Minggu, Maret 05, 2017

BELAJAR MENJADI  MANAJER KELUARGA HANDAL

_NICE HOMEWORK #6_

**

Bunda, sekarang saatnya kita masuk dalam tahap “belajar menjadi manajer keluarga yang handal.

Mengapa? karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya.

Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu

_RUTINITAS_

Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita _Merasa Sibuk_sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.

Maka ikutilah tahapan-tahapan sbb :

1⃣ Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting

✅3 aktivitas penting:
- Ibadah wajib
- Mengerjakan tugas domestik
(Mesamask, beberes, menangani kebutuhan anak&suami)
- menyiapkan belanja toko sblm.pegawai datang

❌3 aktivitas paling tidak penting
- Stalking di socmed
- tidur-tiduran

2⃣Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?

Waktu dalam sehari cenderung maraton dari pekerjaan satu ke pekerjaan lain. Beberapa diantaranya justru medobel pekerjaan.
Misalnya, krn tanpa art dan memiliki batita yang sedang aktif2nya, maka pekerjaan domestik, mengelola toko, bahkan kdg ibadah sembari bersama anak.

3⃣Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.

Dalam memperbanyak jam terbang dalam dunia parenting, seperti yg saya bilang tadi, hampir semuanya dikerjakan bersama anak. Bermain sekaligus belajar dengan memberikan peran kepadanya dalam kegiatan sehari2 adalah cara yang kerap saya praktekan.

4⃣Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time ( misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)

5⃣Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.

6⃣Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan. (Contoh kalau saya membuat jadwal rutin saya masukkan di subuh-jam 07.00 – jadwal dinamis ( memperbanyak jam terbang dari jam 7 pagi- 7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai, sehingga muncul program 7 to 7)

05.00-05.30 : dzikir pagi, tilawah,
05.30-06.30 : Memasak, mandi, sarapan bersama suami
06.30- 07.00 (bila anak masih tidur): membaca beberapa grup parenting yang sempat tertinggal
07.00-08.00: memandikan anak, menyuapi anak
08.00-09.00: Bersih2 halaman, cabut rumput bersama anak (anak paling seneng mengeksplore alam)
09.00-10.00: Dhuha, Mendelegasikan tugas harian ke karyawan, cek belanja bahan baku toko.
(Bersama pegawai sambil bermain dg anak)
10.00-10.30: mengajak anak tidur (bermain di kamar)
10.30-12.00: Cek rekap tagihan dr suplier dan membayarnya (jika anak mau tidur)
12.00-14.30: Makan siang & Montessori di rumah bersama anak
(Dengan kadang2 sambil mencicil pekerjaan domestik)
14.30-15.00: memandikan anak
15.00-17.00: jalan2 di komplek, menyuapi anak, bermain dg anak.
17.00-18.00: mandi, dzikir sore
18.00-19.00: tilawah, membaca
19.00- 20.00: menidurkan anak
20.00-21.00: quality time dg suami
21.00-22.00: beres2, bersih2, merapel baca grup parenting

7⃣Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik?
kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.

_SELAMAT MENGERJAKAN_

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

Minggu, Februari 26, 2017

NHW#5 :: BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR


Setelah malam ini kita mempelajari  tentang “Learning How to Learn”  maka kali ini kita akan praktek membuat *Design Pembelajaran* ala kita.

Kami tidak akan memandu banyak, mulailah mempraktekkan "learning how to learn" dalam membuat NHW #5.

Munculkan rasa ingin tahu bunda semua tentang apa itu design pembelajaran.

Bukan hasil  sempurna yg kami harapkan, melainkan "proses" anda dalam mengerjakan NHW #5 ini yg perlu anda share kan ke teman-teman yg lain.

Selamat Berpikir, dan selamat menemukan hal baru dari proses belajar anda di NHW #5 ini.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

------------------------------------------

Saya termasuk yg telat mengumpulkan nhw#5 ini. Duh malu deh rasanya. Ngakunya pengen belajar parenting lebih dan lebih, eh nyatanya belum mampu maksimal. Baiklah, di sela2 hari keluarga di kantor suami #dohcurcolbanget

Bicara soal desain pembelajaran, di kepala saya yang terbayang langsung adalah cara yang paling menyenangkan untuk belajar.
Baik itu dari segi komunikasi, teknologi maupun praktiknya.

