Rabu, Agustus 18, 2010

Lima Hari Terindah di Pulau Orang. . . .

Tanjungpinang,5:32

Belum ada 15 menit lalu kau tinggalkan tempat ini untuk kembali, bahkan baumu masih tercium di sini. . .
Ketegaran yang kubangun sejak semalam runtuh begitu mendapati kamar ini kosong kembali, dan aku kembali sendiri. . .

Sebelum pergi kau pesankan padaku sebuah kekuatan magis bernama ‘syukur’. .
Yang membuat kita tak lagi sesegukan seperti perpisahan sebelumnya. . .
Meski ya, kita sempat larut dalam tangis, sebentar saja. . .

Bukan karna aku kuat. . .
Belum. . .dan aku tak yakin akan. . .
Tapi karna tak ingin rasanya membuatmu berat ketika harus melangkah kembali ke kota dimana kita dipersatukan. . .
Dan rasanya percuma, karna meski tenaga kita habis untuk menangisi perpisahan kita, itu tak akan membuatmu kembali atau membuatku ikut denganmu. . .

Betapa kuatnya ya Siti Hajar. . .
Yang oleh Ibrahim as ditinggal tanpa bekal apapun selain iman, bahkan dengan putra mereka, Ismail as. . .
Lalu betapa beruntungnya aku yang masih mampu bertemu denganmu. . .meski satu bulan sekali. . .

Terimakasih telah membuat lima hariku ini sangat indah. . .
Terimakasih telah membuat lima ramadhanku ini luar biasa. . .
Meski masih haus rasanya berada di sampingmu. . .
Meski masih banyak ilmu yang ingin kutanyakan padamu. . .
Meski masih banyak canda yang ingin kubagi padamu. . .
Meski masih luas kemanjaan yang ingin kuberi untukmu. . .
Meski masih banyak bahan yang ingin kudiskusikan denganmu. . .

Meski masih banyak waktu yang sangat ingin kuhabiskan denganmu. . .
Terimakasih telah sabar menjadi pendamping seorang dina. . .
SUAMIKU. . .

Kita pupuk kerinduan ini. . .
Karna seperti katamu, Cinta. . .
Tidak semua pasangan mendapat nikmat rasa rindu dan indahnya kebersamaan seperti milik kita. . .
Maka nikmat mana yang mampu kita dustakan?
Iya kan, Sayang. . .

Sampaikan salamku untuk orang tua kita. . .
Sampaikan salamku untuk kakak2 kita. . .
Sampaikan salamku pada kota yang selalu menjadi kerinduanku. . .
Dan katakana padanya bahwa aku akan kembali . . .



Aku merindukanmu,
Terimakasih telah memberiku kebahagiaan sebesar ini, cinta...

Senin, Agustus 16, 2010

11 Rakaat Hunter

Masih dalam edisi Ramadhanku di Pulau orang...


Kalo di posting sebelumnya sempet kena shocking Ramadhan gara2 ketidaksamaan kebiasaan cara beribadah (red:taraweh), nah finally aq temukan juga jalan keluarnya. Bersama mbak Ria yang juga berasal dr jogja, dimulailah pertualangan mencari 11 rakaat taraweh.

Yap, hari kedua aq berinisiatif ke sebuah masjid di kawasan dinas angkatan laut. Alasan pertama adalah mencari ventilasi yang cukup. Nah, karna arsitektur bangunan masjid ini tinggi dan banyak jendela, jadilah taraweh di dalamnya ga lagi berasa di sauna. Nyess...dan zzzZZ...(lhoh?!). Hari ke3 masih tetap nyaman di masjid yang sama.

Hari ke4 malam kami hajar taraweh di depan rumah dian, kampung jawa. Masjid kecil dengan jamaah yg mayoritas orang tua dengan hitungan rakaat 11 ini jadi pilihan juga...Perbedaan kali ini bukan cuma tempat taraweh tapi juga di malam itu untuk pertama kalinya dalam hidup, aq taraweh BARENG SUAMI...!! (Dan ga pernah terbayangkan bakal ngrasain ini di tempat perantauan!!)....

Next, hari ke 5. Masjid raya jadi pilihan. Rasanya ga afdol klo ga nyobain masjid terbesar di kota perantauan. Dan harap catat, masjid raya ga melaksanakan 11 rakaat, tapi 23...tetap dua-puluh-tiga. Dan dengan kesepakatan bersama, pulanglah kami pada rakaat ke 8. Heheheh...

Berbicara tentang masjid raya,,,Namanya juga masjid raya, ini masjid paling gede di pulau ini. dan adem karna langit2nya tinggi dan fan dimana2... Yeah, luv it ;) !! Nah satu lagi, kebiasaan 23 rakaat, bacaan2 shalatnya pun cepet juga meski ga sekilat surau depan kosan.

sudah dulu lah...next time upload foto2nya... ^_^

Rabu, Agustus 11, 2010

Elegi Taraweh dan Sahur Pertama di Perantauan

Catatan Ramadhan 1

Pagi semua...Huuuuw,untuk beberapa jam ke depan siapkan perut kita untuk ga kesentuh sama makanan dan minuman...Yap,selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan yang pertama yaaach...

 Ini Ramadhan yg pertama, ya donk pastinya semalem pada taraweh. Dan pastinya masjid, mushola, ato tempat taraweh dmanapun penuh orang. Secara hari pertama, lagi pada semangat2nya...coba ntar pertengahan bulan...rame juga maksudnya (amiin). Anyway, semalem aq jg taraweh. Di surau deket kos, Surau An Nur namanya. Namanya juga surau ya, pasti ga kalah kecil sama mushola. Kalo di bandingin sama langgar deket rumah yach 3/4 nya lah. Uuuuuw,tapi jangan tanya jamaahnya. Full! Penuh, anak2 kecil di luar, bpk2, ibu2, remaja ada di dalem (aq masuk kategori remaja ya..hahaha,,,teteep).

Okelah ga mau alay, jamaahnya memang tak sebanyak klo dirumah. Bisa dibilang satu RT plus pendatang yang ngekos di wilayah RT itu...like me! Tapi ya, asal tau saja, bangunan di sini rata2 cuek bebek sama yang namanya ventilasi. Ventilasi,maaaan...itu penting banget! Dan meskipun kipas angin banyak bertengger, tetep aja y, berasa dikukus ne badan. Beneran ya, taraweh pertamaku di perantauan ini membuatku mandi keringat. Ini ga lebay lho y, ini kisah nyata,kawan...kisah nyata! Hiks..

Tapi, kemudian bpikir...jangan2 karna ga kebiasaan aja ya. Secara klo biasanya cuma 11 rakaat di rumah, di sini 23 rakaat. Yes, Dua-puluh-tiga!! Dengan surat yang pendek2, dan dibagi per 2 rakaat. Yach, berasa senam gtu deh. Bener2, bacaan aja blom slese kebaca  uda salam aja...

Bedewai,sebelum lanjut, critain dlu ya deskripsi shalat taraweh semalem::
4 rakaat isya' - Doa (yang keras bgt si imamnya dan di'amin'i para makmum) - salam2'an - pengumuman iman dan penceramah - taraweh 2 rakaat x 10 (bacaan 'qulhu' dan surat2 amat pendek lain...dan jgn ngitung deh mendingan) - doa (lagi kek yang depan) - witir (2+1 rakaat) - doa (loudly again) - salam2an (lagi)

Yach, dibandingin klo di rumah yang efisien dan tenang (karna ga pake doa keras2), pengalaman pertama taraweh di sini lumayan buat ngosh2'an. Buuut, so far menikmati tiap perbedaan itu..Next rencana mo safari ramadhan deh, nyari yg 11 dan tenang kalo2 ada..hehe :)




Nah, klo tadi taraweh pertama, ini cerita kedua, pengalaman sahur pertama di perantauan. karna imsak jam stengah lima lebih lima, aq sengaja memulai sahurku pukul 4 setelah 'bertamu' pd Yang Membuatku masih bisa bangun. Hoho, dengan berlagak bak bule, ku makan roti tawar dengan susu plus air mineral yang tinggal dikit. "Ah, klo sahabat Rasul aja bisa puasa hanya dengan sahur kurma aja, keadaanku pastinya lebih beruntung doooonk" pikirku.


Sambil ditemani suara suami tercinta (bersyukur masih bisa mendengar suaramu, suamiku sayank), habis juga roti yang awalnya uda aq curigai karna baunya agak berbeda ini. Pun dengan air mineral yang berasa oase di tengah ruangan dengan ventilasi minim..(balik lagi ke gaya arsitektur disini..hhhhffft). -,-'
Nah, karna penasaran dg makanan pagi itu, sebelum beranjak, aq coba liat dlu bungkus roti yang di hadapan ku.. Daaaaaaan...GLEK...!!! "BERLAKU SAMPAI DENGAN 11-08-10"...Berpikir...dan memastikan dg tanya sm abi..Ya, itu hari ini. HARI INI!!! Jelas terpampang di bawah barkode di bungkus si roti yang dengan indahnya kumakan tadi. PANTESAN BAUNYA AGAK BEDA!!!!

 
Yach, emg blon expired, tapi makan sama dengan hari tanggal hari terakhir berlaku itu berarti makan makanan NYARIS BASI!! Haa, jadi tadi pagi tuh malah ngakak sendiri ngeliat tampang diri yang blo'on ga ketulungan...plis deh diin...no more ya..no more...skali sih lucu2 aja, klo di ulangi itu uda masuk kategori B (bego,bodo,dsb)..Jyaaaan...ngisin2i tenan..!


But, dg kejadian tadi pagi, jadi ngerasa bersyukur banget masih bisa makan. Thats why puasa mengajarkan kita merasakan lapar seperti halnya orang2 yang selama ini berjuang untuk sekedar mendapat sesuap nasi setiap harinya. Betapa bersyukurnya kita. Masih dikaruniai begitu banyak nikmat. Belu lagi klo di rumah, ada sayur, ada nasi, dan ada ibu yang selalu penuh kasih sayank mulai membangunkan sahur hingga memasakan sahur untuk kita...

Lalu dimana letak kita untuk tak bersyukur...Kejadian tadi pagi cukup membuahkan pelajaran. Baru sekali makan makanan di batas expired aja uda heboh, bayangin orang yang mengeruk sampah demi mendapat sisa nasi. Eh, ada lho, beberapa hr lalu aq melihatnya di pembuangan depan makam belanda deket kos. Bsoklah, klo ketemu lagi aq kenalan, eh ngga dink...tar deh klo ktemu aq ambil gambarnya..








Sooo, once more..
Nikmatilah puasa kita kawan...karna ini hanya akan kita nikmati sebulan saja, pun dengan janji pahala Allah luar biasa. . .SELAMAT BERPUASA....!!!! 



--semoga manfaat-- v^_^v