Kamis, Mei 01, 2014

Kaukah itu, Nak?

Aku duduk di sebuah bangku taman yang terbuat dr kayu dan besi. Biasa saja, tak ada yang istimewa. Di samping kanan bangku terdapat sebuah pohon, entah pohon apa, daunya yang lebat membuat tempat yang kuberada tak terkena sinar matahari yang panas.
Sebelah kiri bangku terdapat sebuah pohon semak. Duh, apa ya istilahnya, seperti pohon '''tetean'' kalo orang jawa bilang. Tanaman yang biasa ditanam di taman-taman dan terkadang bisa dibuat berbagai macam bentuk dengan cara memangkasnya.

Slide bergerak begitu cepat, entah apa yg kulakukan, dimana aku, aku tak sempat berpikir. Hingga datanglah seorang anak laki-laki. Umurnya mungkin sekitar delapan hingga sepuluh tahun. Perawakannya tak gemuk, tak juga kurus. Bajunya putih, dengan model seperti baju koko, tanpa peci di kepalanya. Rambutnya lurus, terlihat agak tipis-tipis, dan klimis.
Semua terlihat, kecuali wajahnya. Iya wajahnya! Dengan cepat ia mendatangiku, menarik tanganku, seolah ingin mengajakku ke suatu tempat. Tangannya dingin.
Aku mengikuti saja di belakangnya dengan setia, tanpa bisa mengungkapkan pertanyaan yang ada di kepalaku. Siapa dia? Kemana dia membawaku? Kenapa aku?

Aku menurut saja, seperti ibu yang diajak anaknyake suatu tempat kesukaanya. Tiba-tiba kami sudah berada di depan tanah lapang, dengan bunga penuh warna dan pohon yang tumbuh menyebar membentuk taman yang menghipnotis mata.
Sejenak badanku seolah melayang, merinding saat kutengok kembali anak itu di sebelahku.
Mashka?
Kaukah itu, Nak?

•••
Aku terbangun. Usai tilawah tadi ternyata aku tertidur. Mimpiku berlalu begitu saja, dan baru teringat saat asar.
Apapun itu, semoga Allah berikan barakahNya dg mimpi baik dan  jauhkan kita dari mimpi tipu daya syaitan. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar