Setelah awal bulan lalu sempet konsultasi ke obgyn (baca : posting "meet the obgyn"), beberapa hari lalu aku dan abi memutuskan untuk mencari 2nd opini ke obgyn lain, tapi di rumah sakit yang sama.
Kali ini sebenernya niat utamanya adalah pemeriksaan organ genital yang memang sejak melahirkan belum kulakukan. Berhubung obgyn yang pertama itu laki2, walopun senior, tetep risih to yoo....
Nah, singkatnya, kami memang sudah lama mengetahui tentang obgyn kedua ini. Namun karna beberapa waktu sebelumnya ada temen yang cerita bahwa nich obgyn komunikatif banget dan 'ga kesusu' kalo konsultasi, maka kami pun memutuska untuk menemui obgyn perempuan ini.
Tadinya ga ada niat untuk konsultasi, cuma periksa tok, tapi karna saat masuk (saat itu jam stengah 10 malam), si obgyn sudah menyambut dg muka sangat ramah, maka sesi konsultasi ke spog berasa konsultasi ke psikiater. Lhoh ko bisa? Iya, stelah kami menceritakan tentang Mashka, dokter ini sepertinya menaruh simpati pada kami, terlihat dari gaya bicaranya. Atau mungkin karna sama2 perempuan ya, entahlah...yang jelas aku nyaman untuk berbagi.
Setelah pemeriksaan yang ternyata memang ada sedikit masalah, walopun ga menganggu dan beresiko, sesi konsul pun berlanjut.
O : "Saya tau banget pasti rasanya berat, terutama bagi ibunya ya.. Tapi mari diendapkan saja. Pikirkan hal positifnya, ini memang hasil dari seleksi alam. Jika anaknya memang bertahan, kemudian harus menjalani perawatan dalam jangka waktu yang panjang, itu pasti jadi beban tersendiri buat anda berdua selaku orang tuanya, terlebih pada anaknya. Dan lagi, perawatan luka kolostomi itu kan juga tidak mudah.
Nah itu, anaknya Ibas, cucunya SBY kan juga mengalami hirsprung, ya walaupun selamat, perawatan jangka panjang harus terus dilakukan, sampai si anak tumbuh dewasa nanti.
Sudah, pikirkan masa depan, jangan trauma ya....Malah biasanya kalo anak pertamanya terjadi hal2 yang tdk diinginkan, anak2 selanjutnya bisa sehat2.
Memang, sampai saat ini penyebab hirsprung belum diketahui. Memang ada indikasi penyebab faktor lingkungan seperti pestisida, debu, makanan yang mengandung zat kimia, dan lain2, tapi kalopun demikian, itu hanya 1% kemungkinannya. Yang jelas, hisprung merupakan bawaan lahir. Sudah dari sononya kalo orang bilang.Saya paham sekali pasti berat, tapi harus berusaha tetap kuat.
Penjelasan panjang lebar ini dan nassehat2 itu diberikan dengan ramah oleh dokter ini. Yang lebih membuat kami lega, ternyata kami sudah bisa memulai program kehamilan selanjutnya.
Us: Jadi dok,kapan bisa program hamil lagi ya sebaiknya?
O : Sekarang2 ini nich uda pas banget...3 bulan setelah melahirkan uda bs ko program lagi. Katanya sunah Nabi... (sambil nyengir). Yang penting harus tetap berpikir positif ya. Ga usah takut.
Us : Trus perlu periksa lab ga, dok?
O : Haiah, ga perlu. Tapi kalo mau gapapa. Ngabis2in duit. Itu tadi pasien saya ada yang periksa trus bawa hasil cekupnya ke saya. Hasilnya tak tunjukin ke dia, "Nich, hasilnya negatif semua to", nah kena 2,3juta. Hehe...Maksudnya bukan masalah uang, saya sich yakin uang bukan perkara penting, tapi untuk priksa2 lab gitu perlu alasan medis tersendiri. Kalo memang gapapa, cukup berpikiran positif saja.
Bliau juga memberi vitamin untuk kesuburan. Bahkan saat akan berpamitan beliau menyerahkan kartu namanya.
O: Ini kartu nama saya, kita kontak2an ya.. Semoga besok kesini lagi sudah hamil.
Aamiin...
Ahhh, ada yang melegakan meski ya, sebelumnya sempet konsul sama obgyn lain via email untuk checkup ke lab. Pada intinya memang pemlihan jiwa. Seperti pagi ini, aku uda whatsappan sama seorang sahabat yang senasib. Pada intinya, ibu satu ini masih sering keingetan sang buah hati. Apalagi saat nengok bayi, atau bahkan melihat anak kecil sekalipun.
Tidak dipungkiri, kehilangan buah hati itu seperti kehilangan separuh nafas kehidupan. Dari cerita para 'senior' yang pernah bernasib sama, rata-rata ada yang frustasi dan harus terapi dengan psikiater. Kami beruntung masih bisa saling menguatkan. Berita bahagia kelahiran itu membahagiakan kami, jujur meski kami harus berjuang menahan tangis di dalam hati. Kami mungkin dianggap aneh karna masih mampu tertawa lepas dan bersenang-senang, tapi sungguh kami hanya tak ingin mendapati tatapan kasihan. Yang kami harap cuma doa...setulus2nya doa agar kebahagiaan itu enggan berlama-lama menyapa kami...
Selamat menyapa pagi dengan semangat ^^
Semoga bermanfaat..
Smangat mbak buat program adeknya Mashka.....
BalasHapusAyo kita berjuang, berdoa.....
Insyaalloh Alloh punya rencana terbaik buat qt
aamiin....ikhtiar utk adiknya mashka dan genduk ya, mbak.... Saling menyabarkan, saling menguatkan.. :)
Hapussepp, selalu ikthiar n semangat buat adeknya anak2 qt yg sudah jd prajurit di Surga
HapusALLAH PUNYA RENCANA YANG LEBIH INDAH UNTUK QT :)
BalasHapusboleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah : 216)
saling menyabarkan ya, abi... *hug*
Hapus