
Saat raga memang tak mampu lagi bersua..
Biar lirih kata yang terangkai dalam doa
yang jadi penggantinya...
Ayah ibu mana yang tak rindu..
saat buah hati harus pergi terlebih dahulu..
Ayah ibu mana yang mampu menepis air mata..
saat buah cinta harus menjadi satu dari penghuni surgaNya..
Dan, ayah ibu mana yang tak bahagia,
kala menyadari Allah tak pernah ingkari janjiNya...
Maka, meski kesedihan pernah merenggut rasa,
kesepian pernah hampir meminta binasa saja,
Allah tak pernah cabut karunia.
Hadirmu mungkin memberi bahagia,
tapi pergimu penyampai hikmah dan hidayah yg mencahaya...
Kini pendar iman menyelimuti jiwa,
rumah dan seisinya...
Jannah jadi tujuan utama,
dan dunia menjadi terasa hina..
Amanah baru segera hadir,
adikmu pembawa bahagia sebentar lagi lahir.
Tapi ia tak pernah menggantikan,
tapi melengkapi puzzle dalam rangkaian.
Dua tahun lalu..
ketika bulan penuh di ramadhan..
Engkau hadir..
Kemudian pergi begitu cepat.
Tak pernah terbersit, bahwa itulah wujud cinta Rabb kita..
Yang mencabut kufur lagi futur dalam diri orangtuamu..mencabut cintanya pada dunia..
mencabut cinta kami padamu yg hanya fana.
Dan rencana terbaiknya..
menarikmu di sisiNya..
dan menghinakan dunia di mata ..
menarikmu ke sisiNya
dan menjadikan rindu surga dalam dada..
Selamat milad, anakku..
Terimakasih telah menjadi simpanan bagi kami.
Kebaikan telah meliputimu kini..
dalam syurga nan didamba.
Tak ada doa selain agar kami pantas
membersamaimu kelak.
Biar rindu jadi cambuk iman ...
Biar rindu jadi ketertundukan yg semakin dalam pada Rabb kita.
Biar rindu jadi pengobar semangat juang meraih syurga...
-ummumashka- (15 ramadhan 1436h)
Selamat milad, kakak mashka ..
BalasHapusTerimakasih telah menjadi simpanan bagi kami.
Kebaikan telah meliputimu kini..
dalam syurga nan didamba.
Tak ada doa selain agar kami pantas
membersamaimu kelak.