Malam ini untuk kesekian kalinya aku mendengar isak perempuan yg setiap hari menyiramiku. Ah, tak bisa kubayangkan bagaimana wajahnya bila ia menangis. Karena dia selalu mengulas senyum pd siapapun dan kapanpun meski menurutku kala itu dia tersakiti.
Seperti beberapa waktu lalu ketika (seperti biasanya) dia sedang menyiramiku di halaman rumah, tiba2 ada seorang tetangga yg lewat sambil menggendong anaknya yg sedari td menangis.
"Wah, mbak bunga rajin sekali lho ngrawat kebunnya. Apalagi nanti kalo punya anak, pasti merawatnya lebih rajin, trus anaknya ngga nakal ky anak saya nich. Kerjanya cuma bisa nangis aja."
Kulihat aura perempuan itu muram sejenak kemudian kembali tersenyum..
"Aamiin...aamiin. Alhamdulillah mbak...kan skr yang bisa dirawat baru kebunnya... Lho, itu dek angga kan masih bayi mbak...ya wajar kalau cuma bisa nangis...Nanti kalo bisa sepak bola malah bingung..hehe.." Jawab perempuan itu masih dengan senyum tulusnya.
Aku tau benar bahwa meskipun tak sengaja, kata2 tetangganya tadi pasti sedikit membuatnya sedih. Bagitulah, karna selama akarku menempel di halaman rumahnya ini, belum pernah kulihat tanda2 kehadiran 'anggota baru' keluarga kecil ini.Entah kenapa.
Hingga malam ini tak seperti biasanya aku yg biasa hanya bisa mendengar isaknya, lirih doanya pun terdengar.
"Ya Robb..
Sungguh jika pantas hamba mengadu, itu hanya padaMu.
Sungguh jika pantas hamba mengadu, itu hanya padaMu.
Engkau Maha Tau Ya Malik...
Bahwa terkadang masih terlintas kata 'mengapa' ketika hamba melihat seorang ibu yg setiap hari selalu membentak bahkan hingga memukul/mencubit anaknya..
Bahwa terkadang masih terlintas kata 'mengapa' ketika hamba melihat seorang ibu yg setiap hari selalu membentak bahkan hingga memukul/mencubit anaknya..
Melihat kenyataan bahwa seorang remaja memiliki buah hati yg menjadi 'aib' namun tumbuh begitu sehat meski sebenarnya kehadirannya tak pernah diinginkan..
Melihat begitu banyak orang tua yg tega membiarkan buah hatinya diasuh oleh orang lain sementara ia sibuk mengejar-ngejar dunia..
Melihat begitu banyak orang tua yg dengan teganya menyusui bayinya dengan susu formula yg tak pernah mereka pikirkan akibatnya kelak.
Melihat bahwa pasangan yg mendamba buah hati skian lama namun hingga saat ini belum juga Engkau berikan..
Melihat betapa beberapa ibu yg telah lama menanti dan merawat buah hatinya sepenuh hati dan tulus, namun Engkau pisahkan keduanya begitu cepat..
Ah, Engkau tau benar pasti Ya Robb.. betapa rasanya ingin sekali memprotes padaMu saat rahim ini harus diangkat. Rasanya Engkau baru saja memukul begitu keras, menenggelamkan masa depan dan menghapus mimpi2 indah.
Tapi tidak Ya Robb...jika jalan satu2nya bagi hamba utk memiliki buah hati itu kelak di jannahMu, maka ijinkan hamba Ya Allah...ijinkan hamba menjadi seluas-luasnya manfaat bagi ummah...Istiqomahkan keikhlasan, kesabaran dan kebaikan diri ini.... Karna hamba tau, sebaik2 keputusan hanya keputusanMu...
Engkau punya rahasia ketika menetapkan seorang anak harus menerima bentakan setiap hari,
Engkau punya rahasia ketika perbuatan terlarang justru melahirkan keturunan,
Engkau punya rahasia ketika pasangan halal Kau minta untuk terus berikhtiar dan memohon kepadamu..
Engkau punya rahasia ketika kembali mengambil titipanMU dari mereka yang begitu menyanyang dan merawat titipanMu
Engkau punya rahasia untuk setiap kejadian...
Engkau punya rahasia untuk setiap kejadian...
seperti halnya Engkau jg pasti punya rahasia menetapkan jalan ini padaku...
Karna tak ada satupun yang terjadi TANPA kehendakMu, bahkan daun kering yang gugur di tanah sekalipun. Maka, seadil-adil takdir adalah takdir dariMu yang Maha Memberi Petunjuk.."
***
Rantingku bergerak2 diterpa angin... Kalau saja aku punya mata, mungkin tangisku sudah pecah. Kalau saja aku punya tangan, sudah kuseka air matanya. Namun aku hanya sebatang pohon mawar yang tumbuh di halaman rumahnya, maka yg kulakukan hanya mengamini tiap doanya dan berusaha menumbuhkan bunga tercantik untuk Bunga agar ia tersenyum saat melihatku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar