Di saat anak-anak seusiamu mulai bisa berinteraksi dg orang dewasa,
sedang apa kau di sana, nak?
Di saat anak-anak seusiamu mulai berjingkrak seolah ingin bangun dari pangkuan,
sedang apa kau di sana, nak?
Di saat anak-anak seusiamu mulai belajar makan,
sedang apa kau di sana, nak?
Di saat anak-anak seusiamu mulai mengucapkan kata tak jelas,
sedang apa kau di sana, nak?
Di saat anak-anak seusiamu berguling, merangkak dan menggapai semua barang di dekatnya,
sedang apa kau di sana, nak?
Di saat semua orang tua berjalan dan membanggakan anak mereka yg seusiamu,
umi abi di sini jg sdg berbangga padamu, wahai prajurit syurga...
Di saat semua orang tua menggendong anak mereka yg seusiamu,
maka umi dan abi jg diam2 sedang membayangkanmu di pangkuan bapak para nabi, Ibrahim as.
Tapi di kala orang tua anak seusiamu mengeluh capek, tidak bagi umi dan abi, sayang...
Tak akan letih hati ini meski selalu terkejar rindu padamu,
Tak akan tumbang diri kami meski godaan hilang asa selalu di depan mata.
Sedang apapun kau di sana, sayang...
biarlah umi tetap merindukanmu dalam hati...
memelukmu dalam dekapan sayang yg hanya terasa di sanubari...
kerinduan pada sang prajurit syurga.
19/2/14
Tidak ada komentar:
Posting Komentar