Kupandangi bulan malam ini..
Indah...namun mengabur seiring rasa rindu yg semakin membuncah...
Saraf otakku mengirim sinyal ingatan...
Pada posisi bulan yang sama, diputaran yang lalu..
Aku bertahan dengan apa yg orang sebut gelombang rahim..
Aku berjuang menahan sakitnya...
Kau berjuang menemui kami...
Semburat bayangan bulan..
Tergambar seorang ibu menggendong anaknya...
Semburat bayangan yang ada ketika aku dan kau berjuang di medan syahid...
Sungguh kala itu aku rela melepas nafas untuknya...
Hingga fajar tiba dan menuai keajaiban kehadiran prajurit surga...
Ah,sayang...
maafkan jika malam ini umi masih menggugu merindumu...
Lihat, alangkah indahnya bila ibu dan anak di bulan itu adalah kita...
Yang mengisi kesunyian malam dengan kehangatan pelukan...
dengan kesunyian hati yg melantunkan lagu kasih...
Sungguh umi sangat merindukanmu,duhai prajurit syurgaku...
Di sini sepi tanpamu,sayang...
Tidurlah di pangkuan umi sejenak lewat mimpi...
Umi akan minta ijin kepada Pemilikmu...
Seperti malam2 sebelumnya, setelah doa tidur, ayat kursy, dan alfatihah...
Ya Rabbi...
Berilah kesempatan pada ibu ini rasa bahagia bertemu sang buah hati ..
walaupun hanya di alam mimpi...
Allah...iman ini masihlah dangkal...
tapi ijinkan Ya Rabbi...Dzat Yang menguasai seluruh hati...
Yang Memegang seluruh jiwa...
Obatilah jiwa yg merindu ini lewat mimpi...
Seperti kuasanya Engkau menggambarkan kasih ibu dan anaknya pada semburat di purnama...
Maka gambarkanlah kasih kami lewat mimpi malam ini...
Sepi. 22.8.13
Tidak ada komentar:
Posting Komentar