Baru beberapa hari lalu aku sering posting tentang kabar duka para 'pejuang kecil' yang kudengar. Dan kali ini pun lagi. Ah, kalo saja bisa memilih, tentu kabar bahagia yang ingin selalu kutilis di blog ini.
Kemarin, dari mbak Yulie, kudengar 3 berita duka pejuang kecil. Ya, tiga, dalam hari itu. Dan satu lagi dari seorang teman, yang awalnya kita janjian ke salon tapi dia sempat ragu karna tetangganya ada yang meninggal. Tanpa sengaja, aku tau bahwa tetangga temanku itu adalah kawan keponakanku yang masih kelas 7.
Dari keempatnya, tak ada yang kukenal, namun dari keempat berita itu pula hari itu aku mendapat pelajaran....seperti biasanya, kematian memang pelajaran terbesar.
Aku mulai mengingat, sejak aku melahirkan Mashka, dan kemudian harus merawatnya dirumah sakit, hingga detik ini, berita duka para pejuang kecil sering terdengar di telinga, yang dulunya merupakan hal yang amat sangat langka bagiku. Mataku seperti baru saja terbuka, melihat begitu banyak orang tua yang kehilangan.
Keempat berita kemarin berasal dari provinsi yang sama denganku, Jogja. Bagaimana di Indonesia, di dunia? Betapa begitu banyak orang tua yang terpaksa harus menghadapi ujian ini....
Keempat berita kemarin berasal dari provinsi yang sama denganku, Jogja. Bagaimana di Indonesia, di dunia? Betapa begitu banyak orang tua yang terpaksa harus menghadapi ujian ini....
Aku mungkin termasuk beruntung, karena menulis mampu memupus kedukaan yang kualami, aku juga beruntung memiliki keluarga, sahabat dan buku yang membuat kesedihan ini tak mengerogoti jiwaku. Lalu bagaimana jika ibu itu orang yang tertutup? atau yang menyimpan kesedihannya sendiri dan terlarut dalam kedukaan?
Sejenak aku memiliki ide untuk membuat suatu forum komunikasi. Aneh memang, latar belakangku yang akuntansi memang tidak memiliki ilmu yang kompenten dalam hal ini. Namun paling tidak, aku adalah pihak yang memiliki pengalaman yang sama. Setidaknya aku memiliki kemampuan untuk berempati lebih pada kejadian serupa yang dialami orang lain.
Aku mencoba mengkomunikasikannya dengan teman 'seperjuangan', dan hasilnya mereka menyetujuinya. Aku juga mencoba bertanya kepada seorang sahabat yang memang memiliki ilmu psikologi. Dia mengiyakan. Forum ini bertujuan untuk tempat sharing dan memotivasi para orang tua yang kehilangan buah hati.
Berhubung ide ini seperti amanah tersendiri, beberapa orang yang kupercaya memiliki kemampuan dan pengalaman kumintai pendapat dan saran, takutnya ini cuma ide 'grusah grusuh' dan emosional.
Ditunggu ya...kalaupun nantinya benar2 ada forum ini, semoga benar2 menjadi manfaat, bagi anggotanya maupun masyarakat pada umumnya.
Silakan yang mau kasih saran boleh via pesan personal atau komentar di posting ini ya.
-Semoga bermanfaat :)
Berhubung ide ini seperti amanah tersendiri, beberapa orang yang kupercaya memiliki kemampuan dan pengalaman kumintai pendapat dan saran, takutnya ini cuma ide 'grusah grusuh' dan emosional.
Ditunggu ya...kalaupun nantinya benar2 ada forum ini, semoga benar2 menjadi manfaat, bagi anggotanya maupun masyarakat pada umumnya.
Silakan yang mau kasih saran boleh via pesan personal atau komentar di posting ini ya.
-Semoga bermanfaat :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar