Perempuan itu terhenyak kaget. Beberapa waktu lalu ia menjelajahi dunia maya, seperti biasanya. Memeriksa lingkungan sosial media ciptaan Mark Zuckerberg yang memang jarang ia perhatikan lagi akhir-akhir ini. Sebuah foto bayi mungil terpampang di profil sahabat lamanya. "Wah...subhanallah, selamat sahabatku", bisik batinnya.
Pikirannya berpendar, sebagian lari ke ingatan masa lalunya, sebagian lagi tetap menjelajahi halaman milik sahabatnya.
"Mbak ga malu ya?", tiba-tiba saja dia sudah dihadapanku dengan kalimat pertanyaan yang menggantung.
"Malu kenapa?", tanyaku balik
"Tuh", katanya sambil melirik kepalaku.
"Heh?" aku makin penasaran.
"Mbak sekarang ke sekolah pake jilbab, ntar kalo sampe rumah trus kemana-mana jilbabnya di copot. Huh, kaya bunglon tuh", ucapnya dengan nada santai namun berhasil menohok hatiku.
"Eh..ah..itu..aku..", aku gelagapan. Bener juga katanya. Ih, aku bunglon donk.
"Makanya, dipake aja terus jilbabnya. Mbak cantik kok kalo jilbabnya dipake", ucapnya tulus.
"Hehehe, iya deh iyaaa....biar ga jadi bunglon. Ajari mbak ya, dek" balasku. Kali ini aku tulus, aku benar-benar mau belajar.
Perempuan itu kembali pada kenyataan. Percakapan 12 tahun lalu itu masih terekam dalam otaknya yang biasanya punya memori lemah.
Dia kembali memandangi foto demi foto di depannya. Perempuan cantik dan seksi di foto itu... dia hampir tak mengenalinya. Tapi, dia masih mengenali masa lalunya. Bahkan keluarganya pun di masa lalu. "Kemana jilbabku, dek?", bisiknya pada layar 10 inch di depannya.
Begitu banyak pertanyaan di benak perempuan itu. Tapi tak sedikitpun bisa terlontar. Dia mungkin kecewa, namun dia sadar, bahwa kehidupan berputar. Dia terus menghujani hatinya dengan prasangka-prasangka baik.
Azan berkumandang. Ia kembali terhenyak, namun kali ini ia lanjutkan dengan senyum tipis di wajahnya. "Selamat sahabatku. Doaku akan menyertaimu, dan keluargamu. Bahwa pernah menjadi sahabatmu adalah hidayahNya.", bisiknya.
Ia matikan layar di depannya dan segera mengambil air wudhu.
Rabu, Juni 27, 2012
Senin, Juni 25, 2012
New Collections
Basic skirt ini hasil dari iseng2 di pagi hari. Karna sempet ga pede dengan jahitan ban pinggang, tadinya renda ditempel sebagai penutup ban. Tapi, weuuw, ternyata hasilnya justru lebih manis dari dugaan. Alhasil, langsung kontak bag. produksi alias yani untuk segera membuatnya lebih sempurna. ^_^

Yang ini beda lagi. Vest yang satu ini lahir karna terinspirasi dari Gda by Ghaida. Tapi ketika diaplikasikan, hasilnya malah beda. Well, we got ourself multivest.
Kalo yang di bawah ini, jelas kok, bukan hasil pemikiran sendiri. Tapi karna naksir sama modelnya, akhirnya mencoba untuk membuatnya. Well, biar ngga plagiat, kita cantumin juga nama produknya sesuai dengan pencipta/ produk asli. Biar gitu, masing2 dari produk punnya keunggulan dan kelemahan sendiri2. ^^
Sekedar share untuk koleksi baru di olshop yach... semoga berkenan. See ya
Rabu, Juni 20, 2012
Klarifikasi #gakpenting
Sudah memasuki pertengahan, eh bahkan akhir juni ya...Ngga nengok blog dua minggu lebih. Sebenernya banyak banget yang pengen ditulis pas ada kejadian2 yang memberi pelajaran hidup yang begitu berarti. Tapi dasar kalo penyakit malas sedang menyerang, bikin satu kaliamat aja ga bener terus.
Ini, ada video singkatnya.
25 April 2010
Minggu pertama di awal juni ini cukup menyenangkan karna bertemu lagi dengan teman2 lama. Ya walopun cuma sebentar ketemu di kondangan salah satu temen SMA, its meaningfull lho buat aku, teman temin. Beberapa kali sempat tidak mengenali wajah2 yang sangat berubah daripada pas jaman dulu sekolah, beberapa lupa nama... hah, #tepokjidat. Tapi, mostly, mereka protes ga ada undangan di pernikahanku. Yep, tidak ada satupun undangan yang nyampe ke tangan2 teman masa sekolahku itu.
Baik...baik...ini klarifikasi sekalian ya, temans..Berhubung kala itu pernikahan diadakan secara super mendadak (persiapan 3 minggu), maka undangan yang di sebar pun hanya kerabat dan tetangga. Nah, kenapa pula mendadak..? Yach, waktu itu sudah ada penerimaan BUMN yang sempat aq lamar. Karna masa orientasi 2 bulan ditambah kemungkinan besar akan ojt di luar pulo jawa, akhirnya para orang tua memutuskan untuk menikahkanku. Dengan demikian, pria yang waktu itu masih menjadi calon suamiku, sudah sah menjadi muhrim ketika nantinya dia sering2 menengokku di tanah sumatra. Bukan cuma temen kok, sodara2 jauh juga banyak yang protes karna ga diundang. Hehehe, jadi maaap skali lagi ya.
Syukurannya juga kecil2an ko, tadinya mo pengajian aja, tp diprotes sama pinisepuh.
Well, begitulah klarifikasi saya teman-teman. Ini skaligus untuk sahabat dan teman2 sd-kuliah ya..
Syukurannya juga kecil2an ko, tadinya mo pengajian aja, tp diprotes sama pinisepuh.
Ini, ada video singkatnya.
25 April 2010
Kalo dulu jaman muda masih sering berhayal tentang sebuah pernikahan 'dahsyat", maka kala itu, yang dpikiran bukan sebuah pesta, tapi sebuah makna. Dan alhamdulillah, akad dengan bahasa arab itu pun terlaksana. Maka, hidupku dimulai dengan babak baru. Doakan ya, semoga Allah senantiasa melimpahkan barakahNya pada pernikahan kami. Amiin.
Ehh, kayanya ini posting klarifikasi dulu aja deh ya...berhubung sudah ada janji dengan mitra bisnis..#weiss ..pamit dulu. Next post saya akan share tentang satu (lagi) pelajaran hidup yang sempat saya saksikan. Semoga bisa memberi manfaat juga utk kalian. See ya .. :)
Langganan:
Postingan (Atom)