Dan benar saja, yang saya temukan dari hasil baca2 (Googling), ini yang muncul paling awal:

Desain pembelajaran adalah praktik penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan peserta didik.

Sama seperti saat masih di bangku sekolah, desain pembelajaran tiap sekolah pasti berbeda, bahkan tiap gurunya.

Pun dalam persoalan pembelajaran bagi anak2, tentu orang tua sebagai pendidik utama harus memetakan kondisi dan potensi anak dalam belajar.

Dalam hal ini saya lebih setuju dengan definisi yang lain:

A Learning Design describes the educational process, not just courseware but the whole teaching/learning experience. 

Bukan hanya sampai pada alat namun alat namun juga pengalaman dalam belajar, kalo menurut saya sih bahasa kerennya semacam pengamatan dari keseharian.

Dengan dipandu dengan alat (buku, elektronik) dengan tepat, pengalaman praktis dalam berbagai bidang ilmu, dapat membantu pengajar dalam menentukan potensi dan passion murid, di sini adalah anak.

Setelah menemukan potensi dan passion, pengajar tentu dapat mengerucutkan desain pembelajaran sesuai passion dan potensi.

Jadi kesimpulannya, desain belajar yang baik membutuhkan alat bantu, komunikasi dan talent maping yang baik pula.

Sabtu, Februari 18, 2017

NHW#4 : MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FIITRAH

📚NICE HOME WORK #4

Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP, masih semangat belajar?

Kali ini kita akan masuk tahap #4 dari proses belajar kita. Setelah bunda berdiskusi seru seputar mendidik anak dengan kekuatan fitrah , maka sekarang kita akan mulai mempraktekkan ilmu tersebut satu persatu.

🌷Mantapkah saya?

Terus terang saja, NHW#4 ini bertepatan dengan segala kesibukan diberbagai peran kehidupan saya. Makanya sempet minta maaf ke fasil karna telat ngumpul.
Dan MasyaAllah, setelah kejadian dalam sepekan ini menimpa saya, dan keluarga, saya semakin memantapkan diri untuk memilih ilmu perenting dalam belajar di universitas kehidupan ini.

🌷Apa kabar checklist harian ?

Konsistensi dalam mengisi checklist harian dalam pekan ini sebenarnya sedang mengalami penurunan target. Qodarullah, Allah amanahkan peran lain selain sebagai ibu dan istri saat ini, sehingga waktu dan tenaga cukup terforsir di peran sebagai anak dan adik yg sedang membutuhkan prioritas perhatian.
Namun demikian, checklist harian ttp saya usahakan untuk ditepati, semampu dan semaksimal mungkin. Karena bagaimanapun, menjadi ibu profesional memang impian saya.

Memberikan inspirasi bagi orang lain tentu menjadi keinginan setiap orang yang menyadari maksud Allah dalam menciptakan kita di muka bumi. Termasuk juga saya. Meskipun masih terus belajar, saya ingin menjadi inspirator bagi ibu2 yang lain dalam bidang pendidikan ibu dan anak.

Menjadi bagian dari Institut Ibu Profesional, merupakan salah satu sarana saya ntuk bisa menjadi ahli di bidang Pendidikan Ibu dan Anak maka saya menetapkan  tahapan ilmu yang harus dikuasai sesuai dengan tahapan dalam matrikulasi sebagai berikut :

1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.
4. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang

KM 0
Awalnya, sejak kehilangan Mashka, buah hati pertama saya, justru mulai saat itulah KM 0 saya. Namun saat itu misi dan pemetaan belum mampu saya tulis dan pelajari.
Maka, kali ini, meski bisa dibilang telat, KM 0 dimulai dari tahun ini.
Mendedikasikan kegiatan harian dalam mewujudkan misi yang telah ditetapkan.