Akhirnya ngeblog juga. Berhubung hari ini pegen curhat ^_^. Banyak yang dilalui tanpa cerita. Ga tau nich, ternyata menulis (red:ngeblog) juga butuh tekad bulat. Karna berbagai aktivitas lain, ngeblog jadi dilupakan. Hiks..maaphkan blog ku..
Well, karna hari ini 2nd anniv pernikahan aku dan suamih, bawaannya pengen cerita2. Hahaha...inilah sisa2 sifat ababil yang masih melekat erat dalam diri.
Uda 2 tahun aja nich nikah, tapi rasanya emang baru kemaren. #uhuk, secara emang belum lama ini barengannya. 1,5 tahun dijalani dengan PJJ aka Pernikahan Jarak Jauh, menjadikan kami memang seperti belajar dari awal lagi ketika umur pernikahan menginjak bulan ke 19. Bahasa singkatnya memulai lagi seperti penganten baru. FYI ya, aku pernah menjalani proses belajar hidup jauh dulu sejak awal pernikahan kami.
Tidak semudah yang dibayangkan dan tidak seindah yang diharapkan. Tapi, trust me, semuanya begitu membahagiakan.
2 tahun ini kami masih berdua. 2 tahun pernikahan dan belum diamanahkan momongan itu 'sesuatuh' di hidup kami. Pertanyaan sekitar mulai mengganggu pada awalnya. Tapi menjadi sangat biasa setelahnya. Toh itu wajar kok..kalo belon lulus, pasti ditanyain "kapan lulusnya?", klo uda lulus: "Kerja dimana?", kalo uda kerja: "kapan nikah?', giliran dah nikah: "Kapan hamil?": begitu uda punya anak: "Kapan mo nambah momongan", daaaaaaaaaaaaaaaaaan seterusnya sampai tua. Kaaan, pasti juga semua orang bakal mengalami pertanyaan2 spt itu saat ini atau nanti pada waktunya. Bukan kemuadian cuek, tapi kami menjalaninya dengan santai, tetap positif thinking...itu kalo kata suami. Kalo para istri, tetep ya pasti ada 'kemrungsung'nya juga. Kalo engga kenapa ada AIH (Aku Ingin Hamil), sebuah komunitas ibu2 seindonesia yang mendampakan buah hati.
Menjalani kehidupan (sebenarnya) sejak beberapa bulan pernikahan ini terus memacu adrenalinku dalam berwirausaha. Sejak mengundurkan diri dari perusahaan sebelumnya, rasanya ga mau lagi untuk masuk di kawasan perkantoran. Cukup kapok, sodara2. Sempat dapat tawaran dan rekomedasi di beberapa perusahaan lokal, bahkan banyak sodara yang gencar menginfokan lowongan di perusahaan2 nasional. Tapi tetep dasar ngeyel, aku lebih memilih berdagang.
Dengan 'pembenaran' bahwa berdagang itu membuka 9 pintu rejeki dan merupakan salah satu sunah, maka pada akhirnya pilihanku bisa diterima banyak pihak. Terimakasih by the way ^_^. Tapi, back to reality, merintis usaha memang tak semudah bikin telor dadar. Dari mulai rugi sampai hampir menyerah pasti dialami oleh para pengusaha di dunia ini. Tapi itulah hidup bagiku. Selama beberapa waktu ini, setiap hari berpacu dengan waktu dan kreativitas. Cukup melelahkan, sempat sakit, tapi overall fun!!
Terimakasihku pada suami yang begitu sabar mendampingi setiap usahaku meraih tangga kesuksesan. Masih meraih ya, belum menaiki. Karna masih sangat jauh dari itu. Mas Mono, Ippho, Rangga Lela Lele, Yusuf Masur, dan banyak pengusaha lain yang dulunya harus berjuang mati2an untuk mendapatkan apa yang sekarang mereka nikamati. Aku belum apa2...masih sangat hijau dan bodoh. Untungnya punya laki yang sabar luar biasa :*
Bingung sebenenrnya mo nulis apa lagi. Mentok nich...maaf, ini sekedar curcol hari ini. Selamat hari kartini, selamat hari bumi, dan selamat hari pernikahan... #ngasihselamatsendiri ,,^_^,,
Rabu, April 25, 2012
Senin, Maret 26, 2012
Remainder next posting
Waaa...selamat hari senin...
Baiklah, setelah sekian lama ga ngeblog dan mau ngeblog itu bingung bin susah mo nulis apaan. Bercerita tentang penyebab ke'vakum'anku selama ini aja mungkin yach... Berkutat dengan kain batik, mempelajari desain yang dianggap 'aneh' dan ga wajar oleh penjahit2ku, dan bertemu banyak orang baru.
But anyway...ntar dulu lah ya...sekarang jam nanggung mo ngeblog.
Trus apa gunanya ngepost ini coba??? -__-''
Hahaa, anggaplah posting ini sebagai remainder untuk ngeblog dan bahwasannya aku masih punya utang untuk nulis lagi.
WEll, selamat hari senin, selamat menikmati senin (telat karna uda sore) ^_^v miss u all
Baiklah, setelah sekian lama ga ngeblog dan mau ngeblog itu bingung bin susah mo nulis apaan. Bercerita tentang penyebab ke'vakum'anku selama ini aja mungkin yach... Berkutat dengan kain batik, mempelajari desain yang dianggap 'aneh' dan ga wajar oleh penjahit2ku, dan bertemu banyak orang baru.
But anyway...ntar dulu lah ya...sekarang jam nanggung mo ngeblog.
Trus apa gunanya ngepost ini coba??? -__-''
Hahaa, anggaplah posting ini sebagai remainder untuk ngeblog dan bahwasannya aku masih punya utang untuk nulis lagi.
WEll, selamat hari senin, selamat menikmati senin (telat karna uda sore) ^_^v miss u all
Senin, Februari 06, 2012
Sukses Mulia
Hai readers, maaf baru mengupdate blog hari ini, stelah sempat janji bakal berbagi tentang seminar pertamaku dengan salah satu motivator nasional, Jamil Azzaini.
Well, ini karna menag sedang sangat senggang, berada di tengah hiruk pikuk pasar beringharjo, dengan kondisi hape yang super lowbat mendekati maut... hihihi...
So, here it is,,, seminar itu berisi tentang tema yang sudah lama di tulis pak Jamil di situsnya Jamilazzaini.com. Sebuah resep untuk memperoleh Sukses Mulia. Menjadi Pribadi yang bukan hanya sukses (materi) tapi juga mulia (imateri). Menjadi sukses digambarkan bukan saja tentang keberhasilan memiliki senilai rupiah atau dolar tertentu, tapi lebih pada kebermanfaatan pada sesama. Well, ga perlu dijelaskanya coba baca artikel ini.
Satu hal yang membuatku sempat menitikan air mata, bukan pada cerita tentang kesuksesannya memiliki perusahaan dan kebermanfaatan di banyak lini, hal itu tentu saja tak terbantahkan. Tapi lebih pada ketika beliau menceritakan kesuksesannya mendidik anak2 nya, terutama putra keduanya yang beliau panggil Izul. Tanpa rona malu sedikitpun, bahkan sangat bangga, beliau mencertakan tentang putranya yang 'berbeda' dengan teman2nya. Saya pribadi pasti akan menganggapnya sebuah ujian, tapi beliau menyebutnya sebagai anugrah. Ya, anugrah karna dipilih untuk menjaga putranya yang 'berbeda', namun tak pernah dibedakannya. Well, that why, putranya (dengan segala kelebihannya) itu tumbuh menjadi anak yang di luar dugaan. Pintar dan sholeh.
Hal serupa mungkin pernah kita alami, walaupun tak seberat itu. But aniwe, sampai dimana sabar kita? Saat itulah saya sadar, bahwa begitu banyak yang saya abaikan. Sesuatu yang menurut saya selama ini kurang, mungkin justru merupakan sebuah anugrah dan kekuatan.
Terimakasih Pak Jamil, semoga pertemuan berikutnya saya tidak berada di kursi peserta, tapi di kursi CEO yang mengundang Anda. Amin ^_^
Well, ini karna menag sedang sangat senggang, berada di tengah hiruk pikuk pasar beringharjo, dengan kondisi hape yang super lowbat mendekati maut... hihihi...
So, here it is,,, seminar itu berisi tentang tema yang sudah lama di tulis pak Jamil di situsnya Jamilazzaini.com. Sebuah resep untuk memperoleh Sukses Mulia. Menjadi Pribadi yang bukan hanya sukses (materi) tapi juga mulia (imateri). Menjadi sukses digambarkan bukan saja tentang keberhasilan memiliki senilai rupiah atau dolar tertentu, tapi lebih pada kebermanfaatan pada sesama. Well, ga perlu dijelaskanya coba baca artikel ini.
Satu hal yang membuatku sempat menitikan air mata, bukan pada cerita tentang kesuksesannya memiliki perusahaan dan kebermanfaatan di banyak lini, hal itu tentu saja tak terbantahkan. Tapi lebih pada ketika beliau menceritakan kesuksesannya mendidik anak2 nya, terutama putra keduanya yang beliau panggil Izul. Tanpa rona malu sedikitpun, bahkan sangat bangga, beliau mencertakan tentang putranya yang 'berbeda' dengan teman2nya. Saya pribadi pasti akan menganggapnya sebuah ujian, tapi beliau menyebutnya sebagai anugrah. Ya, anugrah karna dipilih untuk menjaga putranya yang 'berbeda', namun tak pernah dibedakannya. Well, that why, putranya (dengan segala kelebihannya) itu tumbuh menjadi anak yang di luar dugaan. Pintar dan sholeh.
Hal serupa mungkin pernah kita alami, walaupun tak seberat itu. But aniwe, sampai dimana sabar kita? Saat itulah saya sadar, bahwa begitu banyak yang saya abaikan. Sesuatu yang menurut saya selama ini kurang, mungkin justru merupakan sebuah anugrah dan kekuatan.
Terimakasih Pak Jamil, semoga pertemuan berikutnya saya tidak berada di kursi peserta, tapi di kursi CEO yang mengundang Anda. Amin ^_^
Langganan:
Postingan (Atom)