Selasa, Juli 19, 2011

Nulis itu Butuh Istiqomah


Beberapa waktu ini sudah mencoba menuliskan banyak hal baru yang saya dapet dari ilmu2 baru hasil bertapa.. (engga lah). Hasil dari baca2 artikel , tapi ternyata entah karna tiap kali nulis pasti kesela kerjaan ato karna keilangan ide, yang pasti tiap kali uda sampe beberapa paragraf psti kehilangan 'benang merah' untuk nyambungin lagi... hhhfff.....

Well, ternyata nulis itu ga gampang. Dan untuk manusia seperti saya yang mudah kehilangan fokus, nulis emang butuh waktu tersendiri dalam menuangkan isi otak dan atau hati...#yeaa... Butuh istiqomah dalam terus menulis, sedikit sekalipun tapi kontinyu adalah tips yang biasanya saya dapatkan dari para penulis. Untuk menjadi seorang penulis, rasanya memang jauh, tapi saya sendiri memiliki satu target buku dalam hidup ini. Yach, dari Asma Nadia lah, seorang penulis muslimah, yang menginspirasi saya membuat blog curahan hati ini untuk melatih daya menulis saya.

Setidaknya, menulis itu memberikan seni berbeda. Kalo kata pakar otak kanan "Ippho Santoso", menulis itu juga bisa melatih otak kanan kita. Thats why, menulis kadang menjadi pelarian saya dari rutinitas kerjaan di ruangan yang penuh angka ini. :)

Hopefully, semoga saya bisa terus menulis. Hanya sedikit, tapi setidaknya menulis bisa membuat kita berbagi dengan yang lain, baik itu ilmu atau pengalaman baik maupun buruk hingga orang lain mampu belajar darinya...
Onion Icon
Mari budayakan menulis

3 komentar:

  1. subhanallah ... mantap, lanjutkan :)
    masih teringat dg sebuah kalimat yg insyaAllah bs menjadi pedoman buat qt, yaitu :

    "Mohon maaf, saya tidak percaya copyright!! Saya lebih percaya copyleft" "Lha, yang punya ilmu; yang membuat manusia aja tidak pernah meng-copyright-kan ilmunya?!!"

    ekspresi seseorang yg tertuang dalam tulisan bagi saya mrupakan karya yang tak ternilai, bahkan sudah menjadi hak dia untuk berekspresi asalkan sesuai dg norma dan akidah, akan tetapi ad kalanya setiap orang memeiliki cr tersendiri dalam berekspresi, itulah knp manusia mempunyai bnyak karakter untuk masing2 individu.
    bahkan mnrut para psikolog/psikiater, karakter seseorang bisa dilihat dari bentuk dan cara dia menulis...tp tanpa melihat itu semua, bahwa karya tulisan seseorang memiliki nilai penting bg pembacanya bahkan apalagi jika tulisan itu membawa manfaat baginya, maka insyaALLAH akan ada nilai tersendiri bagi si penulis dan si pembaca.
    sedikit hadist yg pernah saya baca, yang insyaAllah kurang lebih sbagai berikut:

    "Nilai seseorang tidak akan di tentukan oleh banyaknya harta, banyaknya kekayaan, tingginya pangkat dan jabatan, tingginya gelar, banyaknya ilmu; Nilai seseorang akan lebih di tentukan oleh berapa besar / banyak umat manusia yang memperoleh manfaat seseorang tersebut",

    klo qt kaitkan dg hadist di atas, maka bnyak cara bg qt untuk mencari ridha dari Yang Maha Esa, mungkin salah satunya yaitu dg menulis yg sekiranya bs mebawa manfaat bagi para pembacanya, so tetap semngat dalam menulis dan smg dg cara spt ini bs membantu qt dalam mencari ridha & rahmat-NYA .. Amien.

    BalasHapus
  2. amiin... (lhoh koq amin?). Habis suamiku iki emang paling top kalo uda nyadur hadis ato surat di kitab suci. *Syukurlah, karna saya kurang dlam hal ini..* hehe...

    Makasi, abi.. ^_^

    BalasHapus
  3. yuk, mari menulis...
    *berharap bisa saling menyemangati...
    hehehehe

    BalasHapus