Jumat, Juni 17, 2011

Proposal Hidup


Sejak folo para trainer, komunikator dan pengusaha, makin banyak referensi yang saya dapat dari situ. Setiap hari, setidaknya pasti ada pelajaran baru yang di dapat untuk lebih menyemangati hidup dan menjadi 'bahan bakar' pelambung imajinasi untuk mewujudkannya jadi nyata.

Well, ini dia salah satu motivator, trainer sekaligus pengusaha, Jamil Azzaini, yang blognya ga pernah absen saya baca dan baru kemaren sempet baca history postnya.
Pendeknya, saya bertemu dengan posting berserinya yang berjudul Proposal Hidup. Di sini beliau memaparkan pengalaman hidupnya yang sebenarnya sedang mewujudkan proposal hidupnya.
Bukan hal baru juga, hampir sama dengan yang trainer lainnya ajarkan, pada intinya adalah menuliskan impian, harapan, agar kemudian kita mampu terarah menggapainya.

Tapi dasar saya, ketika dulu jaman masih kuliah 'Pengembangan Diri', pernah juga buat daftar impian, rencana dan harapan, bahkan dalam kurun waktu 5 tahun. Tapi itu dulu saat masih semester 1. Nah, dan kala itupun masih dengan gaya mahasiswa yang kental (red: ngampus, dapat A, kelar..hehe). Jadi belum kerasa mo diwujudin.

So, begitu sekarang ketemu lagi dengan kuliah blognya pak Jamil ini, jadi tertarik untuk membuatnya (lagi) setelah time schedule hidup yang kemaren sempet dibikin belum memberi dampak keberhasilan yg cukup signifikan karna beberapa kejadian tak terduga seperti sekarang.

Melalui komunikasi via chat dengan suami (hehe, jam kerja yg ga ada kerjaan), kami mulai membuatnya dan saling mengirimkannya. Dan hasilnya, semua jadi lebih terang dan jelas. Ga harus yang uda nikah koq, teori ini berlaku bahkan untuk yang belum punya calon pasangan sekalipun.
Jadi, sekedar ingin bebagi, ini dia cara bikin Proposal hidup ala Pak Jamil Azzaini:

Langkah1:
Proposal ini dimulai dari menuliskan kelebihan dan kekuatan dari diri kita. Ya, biasanya kan proposal dimulai dengan latar belakang, nah untuk disebut sebagai latar belakang, rasanya ini adalah latar belakang yang positif tentang kita.
Kalo belum tau apa kekuatan kita, wah itu gawat. Pak Jamil memberi peringatan kalo orang yang  belum mengetahui kekuatannya biasanya akan didahului oleh mereka yang menyadari kekuatannya. So, find ur power and make it stronger.MSN Onion Emoticons

Langkah 2
Yang kedua, tulis juga untuk prestasi yang pernah diraih. Apapun, yang sempat membuat orang tua kita bangga...
Setelah itu, rangkaian sebanyak mungkin prestasi yang ingin diraih dalam satu kalimat. Dengan prestasi tersebut bisa bikin ortu kita bangga memiliki anak seperti kita, yang membuat pasangan kita tak menyesal menjadi pendamping kita, dan menjadikan anak2 kita PD punya oarang tua macam kita...(melayu.net, hehe)

Langkah3

Nah, kalo langkah pertama dan kedua uda, masuk ke langkah selanjutnya. Langkah ini ditulis dalam seri blog Proposal Hidup yang kedua oleh pak Jamil. Pada langkah ini kita dianjurkan untuk menuliskan prestasi tahunan. Saya menyebutnya dengan impian satu tahun. Nah, apa yang hendak kita capai dalam setaun ini.

Untuk mempermudah, prestasi tahunan tersebut dirinci menjadi beberapa, yaitu berdasarkan perusahaan, spiritual, media, pemberdayaan dan keluarga. Rincian itu tergantung kita, apapun boleh.
Saya sendiri merincinya ke berdasarkan  spiritual, finacial, keluarga, kesehatan dan media. Misalnya saja, saya dalam bidang finansial, setidaknya dalam satu tahun ini saya sudah memiliki usaha rumahan dengan penjualan minimal 50-100 item tiap bulannya dengan pendapatan bersih minimal 2.000.000
Bisa dibilang agak mimpi karna trus terang saat ini saya masih berdiri di bumi perantauan dan belum memiliki modal. Tapi, target itu tak terlalu muluk agaknya. Untuk target 5 tahun lagi mungkin akan segera saya buat. Yach, minimal ada 3 usaha yang salah satu laba usahanya akan menjadi ladang sedekah...Amiin...(ilmu Yusuf Mansyur, ney...)

Langkah 4

Di langkah ini kita diajak untuk mengenali expertise apa yang ingin kita kuasai. 
Bagaimana caranya menjadi seorang expert? Awali dengan menemukan keahlian dengan mengajukan pertanyaan: “Untuk  mewujudkan impian saya, keahlian apa yang harus saya kuasai? Apakah dengan keahlian itu, saya sangat yakin impian saya dapat tercapai?”

