Sabtu, Februari 18, 2017

NHW#4 : MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FIITRAH

📚NICE HOME WORK #4

Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP, masih semangat belajar?

Kali ini kita akan masuk tahap #4 dari proses belajar kita. Setelah bunda berdiskusi seru seputar mendidik anak dengan kekuatan fitrah , maka sekarang kita akan mulai mempraktekkan ilmu tersebut satu persatu.

🌷Mantapkah saya?

Terus terang saja, NHW#4 ini bertepatan dengan segala kesibukan diberbagai peran kehidupan saya. Makanya sempet minta maaf ke fasil karna telat ngumpul.
Dan MasyaAllah, setelah kejadian dalam sepekan ini menimpa saya, dan keluarga, saya semakin memantapkan diri untuk memilih ilmu perenting dalam belajar di universitas kehidupan ini.

🌷Apa kabar checklist harian ?

Konsistensi dalam mengisi checklist harian dalam pekan ini sebenarnya sedang mengalami penurunan target. Qodarullah, Allah amanahkan peran lain selain sebagai ibu dan istri saat ini, sehingga waktu dan tenaga cukup terforsir di peran sebagai anak dan adik yg sedang membutuhkan prioritas perhatian.
Namun demikian, checklist harian ttp saya usahakan untuk ditepati, semampu dan semaksimal mungkin. Karena bagaimanapun, menjadi ibu profesional memang impian saya.

Memberikan inspirasi bagi orang lain tentu menjadi keinginan setiap orang yang menyadari maksud Allah dalam menciptakan kita di muka bumi. Termasuk juga saya. Meskipun masih terus belajar, saya ingin menjadi inspirator bagi ibu2 yang lain dalam bidang pendidikan ibu dan anak.

Menjadi bagian dari Institut Ibu Profesional, merupakan salah satu sarana saya ntuk bisa menjadi ahli di bidang Pendidikan Ibu dan Anak maka saya menetapkan  tahapan ilmu yang harus dikuasai sesuai dengan tahapan dalam matrikulasi sebagai berikut :

1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.
4. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang

KM 0
Awalnya, sejak kehilangan Mashka, buah hati pertama saya, justru mulai saat itulah KM 0 saya. Namun saat itu misi dan pemetaan belum mampu saya tulis dan pelajari.
Maka, kali ini, meski bisa dibilang telat, KM 0 dimulai dari tahun ini.
Mendedikasikan kegiatan harian dalam mewujudkan misi yang telah ditetapkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar