Rabu, Mei 09, 2012

Kesan Pertama begitu...

Keburu lupa dan susah untuk cerita, siang ini langsung posting. Kenapa judulnya kesan pertama? Yak karena hari ini saya menemui dua orang berbeda dengan kesan pertama yang amat sangat berbeda..

Pertama, sekitar jam 9an tadi saya dapet telepon dari no yang tidak dikenal. Karna biasanya pelanggan yang telepon, sy sapa dengan nada universal:
"Halo?"
"Dengan mb dina?"
"Yap, bener, bisa dibantu?"
Mbak ini Atik temennya mbak ena. Aku mau ngobrol sama mba dina.

Dan seterusnya, kami terlibat pembicaraan seolah sedang bertatap muka. Alumni mahasiswa komunikasi ugm ki memintaku bercerita dulu sebenarnya. Lewat telepon, kami mulai bersilaturahmi. Kesan pertamaku pastinya dia adalah wanita ramah dan enerjik. Gaya bicaranya yang lumayan cepet bak penyiar radio justru mengingatkanku pada seseorang. Aku.MSN Onion Icons (nyebutnya sesukanya sendiri, kadang aku, kadang saya, boleh lah skali2 gw...#eaaaa)

Yang kedua, skitar pukul setengah satu tadi suami pulang, pas masuk pintu dia bilang ada yang mau minjem mukena. Jarak paling deket dari langgar memang rumah. Karna termasuk langgar kecil, di dalamnya tidak tersedia mukena utk umum. Biasanya memang ada yang minjem di kami. Begitu keluar rumah, ternyata ibuk2 yang mo minjem mukena.
"Ini buk mukenanya.." dengan nada ceria, muka penuh keramahan
"Sini mbak, pinjem mukenanya!!!" Ebuset nich ibu malah kaya orang marah2
Bukan sampai di sini saja, saat menggembalikan, ketika masih di dapur, dia asalh nylonong lewat jendela kamar timur rumah. Untung suami langsung nyuruh lewat pintu depan. Pas nengok keluar rumah eh si ibu uda ga ada, mukena ditarohnya di kursi depan jendela kamar.

Lewat kedua orang ini hari ini saya belajar tentang kesan pertama. Kesan pertama itu menentukan hasil selanjutnya. Seperti halnya sebagai entrepreneur, saya selalu berusaha sekuat jiwa raga untuk memelihara keakraban dengan pelanggan. Bukan sekedar memberi kita keuntungan, tapi juga pahala.

So, gimana kesan kamu sebagai orang baru? Coba tanya temanmu tentang itu, dan terus perbaiki.

Tak sumpahin deh semua yang baca posting ini hari ini diberi kemudahan!!

Salam ngopi_ngeteh_ngesusu_nge'escampur (panasss) MSN Onion Emoticon



Simbah Penjual Bensin

Ssslllrruuuuuuppp...ahh
Minum kopi dulu pagi ini. Wohoho, finnaly, ternyata ngepost sepagi ini memang terasa minum kopi.Tentunya setelah menyiapkan keperluan suami sampai berangkat ngantor.
Masih bingung mo nulis apa hari ini, buka2 twitter, ga nemu ide, buka2 fesbuk apalagi. Sampai akhirnya buka2 hape dan nemu foto ini:: tadaaaa...

Guess who is it!!

Ini adalah simbah2 penjual bensin di timur SGM. Yang orang jogja, kalo lewat situ, pernah g perhatiin simbah ini? Haha, mungkin jawaban kamu, buat apa, toh sodara bukan, tetangga bukan. Yup, dulu sy jg tdk pernah menyadari si embah ini, walopun kemana2 lewat jalan itu. Tapi, tidak untuk suami sy.

Beberapa waktu setelah kepulangan ke jogja dan melewati jalan itu, suami menunjuk simbah yg lagi menunggu pelanggannya sambil terkantuk-kantuk. Ternyata selama ini suami selalu memperhatikan simbah itu." Tidak lagi beli bensin di pom, tp di simbah", katanya. 

Tidak peduli seperti apa simbah itu ketika muda, entah bagaimana caranya beliau mendorong gerobak bensinya yang berisi belasan liter bensin itu di jalan menanjak di sebelah timur SGM dg tubuh rentanya. Daya juangnya yang kami kagumi dari beliau, maka sebisa mungkin kami ikut menambah laba penjualannya meski 500 rupiah. Isu naiknya BBM kemaren juga mendaratkan ingatan kami tentang beliau dan semua yang berprofesi sama dengannya. Ini bukan alay (tapi agak), bisa jadi kan wong sepuh seperti beliau ini sangat mengandalkan harga BBM yg stabil.

Ini bukan wacana, tapi benar2 fakta. Ahh, rasanya cukup lama sy tidak peka dengan keadaan sekitar. Beberapa waktu lalu hanya berkutat dengan tugas, dinas dan hiburan. Hanya mampu sekedar menyisihkan beberapa rupiah tanpa melihat bahkan bertindak langsung. Syukur sekarang aku dikembalikan lagi.

Dan sekarang, sy sangat belum merasa bermanfaat untuk orang lain. Iri rasanya kalo baca twit ada yang menggelar sedekah bareng, membantu orang tdk mampu di RS, bahkan membayar hutang seseorang agar tdk diusir. (Dem, iri bgt gw). Pagi ini, saya mulai lagi menyusun harapan, merangkai doa, dan menyiapkan rencana. Sebuah pagi yang diawali dengan niat baik semoga... Yuk, saya, kamu dan kita bukan hanya sibuk dengan kepentingan kita saja, tapi juga memperhatikan simbah2, dan saudara2 di sekitar kita. 
Saya sumpahin kalo kamu jadi penuh barakah!!!! ^^

Sekian dan trimakasih. Semoga bermanfaat
Salam ngopi_ngeteh_nge'susu dsb MSN Onion Emoticons

Selasa, Mei 08, 2012

A cup of coffe in de Morning

Untuk para sebagian pecinta kopi, meneguk kopi setiap harinya adalah suatu kewajiban tersendiri. Sebagian diantaranya bahkan lemas ketika harinya tidak dimulai dengan kopi. MSN Onion Emoticons Well, saya ga bakal bahas tentang ini kopi. Karna, secara jujur apa adanya *singing* saya bukan tipikal penggemar kopi. Tipe insomnia kaya saya ini bisa ga tidur sampai pagi kalo minum kopi. 

Dalam rangka penggantian tema (yang ga penting) ini, kenapa saya memilih kopi sebagai headblog karna saya ingin mengembalikan blog ini seperti kopi bagi para penggemarnya. Ya, mencoba kembali pada blog. Dulu, kalo ga ngeblog rasanya ada yang kurang, nah seperti itulah kira2 perasaan yang ingin saya kembalikan. 

Blog memang sekedar media tulis, bahkan curcol. Tapi,dari blog biasanya saya juga dapet banyak ilmu. Kritik, saran, masukan yang berguna dari pembelajaran hidup ga melulu kita dapetin dari omongan orang lain, tapi bisa juga dari diri sendiri. 
Selain itu, saya adalah pelupa akut.  Terkadang perlu beberapa menit untuk mengingat dimana sy meletakkan buku sy kemaren.Onion IconsYa, memang parah. Dan blog adalah pengingat paling jitu untuk memori2 masa lampau.  ^_^v Tengkyuh blogspot.

Itu saja, lagi2 ini posting kok ya menurut saya ga penting banget. Tapi yach....welcome back!! #sun#