Atau dengan cara menuliskan pekerjaan atau aktivitas yang Anda cintai. Tulis pula pekerjaan atau aktifitas yang benar-benar ingin Anda kuasai. Lalu, temukanlah pekerjaan atau aktivitas yang Anda cintai sekaligus Anda ingin kuasai.

So, mulai hari ini lakukan aktifitas yang mampu mengasah kita untuk lebih handal di bidang yang kita impikan. Kalo memang harus belajar dari orang lain atau kursus, lebih baik. Intinya, beraktivitaslah untuk mewujudkan prestasi yang kita tulis di atas tadi. Just do what we love to do... and make it pay us...^_^


Langkah 5


Nah langkah yang terakhir ini biasanya menjadi langkah paling awal di buku2 motivasi, yaitu memperhatikan hal2 kecil dari diri kita. Kecil sebenarnya, tapi tetap saja, jika kecil itu disepelekan, jangan salah...dampaknya akan menjadi besar dalam hidup kita. Karna pada hakikatnya, diri kita sendirilah yang menjadi bahan pokok pencetak impian. Ini dia langkah terakhirnya:

Agar mimpi Anda kelak memiliki pondasi yang kokoh maka langkah keempat dalam membuat Proposal Hidup adalah: Sempurnakan Hidup Anda mulai sekarang.  Apa yang perlu disempurnakan? Pikiran dan hati Anda yang tercermin dalam sikap dan perilaku.
Untuk melakukannya, Anda perlu membuat 4 kolom:
  • Kolom pertama, tuliskan sikap dan perilaku negatif yang akan Anda buang.
  • Kolom kedua, tuliskan sikap dan perilaku yang akan Anda kurangi.
  • Kolom ketiga, tuliskan Sikap dan perilaku yang akan Anda tingkatkan.
  • Kolom keempat, tuliskan sikap dan perilaku positif baru yang akan Anda lakukan.
Kalo kita bingung ngisi kolom itu, minta tolong orang lain yang mengenal kita untuk mengisinya. Suami, adik, kakak, Orang tua atau sahabat yang mengenal kita luar dalam.


Nah, itu dia kelima langkah pembuatan proposal hidup. Lakukan saja, tulis, baca lagi, sempurnakan. Revisi-revisi juga diperlukan untuk memperbaiki kualitas. Nah, saat ini saya juga sedang mempraktekkanya. Biar hidup kita tak hanya mengalir mengikuti arus. Karna sesuai teorinya mas Ippho, yang mengalir mengikuti arus itu cuma kotoran, nah, ujung2nya hancur juga kan karena arus. Kalo pun, ikan, dia mengikuti arus ketika dia mencari tempat yang lebih baik untuk hidup. Ga mungkin juga kan ikan air tawar akan mengikuti arus sampe ke laut, bisa mati dia nanti. 
Seperti itu juga seharusnya hidup kita, berkreasi mendapatkan kehidupan yang lebih baik, lebih menentramkan dan menjauhkan diri dari 'limbah' dunia yang sekarang maki tesamar. Saya sendiri beropini bahwa kehidupan itu menjadi lebih baik jika menjadi manfaat bagi yang lain. Berupaya membaikan kehidupan sendiri tapi hanya menikmatinya sendiri saya rasa akan membosankan. Iya kan?

Yuk mari, mulai mimpi kita, terbitkan proposal hidup kita untuk memulai... 

--Semoga bermanfaat--  Onion Emoticons







2 komentar:

  1. mantap ... hidup akan terasa indah jk hidup kita penuh dg makna ... mungkin dulu slogan ngikut arus aj, mengalir spt air .. ehmmm ini yg perlu direfisi, setiap manusia mempunyai kodrat dg karakter yg berbeda2 tp ALLAH SWT maha adil, manusia diciptakan dg sempurna, tp janji ALLAH dalam Al-Quran bahwa : Allah tidak akan merubah (keadaan/nasib) suatu kaum, jika mereka sendiri tidak mau merubahnya" (kurang lebih spt itu)..maka dari dalil2 tsb bisa kita maknai scr umum bahwa, qt (manusia) di haruskan atau diminta harus merubah tujuan hidup qt untuk mencpai ap yg qt inginkan .. qt jg percaya bahwa dalam Al-Quran juga ad janji ALLAH SWT yaitu (kuranglebih maknanya): "Allah menjamin rejeki setiap manusia, spthalnya Allah menjamin burung mendapat makanan setiap hari" .. kayakny salah dech .. tp kurang lebih spt itu maknany (bukan artiny)

    so .. live is never flat .. live id an adventures (copas di iklan).. Manjadda Wajjada .. Bismillah, selama qt yakn akan segala ketetapanNYA, dan kita menjalankan hidup ini hanya sematamata mencari ridha dan barokahNYA ... maka InsyaALLAH tujuan kita untuk "selamat duni akhirat" bisa qt capi ..

    Bismillah .. miz U & luv U honey .. :)

    BalasHapus
  2. 'yang mengalir mengikuti arus itu cuma kotoran, nah, ujung2nya hancur juga kan karena arus' sial, kenapa g kepikiran dari dulu y? parah....great article din

    BalasHapus