Pertama, sekitar jam 9an tadi saya dapet telepon dari no yang tidak dikenal. Karna biasanya pelanggan yang telepon, sy sapa dengan nada universal:
"Halo?"
"Dengan mb dina?"
"Yap, bener, bisa dibantu?"
Mbak ini Atik temennya mbak ena. Aku mau ngobrol sama mba dina.
Dan seterusnya, kami terlibat pembicaraan seolah sedang bertatap muka. Alumni mahasiswa komunikasi ugm ki memintaku bercerita dulu sebenarnya. Lewat telepon, kami mulai bersilaturahmi. Kesan pertamaku pastinya dia adalah wanita ramah dan enerjik. Gaya bicaranya yang lumayan cepet bak penyiar radio justru mengingatkanku pada seseorang. Aku.
Yang kedua, skitar pukul setengah satu tadi suami pulang, pas masuk pintu dia bilang ada yang mau minjem mukena. Jarak paling deket dari langgar memang rumah. Karna termasuk langgar kecil, di dalamnya tidak tersedia mukena utk umum. Biasanya memang ada yang minjem di kami. Begitu keluar rumah, ternyata ibuk2 yang mo minjem mukena.
"Ini buk mukenanya.." dengan nada ceria, muka penuh keramahan
"Sini mbak, pinjem mukenanya!!!" Ebuset nich ibu malah kaya orang marah2
Bukan sampai di sini saja, saat menggembalikan, ketika masih di dapur, dia asalh nylonong lewat jendela kamar timur rumah. Untung suami langsung nyuruh lewat pintu depan. Pas nengok keluar rumah eh si ibu uda ga ada, mukena ditarohnya di kursi depan jendela kamar.
Lewat kedua orang ini hari ini saya belajar tentang kesan pertama. Kesan pertama itu menentukan hasil selanjutnya. Seperti halnya sebagai entrepreneur, saya selalu berusaha
So, gimana kesan kamu sebagai orang baru? Coba tanya temanmu tentang itu, dan terus perbaiki.
Tak sumpahin deh semua yang baca posting ini hari ini diberi kemudahan!!
Salam ngopi_ngeteh_ngesusu_nge'escampur (panasss)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar