Rabu, Oktober 19, 2011

Selamat milad, suamiku.. ^_^


Kubuka kembali postingan tahun lalu, tepat ditanggal yang sama tahun lalu. Yang kutulis dengan perasaan bersalah dan sedih…
Yach, setaun lalu, tidak seperti hari ini, ketika dia kembali bertemu dengan tanggal kelahirannya. Beberapa hari sebelumnya, aku sibuk menghitung hari dan menerka kemungkinan apakah ijin pulang dan bertemu dengannya bisa kudapatkan. Saat itu hari selasa, dan kemungkinan yang kuhitung mendapati angka 0%, mustahil! Setahun sebelumnya, atau dua tahun dari sekarang, di saat yang sama, aku belum diperkenankan untuk bertemu dengannya. Dan bayangkan betapa merasa bersalahnya aku ketika kemudian saat itu aku yang telah berjanji mendampinginya justru berada jauh darinya. Sepanjang hari tahun lalu aku diliputi ‘kegalauan’ dan rasa bersalah meski dia sedikitpun tidak mempermasalahkan hal itu. Bisa saja aku mengirimkan hadiah mahal lewat paket, tapi jika aku melakukannya, kebodohanku bisa dikuadaratkan seketika!! Ini bukan tentang hadiah, bukan tentang kado atau apapun yang selama ini menyimbolkan hari kelahiran. Bagiku, ini lebih pada kebersamaan, kebersyukuran dan intropeksi yang dapat dilakukan bersama.

Tapi tidak lagi di tahun ini! Cukup moment tahun pertama kami yang hilang. Kini aku sudah kembali padanya. Meski mungkin tidak lagi membelikan kado mahal dengan kualitas impor, tapi lebih dari itu. Kami mampu bangun bersama saat azan shubuh berkumandang, kami meikamati sarapan buatanku bersama, bahkan hari ini aku mengantarnya bekerja. Dan malam nanti, kami menyiapkan syukuran kecil untuk keluarga dan bapak2 yang biasa tadarus di rumah. Bukan sesuatu yang besar apalagi mewah. Bukan, tapi ini jadi momen pertama kami kembali, meski di tahun kedua. Biar saja momen pertama di tahun pertama kami hilang, setidaknya kami mampu belajar. Dan cukup, kami mulai membangun kembali penyangga rumah kami di tahun kedua ini.

SELAMAT MILAD, suamiku tersayang… Semoga usia yang tersisa menjadi barokah dan manfaat dunia dan akherat. Semoga kesabaran dan keshalehan yang selama ini membimbingku yang masih kurang ini tak berkurang sedikitpun dan senantiasa bertambah. Dan, semoga kasih sayang diantara kita, keluarga kita, hingga anak cucu kita senantiasa terjaga hingga pertemuan di jannah-Nya. Amien.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar