Suami : Ngapain, dek? (sambil ngantuk)
Istri : Lha, ya nyiapin sarapan buat mas to ya...
Suami : Sarapan? (agak kaget tapi t etep masih setengah melek)
Istri : Ini Kamis, mas... Nyunah to?
Suami : oooiya..Yasudah, mas tidur lagi bentar, jam 3 nanti bangunin sholat ya?
Istri : Iya, ya sudah mas tidur aja lagi, nanti jam 3 tak bangunin.
Trust me, kejadian di atas bukan rekayasa..tapi pemandangan yang pernah terjadi di rumah...ibu. Heee...Yup, itu sekelumit perbincangan pagi buta antara ibu dan bapak dengan sedikit gubahan (panggilan masa muda..hihi). Dan saat itu, posisiku seperti murid yang sedang melihat guruku memberi pelajaran dengan mata yang masih berusaha ditingkatkan menjadi 5 watt (pas bangun masih 2 watt). Satu contoh saja, kembali menyadarkanku bahwa ibuku adalah ISTRI SIAGA nomor wahid! Semenjak pulang dari rantau, ibu (rasanya sengaja) menggemblengku jadi 'istri siaga'. Hehehe, itu sebutan yang kuciptakan sendiri sebenarnya. Lha habis gimana, pernah suatu kali suami balik kantor dan aku masih di depan tivi.
"Lhoh,kok udah pulang, bi? Biasanya jam empat", tanyaku pada suamiku, padahal waktu itu jam setengah 4. Alhasil, malemnya dapet kultum, kuliah tujuh menit tambah setengah jam, dari ibu. "Sebagai istri, kamu itu harus siaga menyambut suamimu pulang dari kantor". "Lhoh, eh? siaga itu kan cuma buat para suami to, buk?"jawabku polos. Sebuah bantal kursi mendara di kepalaku..(hehe...engga dink..yang bantal itu berlebihan)
Well, ternyata bukan cuma suami to yang kudu siaga gerak cepat saat menghadapi HPL (Hari Penanggalan Lahir) istrinya yang hamil tua. Tapi juga istri. Dan itu tiap hari.Sebenarnya cukup merenung setelah itu, trus mulai memikirkan agenda ibu tiap hari. Dan waow, dibanding ibuku semisal dinilai dengan angka 10, maka nilaiku mungkin masih 4.
Ini bukan untuk yang sudah menikah aja kok, yang belum nikah atau yang uda lama nikah pun boleh baca. Sebelum nikah, dulu aku juga termasuk yang sering belajar gimana jadi istri yang baik. Tinggal ke mbah gugel dengan keyword "istri yang baik" atau "istri sholihah" atau "istri idaman" dan masih banyak lagi. Maka sederet artikel akan muncul (beberapa sama) dan banyak banget tips yang bisa kita pelajari.
Di sini aku bukan mau ngasih tips juga, karna pasti intinya sama kok, pengertian, tulus, berbagi, berpenampilan baik di hadapan suami, menjaga amanah suami, de el el. Ibuku mungkin tak pernah membaca artikel2 itu, beliau mungkin juga tidak tamat di pesantren (karna keburu dipinang bapakku), tapi beliau punya ilmu yang lebih dari itu. Istri Siaga. Dan jangan salah, ini bukan saja tentang siaga saat melayani suami dari sebelum bangun tidur sampai tidur lagi. Tp juga semisalnya siaga saat hadapi PMS diri agar jangan sampai kebawa galau, siaga terhadap godaan belanja, siaga untuk semakin mendewasakan diri sebagai istri dan calon ibu, dan mungkin siaga membantu keuangan keluarga.
Pernah suatu hari aku dalam keadaan over-job. Ini salahkku dalam memanaj waktu juga siy. Dari mulai subuh sampe menjelang tidur, pekerjaan tiada habisnya. Ya, padahal di rumah terus waktu itu. Tapi mulai dari masak, ngirim paket pesenan, nyuci, de el el kok ya ga selesai2 dalam sehari. Akhirnya drop ketika malam hari. Untung suamiku yang begitu pengertian segera memberi penyembuhan lewat pijitan hingga aku bangun dengan segar esok harinya..hihihi..
Nah itu, salah satu contoh karna kemaren2 ga siaga. Ujung2nya, kerjaan numpuk di satu hari, dan itu amat sangat cuapek minta ampun.
Bukan pekerjaan ringan, tapi sungguh, nikmatnya memang luar biasa. Tak ada bayaran maupun bonus untuk si istri siaga. Kalo kata ibu, yang ada ya cuma (eh bukan cuma dink, tapi lebih pada) pahala. Sekedar menyiapkan teh hangat untuk suami saja, jika suamimu senang, mungkin itu yang akan membantumu melewati sejengkal sirattal mustaqim nanti. Nah kalo bikin tehnya tiap hari, uda berapa jengkal terlewati tuh jembatan dari rambut yang dibelah tujuh.... Ga usah muluk2 dulu, kerjakan apa yang membuat suamimu menjadi pulang pergi kerja dengan senyum, dan jadikan itu ibadahmu.
Jadi istri siaga, kita bisa!!!
yes, namaq disebut...
BalasHapussebutan yang sama, makna yang sama #satu, tapi bedo maksudddd... *hedew.......
BalasHapusdalam hadist : “Dunia adalah perhiasan, Sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita/istri yang sholeha” (HR.Muslim)
BalasHapuspepatah bilang “Dibalik Kesuksesan Suami, Ada Istri Yang Hebat”
Firman Allah dalam surah an-Nisa': 24
"Barangsiapa yang mengerjakan amalan yang
soleh baik lelaki mahupun wanita sedang ia
seorang yang beriman maka mereka itu
masuk ke dalam syurga dan mereka tidak
dianiaya walau sedikitpun."
dari 3 bait diatas bisa disimpulkas bahwa, syukur Alhamdulillah atas segala nikmat yg tak ternilai dg dikaruniainya istri yg sholeha, dan juga kewajiban sorang suami (muslim) untuk berbuat baik thd istrinya sesuai syareat untuk memperoleh rahmat, ridha dan barokah-NYA ...