Senin, Juni 20, 2011
MONDAY ....am I hate u?
Kembali ke tekad awal untuk ngeblog tentang si "Senin muram". Kenapa muram? Yach, karna banyak banget yang benci sama hari yang satu ini, kecuali para trainer yang pagi2 uda ngetwit semangat ke'senin'annya ke semua warga followernya.
Well, meski tidak seruntut dan semelankolis tadi, sekedar berbagi saja tentang senin yang dibenci ini.
Senin biasa diartikan pembuka mingguan. Yap, kalo mo hitung berapa minggu biasanya dihitung dari brp kali senin, ya to? Dan pembuka minggu itu berarti membuka kembali pintu aktivitas yang dilakukan 5 hari dalam satu minggu. Kalo yang kerja balik kerja, yang sekolah balik sekolah lagi. Dan, begitulah, kebanyakan orang akan bilang "I hate Monday" yang sebenarnya merupakan teriakan hati dari "I hate go to school' atau "I hate go to work".
Setumpuk tugas sudah menanti di meja, sederet jadwal rapat dan presentasi sudah menanti. Beda kalo senin gajian, kalo pun banyak tugas pasti teriakkannya "i love monday". Hehehe...
Ya, jadi apa salahnya coba? Bagi saya, si senin ini tidak lain adalah korban dari ketidaknyamanan rutinitas kita yang sebenarnya. Ya karna kita ga seneng dengan aktivitas kita aja jadi senin itu menjengkelkan.
Kalimat paling super yang saya baca hari ini adalah : "GOLD Morning... Hari senin ini rasanya seperti hari minggu ya"
Iiiwaow, cuma orang2 yang telah lolos uji kenyamanan hidup yang bisa seperti ini. Yang jelas, nada seperti ini adalah nada dari seorang yang telah menemukan kenikmatan dalam hidupnya. Apapun, meskipun itu disibukkan dengan berbagai jadwal yang melelahkan dan setumpuk deadline yang mengerikan.
Pagi ini, saya sudah mendapat dua kali keluhan tentang si senin. Senin bagi mereka adalah kelesuan dan kesuntukkan tiada tara karna harus mempertemukan mereka dengan sesuatu (dan atau) seseorang yang menyebalkan. Jadi ya gitu, pagi-pagi uda males aja bawaannya.
Kenyamanan hidup seseorang ditentukan pada kecintaanya terhadap apa yang menjadi aktifitasnya, saya rasa begitu. Nyaman, santai dan nikmat, itu yang seharusnya terjadi dalam hidup kita. Melakukan sesuatu yang kita senangi adalah hak setiap kita untuk diperjuangkan. Tapi tentu saja, yang dimaksud kita senangi di sini adalah yang positif.
Seorang wartawan akan berangkat untuk meliput kejadian secara langsung di daerah perbatasan perang walaupun ia tau bahwa liputannya itu mungkin hanya tayang paling banter 10 menit tiap berita dan bayarannya tak sebanding dengan hidupnya. Tapi atas dasar sebuah kecintaan terhadap profesinya itulah pasti si wartawan rela melakukannya.
Contoh lagi, seorang mahasiswa lulusan universitas paten yang memiliki IPK cumlaude lebih memilih untuk menjalani aktifitasnya di LSM dan organisasi. Padahal kalo ia melamar di perusahaan besar, kemungkinan diterimanya pastilah besar. Namun itulah kenyamanannya, dengan menjadi anggota LSM mungkin baginya adalah jalan mewujudkan impian besarnya. Who knows?
Hidup itu relatif bagi setiap orang, tapi saya yakin seyakin-yakinnya bahwa semua pasti mengarah ke jalur yang sama: Ketentraman hidup. Jadi untuk menggapainya, kenapa kita tidak melalui jalur yang kita senangi saja untuk menggapainya?
Jadi, nanti ketika sampe di tengah-tengah dan ketemu batu besar, kita masih bisa tetap tersenyum sembari mencari solusi untuk melewatinya. Dengan senyum, kreatifitas kita akan terpacu dan jalan keluar mudah ditemukan. Berbeda kalo dengan jalan yang bikin muka kisut sebelum waktunya, ketika ketemu batu bawaanya mo mukul tuh batu. Nah, lho klo kaya gitu yang muncul bukan jalan keluar, malah bisa bikin luka sendiri, sementara si batu masih tegap berdiri menghadang. Mo balik? hmmm, uda nyampe di tengah, telat donk...
So, Senin itu bukan 'oknum' yang harus kita benci. Justru kita harus putar otak, cari solusi, bagaimana bersahabat dengannya, sehingga dia membuat kita semangat bertemu dengannya. Caranya? Cari terus apa yang bikin kita senang menjalani senin kita...
Akhirnya, Have nice monday.. ^_^
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
nice inpoh ...
BalasHapuspada dasarny kembali kepada tingkat perasaan thd ap yg mereka kerjakan, aktifitas qt sehari2 apabila kita dasarkan pada rasa senang maka insyaALLAH tidak ad lagi kata2 i hate monday .. segala sesuatuny tanpa kita pungkiri bahwa "ketentraman" yg kita cari, qt beribadaha (bekerja) setiap hari juga dalam rangka "menghidupi" ...
so .. mari qt awali setiap kegiatan qt dg rasa ibadah dan senang ... insyaALLAh smg tujuan qt akan bentuk "ketentraman" itu akan kita nikmati atas ridha dan barokah-NYA ... Amine
jos..markocos..
BalasHapus