Sabtu, Maret 05, 2011

anak penjual goreng


Sampailah lagi ke kota ini,pekanbaru. Kota yg plg srg dsinggahi utk dinas. Maklum,kantor wilayahnya kan disana.

Senja ini, pukul 18.25 waktu pknbaru,stelah jam 3.30 td baru mendarat.

Kali ini,aq ngeblog di depan deretan atm man**** menunggu seorang tmn yg mengantri di salah satu mesinnya.

Perta kali datang,kutengok ada seorang anak kecil. Usianya sekitar 7 sampai 9 thnan. Sekilas kupikir dia 'penunggu' jg,sama spt ku, sampai kulihat keranjang didepannya..
Spt kranjang yg biasa kita temui d swalayan, dia mnutupnya dg koran dan dismpingnya tdp bbrp kresek yg salah satu isinya botol air mineral yg brsi sambal. Dia menengok pdku, aq tersenyum dan dia mmbalas dg senyum yg agak kikuk.

Kudekati ...
Aq: jual apa,dek?
Anak kecil: goreng (sambil membuka koran yg sedari td menutupi).
Khas sumatra,gorengan mmg akrab dg minyak,apalagi dkota segudang minyak ini.
Aku: berapa 1?
"seribu,ka"

Waaah,klo bli ko banyak bgt minyaknya..klo ga ko kasian..

"yawda,kakak bli 5 y"
Raut wajah bahgia tp malu2 itu terpancar sesaat..
Terbayang di benakku dia akan plg pd ibunya dg wajah bangga telah menjajakan hasil gorengan ibunya...

Ah,ibu...
Aq jd teringat padanya... Seperti anak itu, kali ini ilmu sabar dan ikhlas dari beliau yg sdg 'kujajakan' di tanah rantau ini,berharap aq segera menjumpainya dan mengabarkan bahwa ilmunya yg membuatku brtahan...

Published with Blogger-droid v1.6.7

Tidak ada komentar:

Posting Komentar