sampai buta lantaran kesedihannya sepeninggal Yusuf as. Dan satu-satunya cara membangkitkan semangatku kali ini masih sama, menyiapkan pesanan produk babymashka agar segera cair menjadi jalan sedekah. InsyaAllah.
Tapi pagi ini, lagi2 aku terpaku pada beberapa kisah dan foto. Dari buku LaTahzan pemberian seorang sahabat, salah satu tips untuk tidak larut dalam kesedihan dan kedukaan adalah dengan mengingat bahwa masa lalu tidak akan pernah kembali, semua adalah ketentuanNya dan mengingat bahwa semua orang di dunia ini telah memiliki kadar masing2 untuk menerima ujiannya.
Coba lihat gambar yang satu ini, kutemukan saat menjelajah dunia maya.
Aku terpaku sejenak menatap foto ini. Seperti ditampar dan diteriaki: "HEI, ujianmu itu belum seberapa, Din!!"
Semoga ini bukan hanya menjadi peringatan bagi saya terutama, namun juga siapapun yang sedang merasa terhadang musibah. Bagaimanapun, keterbatasan diri tak akan membatasi ketaatan seseorang, teerlebih kita yang masih dikaruniai kedua tangan untuk sempurna saat takbiratul ihram, dan kedua kaki yang masih mampu menopang kala rukuk dan sujud.
Maka Nikmat Tuhanmu manakah yang kamu Dustakan?
-Semoga bermanfaat-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar