Rabu, Desember 14, 2011

When Moon 'Meets' Sun

Dua hari lalu, malam itu seperti biasa makan bersama di meja makan tak pernah terlewatkan tanpa dua generasi di rumah ini. Generasi orang tua kami yang tak pernah kehilangan humornya dan kami, aku dan suami yang selalu mencari pembela masing2 di tiap pembenaran kami. Doakan ya, semoga segera ada generasi ketiga di posting berikutnya..hehe...

Di tengah pembicaraan kami sembari menikmati sayur dan tempe, menu favorit keluarga ini, ibu mengajakku untuk melaksanakan sholat gerhana usai isya'. Gerhana??? Aku kebingungan. Lha kapan gerhananya, lha wong bulannya aja absen kok malem ini. Well, merasa sangat ketinggalan, aku langsung cari infonya. Dan benar saja, malam ini memang diperkirakan ada gerhana. Ada yang bilang jam 8, ada yang bilang setengah 8. Manut sajalah.

Usai sholat isya' di langgar, kami menuju masjid... Kami sengaja tetep sholat di langgar tua di samping rumah agar tetap hidup di 5 waktunya. Sampai di masjid, duduk membersamai tetangga yang sebagian masih mengiraku cuti dari pekerjaan dan lagi2 menerima reaksi kaget dari mereka yang kemudian tau bahwa aku tak lagi pergi dari tanah jawa. hehehe...
Pukul 8 tepat, imam menjelaskan tatacara shalat gerhana. Syukurlah, ini perdana bagiku dan sebagian jamaah lain, malu donk kalo nanti salah gerakan, hehe. Skip...sampelah di khutbah Pak Khotib. Bapak yang kuperkirakan seusia bapakku itu menjelaskan bahwa Gerhana adalah wujud kuasa Allah. Otakku mulai menyusun rangkaian ketika beliau mengingatkan garis edar masing2 benda itu, bulan, bumi dan matahari... bulan yang selalu mengelilingi bumi, bumi yang selalu mengintari matahari, dan matahari yang memutar pada orbitnya di galaksi... Subhanallah ya... Jadi mengingatkan kita betapa kita ini sekecil upil #ehh... itu kegedean..kita ga lebih dari debu yg cuma bikin bersin si matahari. :)

Bagiku, gerhana adalah seni Maha Karya Sanga Pencipta. Sebuah perpaduan kontras yang jarang terlihat, yang kadang ditunggu, yang tak ternilai. Bulan sebagai lambang malam, matahari sebagai simbol siang menjadi satu kesatuan di hadapan bumi, 'pihak' diantara mereka.

Maha Karya itu tak ditemui dalam gerhana saja. Pernah dengar nggak curhatan seseorang bahwa ia dan pasangannya bagai langit dan bumi, pada akhirnya, mereka tetap bersama..membina rumah tangga dan saling melengkapi, kan? Sepatu, sandal, pasti ga akan ada yang beli kan kalo semua kanan atau kiri saja?

Well, sisi lain dari gerhana membuatku belajar tentang perbedaan yang indah. Yang melengkapi setiap sudut kehidupan kita, disadari atau tidak... Semoga bukan sekedar belajar, bukan sekedar memaklumi sebuah perbedaan, tapi perbedaan harus disikapi juga dengan sebuah kebijakkan. Memaklumi saja tidak cukup, bagiku itu seperti pengorbanan kepentingan sendiri, bukan memadukannya jadi irama. So mari, bagaimana menyikapi perbedaan ada di diri kita masing2. Kita doakan bersama, semoga perbedaan yang selama ini menyulut konflik di negara ini tak ada lagi. #mulainasionalis...

--see ya..semoga bisa diambil manfaatnya--

============================================ >>

KLIK HERE !!
Ups, ada yang ketinggalan ney..
Masih dalam rangka perpaduan 2 perbedaan...Kami mencoba membuat karya paduan 2 motif batik untuk kamu dalam balutan blus menawan. Untuk lihat koleksi lainnya klik aja fotonya... ^_^v

Tidak ada komentar:

Posting Komentar