Membacanya, seolah puisi ini juga dipersembahkan untuk saya. Sebuah puisi yang semoga makin mengingatkan saya bahwa tak ada yang benar2 kita miliki, sehingga tak pantas merasa terlalu kehilangan...
Ya Allah,
Alam semesta raya ini adalah milik-Mu
Segala isinya adalah milik-Mu
Engkau yang menciptakannya,
Engkau Pemiliknya
Engkau Yang Maha kuasa atas semuanya
Termasuk orang-orang yang kucintai
Bahkan diriku,
raga dan jiwaku
rohku...
ada dalam Genggaman-Mu,
dalam Kekuasaan-Mu
Ya Allah,
Syukur dan terimakasih,
Engkau telah menitipkan milik-Mu
kepada kami
Muhammad Mashka Rayshiva Tsaqif
Engkau Maha mengetahui
betapa kami sangat menyayanginya
Tetapi ia milik-Mu
dan Engkau Yang Maha berhak mengambilnya,
memintanya kembali...
Ya Allah,
rasanya sangat sebentar kami bersama-sama
Tetapi banyak kenangan manis di antara kami
Suka dan duka
Bahagia dan kendala
telah kami lalui saat raganya masih di rahim maupun ketika sudah lahir
Kami telah ikhlas, Ya Allah
Karena kami mengetahui
ia sekarang merasa lebih nyaman
berada di sisi-Mu
Tidak ada lagi rasa sakit
yang mendera tubuh mungilnya
Ia sekarang leluasa bermain
di taman syorga-Mu
Sambil tak henti-hentinya bertasbih
mengagungkan Nama-Mu
Muhammad Mashka Rayshiva Tsaqif
memang milik-Mu
tetapi ia telah Engkau takdirkan menjadi anak kami
Tolong ya Allah,
Berilah kekuatan kepada kami untuk menjalani perpisahan ini
Kami tahu...
Ia pun rindu kami,
Abi Ummi..
dan Kakung Utinya..
Kelak apabila kami menyusul dia,
kembali kepada-Mu
Ia akan menunggu dan menyambut kami
di taman syorga-Mu......
Dengan tawanya yang renyah
dan mata yang indah
Muhammad Mashka Rayshiva Tsaqif
akan memeluk kami satu-persatu,
penuh rindu
Allahhumma,
Jurni fii mushibati
Khairum minha
Amiin Ya Rabbal 'alamiin
Sumber: rumah kain kasa bunda
dengan beberapa gubahan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar